Dalam kehidupan sehari-hari maupun kita pasti pernah menemukan gaya bahasa atau majas. Penggunaan majas merupakan suatu unsur penting dalam memperindah tulisan maupun ucapan pada bahasa Indonesia. Menggunakan majas bisa membantu mengekspresikan suatu gagasan maupun pemikiran secara lebih ekspresif dan juga berkesan.Â
Berikut ini adalah informasi mengenai pengertian majas sehingga contoh-contohnya yang bisa menjadi referensi dalam penulisan. Informasi ini penting sehingga mampu membantu meningkatkan pengetahuan mengenai gaya bahasa yang ada pada bahasa Indonesia.
Baca Juga: Kenali Jenis-jenis Paragraf dalam Pembahasan dan Contohnya
Daftar Isi
ToggleApa Itu Gaya Bahasa?
Gaya bahasa adalah suatu ekspresi yang digunakan untuk mengungkapkan pemikiran atau perasaan melalui ciri-ciri tertentu sehingga membuat bahasa atau perkataan menjadi lebih hidup dan berkesan. Penggunaan majas umumnya lebih sering ditemui pada penulisan karya tulis seperti novel. Bukan begitu beberapa majas sederhana juga sering sekali ditemui di kehidupan sehari-hari.
Penggunaan majas ini bertujuan untuk menciptakan efek-efek tertentu dalam kegiatan komunikasi. Efek-efek tersebut yaitu seperti memperkuat makna, menimbulkan kesan yang indah serta menyampaikan kritik secara lebih menarik.
Di dalam karya sastra, majas seringkali digunakan untuk meningkatkan makna sehingga lebih dalam serta mampu membuat karya tersebut menjadi lebih memiliki daya tarik. Di dalam kehidupan sehari-hari penggunaan majas akan membantu dalam mengekspresikan pendapat dengan lebih menarik serta lebih halus.
Baca Juga: Apa Itu Paragraf Eksposisi? Jenis, Struktur dan Contoh
Fungsi Gaya Bahasa
Majas gaya bahasa memiliki beberapa fungsi penting dalam kebahasaan. Berikut ini ada beberapa fungsi dari majas atau gaya bahasa.
- Memperindah penggunaan bahasa
- Membuat tulisan menjadi lebih baik
- Menggambarkan suatu hal secara lebih hidup dan ekspresif
- Menyampaikan makna secara tersirat
- Menimbulkan efek emosional pada pembaca
- Memperkuat kesan dalam komunikasi
Baca Juga: Apa Itu Ide Pokok Paragraf? Ciri, Fungsi, Contohnya
Ciri-Ciri Gaya Bahasa
Majas gaya bahasa memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan berbagai bentuk teks lain. Pemahaman akan ciri tersebut akan membantu dalam proses penyusunan serta penggunaannya di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari gaya bahasa atau majas.
1. Menggunakan Kata Kiasan
Ciri-ciri utama dari majas yaitu penggunaan kiasan atau perumpamaan. Kata-kata pada bentuk majas tidak digunakan secara harfiah. Kata-kata dalam majas ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu secara tidak langsung.
Ketika menggunakan suatu pilihan kata untuk menggambarkan seseorang, ini tidak berarti bahwa orang tersebut semata-mata merupakan suatu yang sama dengan pilihan kata tersebut. Penggambaran ini berusaha memberikan kesamaan pada beberapa kesan yang ada antar pilihan kata dan seseorang tersebut.
2. Bermakna Tersirat
Ciri-ciri majas yaitu memiliki makna tersirat. Seringkali, majas akan mengandung makna tersirat atau konotasi yang lebih dalam sehingga tidak dapat diartikan secara harfiah. Para pembaca atau pendengar perlu memahami konteks atau maksud dibalik kata-kata yang menjadi pilihan sehingga mampu menangkap makna yang sebenarnya.
3. Memiliki Sifat Imajinatif
Ciri-ciri majas yang selanjutnya yaitu memiliki sifat imajinatif. Majas umumnya menggunakan ungkapan yang bersifat imajinatif atau tidak biasa untuk menggambarkan atau mengekspresikan suatu hal. Ciri-ciri ini akan membantu pembaca atau pendengar dalam membayangkan atau merasakan apa yang ingin disampaikan oleh penulis secara lebih jelas.
Penerbit Deepublish Jakarta memiliki E-Book Cara Cepat menulis Buku yang bisa bisa membantu anda memahami kepenulisan buku yang bersumber dari karya tulis ilmiah
4. Memiliki Struktur Kalimat yang Khas
Ciri-ciri yang selanjutnya yaitu memiliki struktur kalimat yang khas. Beberapa jenis majas memiliki struktur kalimat yang khas dan menggunakan pola-pola tertentu. Ciri-ciri ini membantu memahami ekspresi dari penulis dalam menyajikan ide di dalam diri mereka.
5. Membuat Dampak Emosional
Ciri-ciri yang selanjutnya yaitu memiliki dampak emosional pada pembaca maupun pendengar. Penggunaan majas yang tepat akan mampu menimbulkan efek emosional tertentu pada pembaca atau pendengarnya.
Efek tersebut bisa berupa kemarahan, kesedihan, terpesona ataupun emosi-emosi lainnya. Efek emosional ini akan muncul tergantung pada jenis majas yang digunakan sesuai dengan konteks.
Baca Juga: 100 Contoh Kalimat Retoris
Macam-Macam Gaya Bahasa
Majas gaya bahasa memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui. Beberapa di antaranya sering kita dengar di kehidupan sehari-hari maupun di dalam teks bacaan. Terdapat juga beberapa macam gaya bahasa yang jarang sekali ditemui namun tetap penting untuk diketahui. Ini ada beberapa macam-macam gaya bahasa.Â
1. Gaya Bahasa Perbandingan
Majas perbandingan merupakan gaya bahasa yang menggunakan perbandingan secara ekspresif maupun implisit sehingga memberikan efek karya sastra yang tinggi pada suatu kalimat. Beberapa jenis gaya bahasa perbandingan yaitu:
Metafora
Metafora merupakan gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan suatu benda dengan yang lain karena memiliki sifat yang sama atau hampir sama. Contohnya yaitu: Raja siang menyemburkan kehangatan di tengah hari. Raja siang adalah matahari
Asosiasi
Asosiasi merupakan majas yang membandingkan sesuatu dengan hal yang lain dengan menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Contohnya yaitu: Senyumnya bagaikan awan yang merekah di penghujung langit.
Personifikasi
Personifikasi merupakan gaya bahasa perbandingan yang membandingkan benda mati yang tidak bergerak seolah-olah memiliki nyawa dan berperilaku seperti manusia. Contohnya yaitu: Hatinya berbisik pada Adinda seakan-akan tahu apa maksud di balik pria itu.
Alegori
Alegori merupakan gaya bahasa yang memperlihatkan perbandingan secara utuh dan juga membentuk kesatuan yang menyeluruh. Contohnya yaitu: Mendayung bahtera untuk menjelaskan kondisi rumah tangga dengan awaknya suami dan istri.
Parabel
Parabel merupakan gaya bahasa dengan menggunakan perumpamaan dalam kehidupan, gaya bahasa ini terkandung dalam seluruh isi karangan. Contohnya yaitu: Anak yang serakah akan kehabisan seluruh harta benda yang ia miliki.
Tropen
Tropen merupakan gaya bahasa perbandingan dengan membandingkan suatu pekerjaan atau perbuatan dengan kata-kata lain yang mengandung inti yang sejalan. Contohnya yaitu: Menjual harga diri pada para penjajah untuk bertahan hidup.
Metonimia
Metonimia merupakan gaya bahasa perbandingan yang mengemukakan nama barang untuk melukiskan sesuatu yang berasosiasi dengan benda tersebut secara keseluruhan. Contohnya yaitu: Ayahnya sudah memiliki Honda ketika orang lain cuma naik angkot.
Litotes
Litotes merupakan gaya bahasa perbandingan yang melukiskan keadaan sesuatu dengan kata-kata berlawanan untuk merendahkan diri. Contohnya yaitu: Rumah 3 lantai ini cuma gubuk tua peninggalan orang tua ku.
Sinekdok
Sinekdok merupakan gaya bahasa penegasan yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan disebut pars prototo atau penggambaran sebagian totem pro parte. Contohnya yaitu: Ada beberapa kepala yang tidak hadir, merupakan contoh untuk para prototo. Indonesia menjadi kepala dari ASEAN, untuk totem pro parte.
Hiperbola
Hiperbola merupakan gaya bahasa untuk melukiskan suatu peristiwa dengan cara yang berlebihan dari sesungguhnya. Contohnya yaitu: Ayahnya terbakar amarah.
Simetri
Simetri merupakan gaya bahasa yang menyatakan kalimat dengan kalimat yang lain tapi memiliki inti yang sebanding. Contohnya yaitu: Adik tirinya akhirnya dituntun ke jalan kebaikan.
2. Gaya Bahasa Sindiran atau Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan suatu gaya bahasa untuk menyampaikan pikiran dan perasaan untuk mengungkapkan ekspresi sindiran terhadap seseorang atau sesuatu. Ini terdiri dari 5 jenis yaitu:
Majas Ironi
Majas Ironi merupakan jenis gaya bahasa paling halus dari majas sindiran. Majas Ironi umumnya untuk mengungkapkan suatu sindiran secara halus menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan makna sesungguhnya. Contohnya yaitu: Kamu bersih sekali, seperti tidak mandi satu tahun.
Sinisme
Sinisme merupakan majas yang mengungkapkan sindiran secara kasar dan umumnya digunakan untuk mengkritik atau mencemooh sesuatu. Contohnya yaitu: Berhenti bersikap kasar. Kamu itu sudah tidak disukai satu sekolah, kalau bersikap seperti itu kamu akan dihindari orang-orang.
Sarkasme
Sarkasme merupakan majas yang mengungkapkan sindiran secara langsung dengan kata-kata kasar dan keras. Contohnya yaitu: Dasar lelet, bekerja cepat sekali seperti siput.
Satire
Satire mengungkapkan sindiran dengan kasar dan keras namun menggunakan kata ungkapan dalam pernyataannya. Contohnya yaitu: Garam sedang mahal ya, hambar sekali masakan ini.
Innuendo
Innuendo merupakan jenis majas yang mengungkapkan sindiran dengan mengajarkan fakta yang sebenarnya. Contohnya yaitu: Tidak lulus satu kali itu biasa, ada banyak kesempatan di lain waktu.
3. Gaya Bahasa Penegasan
Gaya bahasa penegasan adalah majas yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan pada pendengar. Beberapa jenis majas ini yaitu:
Majas Pleonasme
Pleonasme merupakan majas yang menggunakan kata-kata dengan berlebihan dan memiliki maksud menegaskan arti kata. Contohnya yaitu: Penonton ikut mendongak menatap perubahan panorama pada atraksi tersebut.
Repetisi
Repetisi merupakan majas pengulangan kata yang di dalamnya masih ada keterkaitan satu sama lain. Contohnya yaitu: Ananda yang selalu kucinta, kurindu dan kuharapkan.
Tautologi
Majas tautologi merupakan majas dengan ciri pengulangan beberapa kali dalam suatu kalimat untuk menegaskan kata yang ada dengan kata bersinonim. Contohnya yaitu: Bersosialisasi di kampung harus bisa rukun, akur, dan kekeluargaan.
Paralelisme
Paralelisme adalah gaya bahasa pengulangan kata-kata yang ada di puisi. Pengulangan ini ada di dalam kata pada baris atau kalimat. Contohnya yaitu: Aku merindumu begitu besar, begitu kuat, begitu mendalam.
Retorik
Retorik adalah majas berbentuk kalimat tanya tetapi tidak perlu memerlukan jawaban lagi karena hanya untuk menegaskan pernyataan saja. Contohnya yaitu: Apa dengan malas-malasan kamu akan langsung sukses?
Klimaks
Klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal dengan berurutan yang semakin lama semakin tinggi. Contohnya yaitu: Tempat ini dihadiri berbagai manusia dari rakyat jelata, kaum menengah ke bawah, menengah ke atas, hingga para kaum elit.
Antiklimaks
Majas ini berlawanan dengan majas klimaks karena menyatakan beberapa hal secara berurutan semakin lama semakin turun. Contohnya yaitu: Mulai dari Presiden, Para Menteri, Para Gubernur dan Walikota terhormat.
Koreksio
Koreksio adalah majas yang membetulkan kata-kata yang salah atau sengaja dibuat salah. Contohnya yaitu: Dia itu kan rakyat jelata. Eh salah, menengah ke bawah maksudnya.
Polisindenton
Polisindenton adalah majas penegasan dengan menyebutkan beberapa benda atau suatu hal dengan berturut-turut menggunakan kata penghubung. Contohnya yaitu: Sebelum dia mulai, maka berdoalah kepada Tuhan agar mendapatkan hasil baik.
Interupsi
Interupsi adalah gaya bahasa penegasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang disisipkan di antara kalimat pokok agar bisa menekankan bagian kalimat sebelumnya dengan lebih jelas. Contohnya yaitu: Aku, anak dari pemilik yang bahkan belum pernah mendapatkan bayaran apapun.
4. Gaya Bahasa Pertentangan
Gaya bahasa pertentangan adalah kelompok majas yang memiliki ciri khas menuturkan sesuatu yang bertentangan dengan makna asli. Berikut ini beberapa jenisnya:
Majas Paradoks
Paradoks merupakan majas yang mengungkapkan dua hal saling bertentangan. Namun keduanya menyatakan suatu kebenaran. Contohnya yaitu: Di keramaian ini, hatiku terasa sepi.
Antithesis
Antithesis merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata berlawanan. Contohnya yaitu: Kaya miskin, cantik jelek tidak ada gunanya kalau sudah meninggal.
Oksimoron
Oksimoron merupakan perluasan dari paradoks. Bedanya majas ini diucapkan dalam satu frasa. Contohnya yaitu: Benci dan cinta bisa jadi dalam satu hati.
Anakronisme
Anakronisme merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu kejadian sebenarnya. Contohnya yaitu: Sesaat setelah dilahirkan, dia disambut dengan orkestra dangdut di rumahnya.
Itulah dia informasi mengenai pengertian gaya bahasa hingga beberapa contoh dari gaya bahasa yang dapat ditemui di berbagai teks maupun kehidupan sehari-hari. Dengan informasi ini pemahaman akan gaya bahasa akan dapat bertambah sehingga mampu menggunakan majas tersebut di berbagai kondisi.







