Susunan Makalah: Jenis, Struktur, dan Tips Agar Makalah Rapi 

susunan makalah

Susunan artikel yang tepat merupakan kunci dalam pembuatan makalah yang berkualitas. Pastikan untuk memahami susunan makalah yang tepat sehingga mampu membuat karya tulis yang sesuai dengan keinginan. Berikut ini adalah informasi mengenai susunan makalah artikel yang bisa menjadi referensi.

Jenis-Jenis Makalah

Setiap makalah memiliki karakteristik berbeda tergantung pada pendekatan dan sumber informasi yang digunakan. Berikut adalah tiga jenis utama makalah:

1. Makalah Induktif (Data Empiris)

Makalah induktif adalah jenis makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang diperoleh langsung dari lapangan. Data ini dapat berupa hasil observasi, eksperimen, atau wawancara dengan narasumber yang relevan.

Keunggulan dari makalah induktif adalah sifatnya yang objektif karena didasarkan pada fakta dan data nyata. Makalah ini banyak digunakan dalam penelitian sosial, ekonomi, dan sains yang membutuhkan bukti empiris.

2. Makalah Deduktif (Kajian Teori)

Makalah deduktif berlandaskan pada kajian teori yang sudah ada. Dalam makalah ini, penulis menguraikan konsep-konsep yang relevan dan menyusun argumen berdasarkan teori yang telah dikembangkan sebelumnya.

Jenis makalah ini banyak digunakan dalam studi literatur atau kajian akademik yang tidak memerlukan data primer dari lapangan. Penulisannya biasanya mengacu pada jurnal, buku referensi, atau sumber akademik lainnya.

3. Makalah Campuran (Data Empiris dan Kajian Teori)

Makalah campuran menggabungkan pendekatan induktif dan deduktif, sehingga menggunakan data empiris sekaligus teori sebagai dasar analisis. Dalam makalah ini, penulis mengumpulkan data dari lapangan lalu menghubungkannya dengan teori yang sudah ada untuk memberikan analisis yang lebih komprehensif. Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap suatu permasalahan.

Baca Juga:

Susunan Struktur Makalah yang Benar

Struktur makalah yang baik memastikan informasi tersaji dengan jelas dan sistematis. Berikut adalah susunan makalah yang benar:

1. Susunan Makalah yang Benar 

Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai struktur susunan artikel makalah yang bisa menjadi contoh dalam pembuatan karya tulis. 

2. Cover makalah 

Susunan makalah yang tepat harus menggunakan cover. Cover merupakan bagian penting dalam suatu makalah yang berisi judul, logo, identitas penulis serta tempat tahun terbit makalah tersebut.

3. Daftar isi 

Daftar isi memuat berbagai informasi halaman dari isi makalah tersebut. Setiap bab dan juga sub bab halaman akan mendapatkan keterangan sehingga dapat memudahkan pembaca dalam menemukan bahan yang ingin mereka baca. 

4. Kata Pengantar 

Bagian selanjutnya yaitu kata pengantar. Kata pengantar merupakan bagian yang mencakup gambaran umum dari keseluruhan isi makalah tersebut. Adanya kata pengantar tersusun agar para pembaca memahami pemahaman awal tentang penelitian atau makalah yang tersaji. 

5. Pendahuluan 

Bagian pendahuluan merupakan bagian awal makalah yang berisi beberapa bagian yaitu: 

  • Latar belakang: menjelaskan mengenai alasan mengapa topik tersebut diangkat serta pentingnya proses penelitian dan penulisan makalah tersebut. 
  • Rumusan masalah: bagian ini berisi pertanyaan spesifik yang akan dijawab pada makalah tersebut. 
  • Tujuan penulisan: menjelaskan hasil apa saja yang ingin dicapai dari kegiatan penelitian serta penulisan makalah. Tujuan penelitian umumnya berhubungan langsung dengan rumusan masalah. 
  • Manfaat penulisan: berisikan keuntungan atau kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian atau penulisan makalah. 

6. Tinjauan pustaka 

Bagian tinjauan pustaka bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis teori, konsep serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik makalah tersebut. 

7. Metodologi penelitian 

Bagian selanjutnya yaitu metodologi penelitian. Bagian ini menjelaskan tentang cara serta prosedur yang penulis gunakan dalam proses pengumpulan, analisis serta interpretasi data dalam laporan tersebut. 

8. Pembahasan 

Bagian selanjutnya yaitu bagian pembahasan yang bertujuan untuk menganalisis hasil penelitian. Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai temuan dalam kegiatan penelitian. Penulis juga nantinya menghubungkan dengan teori yang relevan serta membandingkannya dengan penelitian sebelumnya. 

9. Kesimpulan dan Saran 

Kesimpulan merupakan penjabaran dari hasil penelitian yang juga menjelaskan apakah kegiatan tersebut telah mencapai rumusan masalah atau masih perlu melakukan penelitian berkelanjutan. Saran sendiri lebih ditujukan penulis kepada para pembaca. Penulis dapat memberikan saran pada pembaca agar dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut atau menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. 

10. Daftar Pustaka 

Bagian daftar pustaka berisi daftar referensi yang penulis gunakan dalam penyusunan makalah. Sumber referensi ini dapat berupa buku, artikel, situs website ataupun jurnal. Penulisan daftar pustaka harus sistematis serta sesuai dengan ketentuan.

Tips Agar Struktur Makalah Rapi

Untuk dapat membuat makalah yang rapi, pastikan untuk menggunakan beberapa teks berikut ini sehingga hasil akhir karya tulis dapat berkualitas dan kredibel. 

1. Buat Kerangka 

Agar dapat menulis makalah sesuai struktur namun tetap rapi, penulis bisa menggunakan kerangka makalah. Gunakan kerangka makalah yang tepat sehingga dapat membuat karya tulis yang berkualitas. 

Tuliskan beberapa poin-poin pada tiap bagian kerangka sehingga nanti dapat dikembangkan dengan lebih lanjut. Pastikan poin-poin tersebut tetap singkat dan berisi inti utama dari tiap bagian makalah. 

2. Sesuaikan Pembahasan dengan Rumusan Masalah

Langkah selanjutnya yaitu dengan menyesuaikan pembahasan dengan rumusan masalah. Pastikan bahwa pembahasan nantinya tetap sejalan dengan rumusan masalah di awal. 

Ini akan membantu agar penulisan tetap fokus sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan. Tuliskan poin-poin pembahasan yang penting di awal sehingga nanti dapat dikembangkan lebih lanjut. 

3. Gunakan Referensi yang Berkualitas 

Agar penulisan makalah dapat berkualitas dan rapi, penulis harus dapat menggunakan referensi yang berkualitas. Referensi yang berkualitas yaitu referensi yang memiliki kredibilitas dan juga tingkat kepercayaan yang tinggi. 

Pastikan bahwa sumber referensi berasal dari berbagai sumber yang tepat dan relevan. Penulis bisa menggunakan referensi dari berbagai sumber buku, artikel, jurnal maupun website yang terpercaya. 

4. Perhatikan Format Penulisan

Pada penulisan makalah, penggunaan format penulisan merupakan suatu hal yang penting. Apalagi dalam menuliskan daftar pustaka maupun referensi di dalam bagian pembahasan. 

Pastikan penulis sudah memahami format penulisan yang tepat untuk karya makalah. Ikuti format tersebut sehingga mampu membuat hasil tulisan yang tepat dan berkualitas. 

5. Cek Makalah Sebelum Pengumpulan 

Sebelum mengumpulkan makanan tersebut, pastikan untuk mengecek hasil tulisan. Pastikan bahwa data-data di dalamnya sudah tepat dan juga menggunakan referensi yang berkualitas. 

Hindari kesalahan penulisan yang bisa membuat hasil karya menjadi kurang berbobot. Cek penulisan daftar pustaka dan referensi sekali lagi untuk memastikan kebenaran.

Temukan harga paket konversi KTI dengan harga terjangkau menggunakan layanan konversi KTI menjadi Buku. Lihat Daftar Harga Paket untuk memastikan pengeluaran budget anda agar lebih aman dan proses konversi KTI bierjalan dengan aman

Contoh Struktur Makalah yang Benar

Berikut ini adalah beberapa contoh struktur makalah yang dapat menjadi referensi: 

Contoh 1

Sumber: https://www.academia.edu/172878848/ANALISIS_MEKANISME_PEMOTONGAN_PAJAK_PENGHASILAN_WITHHOLDING_TAX_PEMOTONGAN_DI_INDONESIA_Dosen_Pengampu

Contoh Makalah 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat merampungkan penyusunan makalah yang berjudul “Analisis Mekanisme Pemotongan Pajak Penghasilan (Withholding Tax Pemotongan) di Indonesia” ini dengan baik.

Makalah ini disusun sebagai tugas akademik pada Program Studi D3 Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi. Dalam proses pengerjaannya, penulis berupaya menyajikan ulasan yang komprehensif mengenai konsep dasar pemotongan pajak, perbedaan pemotongan dan pemungutan, analisis jenis-jenis PPh pemotongan (PPh Pasal 21, 23, 26, dan 4 ayat 2), serta alur penyetoran dan pelaporan berdasarkan regulasi terbaru dan literatur perpajakan yang kredibel.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki ruang untuk perbaikan. Oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan di masa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan tambahan dan manfaat bagi pembaca, khususnya sesama rekan mahasiswa Perpajakan Universitas Jambi.

Jambi, 30 Agustus 2026

Chrisella Leoni Sihite

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem perpajakan di Indonesia mengadopsi berbagai mekanisme pemungutan dan pemotongan pajak guna mengoptimalkan penerimaan negara secara efisien dan efektif. 

Salah satu pilar utama dalam pemungutan pajak penghasilan adalah penerapan mekanisme 

Withholding Tax System di mana pihak ketiga ditunjuk secara resmi oleh undang-undang 

untuk melakukan pemotongan atau pemungutan pajak atas pembayaran tertentu (Resmi, 

2019). Penunjukan pihak ketiga ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan serta mempercepat alokasi penerimaan kas negara tanpa perlu menunggu akhir tahun pajak. 

Dalam skema ini, kepatuhan para pihak pemotong menjadi faktor krusial yang menentukan 

efektivitas pengumpulan dana pembangunan nasional.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Apakah definisi dan konsep dasar dari mekanisme pemotongan pajak (Withholding 

Tax Pemotongan) dalam sistem perpajakan Indonesia?

2. Apa saja perbedaan mendasar antara mekanisme pemotongan pajak dan pemungutan pajak berdasarkan subjek, objek, dan alur transaksinya?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Memahami secara mendalam konsep dasar dan landasan hukum pemotongan pajak penghasilan di Indonesia.

2. Membedakan secara tegas dan sistematis antara mekanisme pemotongan pajak dan pemungutan pajak.

BAB II 

PEMBAHASAN

2.1 Konsep dan Definisi Pemotongan Pajak (Withholding Tax)

Pemotongan pajak merupakan tindakan hukum di mana pemberi penghasilan atau pihak yang membayar langsung memotong sejumlah nilai pajak terutang dari total pembayaran bruto (Mardiasmo, 2021). Uang pajak yang telah dipotong tersebut tidak boleh diakui sebagai pendapatan oleh pemotong, melainkan harus disetorkan langsung ke kas negara melalui Bank Persepsi. Mekanisme ini memberikan kepastian bagi negara karena penerimaan pajak terjadi secara langsung bersamaan dengan terjadinya transaksi ekonomi. 

Bagi penerima penghasilan, nilai bersih yang diterima sudah dikurangi kewajiban 

perpajakan sesuai pasal regulasi yang berlaku.

BAB III

 PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Mekanisme pemotongan pajak (Withholding Tax Pemotongan) adalah instrumen vital dalam administrasi perpajakan yang berfokus pada pemotongan langsung atas pembayaran penghasilan. Mekanisme ini membedakan secara tegas antara tindakan memotong hak bayar penerima dengan tindakan memungut biaya tambahan atas barang. 

Berbagai jenis pasal perpajakan seperti PPh 21, PPh 23, PPh 26, dan PPh 4 ayat (2) 

menjangkau objek transaksi yang beragam baik bersifat final maupun non-final.Pelaksanaan yang patuh pada tata cara penerbitan bukti potong, penyetoran, dan pelaporan SPT Masa akan menjamin kelancaran arus kas negara sekaligus memberikan kepastian hukum bagi wajib pajak.

3.2 Saran

Wajib Pajak Badan maupun institusi yang ditunjuk sebagai Pemotong Pajak hendaknya selalu memperbarui pengetahuan perpajakannya mengikuti perkembangan regulasi PMK terbaru. Pemotong juga disarankan untuk memanfaatkan sistem e-Bupot Unifikasi secara optimal agar risiko kesalahan input dan keterlambatan pelaporan dapat diminimalisasi. Sementara itu, bagi pihak penerima penghasilan diharapkan senantiasa meminta bukti pemotongan dari pemberi kerja atau pembeli jasa. Penyimpanan bukti pemotongan yang rapi akan mempermudah pelaporan SPT Tahunan serta menghindarkan terjadinya koreksi pajak yang tidak perlu.

DAFTAR PUSTAKA

  • Darussalam, Septriadi, & Kristiaji, B. B. (2019). Transfer Pricing: Ide, Strategi, dan 

Panduan Praktis dalam Perspektif Pajak Internasional. DANP Services.

  • Direktorat Jenderal Pajak. (2024). Panduan dan Tata Cara Pemotongan PPh Unifikasi dan e-Bupot 21/26. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 
  • Kementerian Keuangan RI. (2023). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi. Kementerian Keuangan RI.

Contoh 2

Sumber: https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://repository.unugha.ac.id/49/1/Makalah%2520six%2520sigma.pdf&ved=2ahUKEwjEr8jBytGWAxWbzzgGHVvAF5IQFnoECEsQAQ&usg=AOvVaw0rlyli8zWwAgIVmQhq2y5L

Contoh susunan makalah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

 Cilacap, juli 2018

Penyusun

Muhamad Faizal Aulya

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah

Dalam persaingan di pasar global hanya produk yang berkualitas baik yang akan selalu diminati, karena kualitas merupakan pemenuhan pelayanan kepada konsumen. Hal ini dapat dijadikan sebagai pedoman bahwa pengendalian kualitas merupakan bagian dari proses produksi yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas produk, sehingga pemenuhan pelayanan kepada konsumen dapat tercapai. Kualitas sendiri merupakan 

keseluruhan karakteristik dari suatu produk atau jasa yang mampu memberi kepuasan kepada pelanggan atau konsumen. (Feigenbaum, 1992) dikutip dari (Susetyo J&Hartanto c 2011).

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah penelitian ini

adalah:

1. Bagaimana Hubungan kualitas dengan biaya, keuntungan dan 

produktivitas?

2. Mengapa six sigma dapat menyelesaikan perbaikan kualitas produk?

3. Bagaimana langkah-langkah dalam implementasi six sigma?

1.3 Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui hubungan kualitas dengan biaya, keuntungan dan 

produktivitas

2. Untuk mengetahui six sigma dapat menyelesaikan perbaikan kualitas 

produk

3. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam implementasi six sigma

1.4 Manfaat penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Hasil dari penelitian ini akhirnya adalah mengetahui bagaimana 

hubungan kualitas dengan biaya, keuntungan dan produktivitas suatu 

perusahaan

2. Perusahaan dapat menyelesaikan perbaikan kualitas dengan 

menggunakan six sigma

3. Diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan six sigma dalam 

peningkatan kualitas

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kualitas produk

Kualitas adalah keseluruhan ciri atau karakteristik produk atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan (Sunardi, A. T. P., & Suprianto, E. 2018).

Menurut Kotler and Armstrong (2012:283) arti dari kualitas produk adalah “the ability of a product to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga 

atribut produk lainnya dikutip dari (Saidani, B., & Arifin, S. 2012) dan 

(Rahardjo, J., Aysia, D. A. Y., & Anitasari, S. 2004).

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Hubungan Kualitas Dengan Biaya, Keuntungan Dan Produktivitas

Perusahaan yang memiliki tingkat cacat yang rendah ataupun tidak ada produk yang cacat adalah perusahaan yang memiliki proses yang tinggi. hal ini juga sangat berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam prosesnya, jika dilihat dari grafik biaya kuantitas dan kualitas maka dikatakan “kualitas naik maka biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan rendah/murah”, hal ini menjadi sebuah keuntungan bagi perusahaan karena dari biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan rendah maka produk yang dihasilkan oleh perusahaan memiliki tingkat cacat yang rendah ataupun tidak ada produk yang cacat, yang menghasil produk yang berkualitas dan bagus yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan oleh karena itu produktivitas pun akan naik karena keinginan pelanggan terhadap produk kita.

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. Hubungan Kualitas dengan Biaya, Keuntungan dan Produktivitas itu saling 

berhubungan untuk mencapai produk yang diinginkan oleh pelanggan / 

Konsumen. 

DAFTAR PUSTAKA

  • Ariani, D. W. (2014). Manajemen Kualitas.Dewi, S. K. (2012). Minimasi defect produk dengan konsep six sigma. Jurnal Teknik Industri, 13(1), 4350.
  • Susetyo, J., & Hartanto, C. (2011). Aplikasi Six Sigma DMAIC dan Kaizen sebagai metode pengendalian dan perbaikan kualitas produk. Jurnal Teknologi, 4(1), 61-53.

Contoh 3

https://www.academia.edu/125716755/MAKALAH_KAJIAN_TEORI

contoh susunan makalah 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan  Yang Maha Esa karena telah melimpahkan segala anugrah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas untuk mata kuliah TEKNIK PENULISAN TUGAS AKHIR dengan judul “ KAJIAN TEORI”, Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang turut memberikan doa, saran dan kritik sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berbagi pengetahuan kepada saya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dikarenakan terbatas pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu saya mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak . Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan.

              Jambi, 26 September 2024

              Raany Cutie.P

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

Kajian teori merupakan salah satu tahapan dalam proses penelitian yang harus dilakukan oleh peneliti. Penyusunan kajian teori menjadi dasar pertimbangan dalam penentuan langkah langkah penelitian. Seorang peneliti harus memiliki kesadaran yang tinggi perihal penyusunan kajian teori yang baik dan benar. Tidak sedikit peneliti mula khususnya mahasiswa tingkat akhir yang terhenti proses penelitiannya dikarenakan tidak memahami cara mendapatkan teori  yang mendukung topik penelitiannya. Faktor lainnya adalah peneliti tersebut tidak memiliki referensi yang cukup sehingga dasar pijakan risetnya menjadi rapuh. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep teori, jenis-jenis teori, peran dan fungsi teori, serta prosedur menyusun teori termasuk kemampuan praktis dalam menulis kutipan menggunakan metode dan cara pengutipan rujukan dalam kajian teori.

1.2 Rumusan Masalah

1. Jelaskan Pengertian Kajian Teori !

2.Apa Tujuan Dan Manfaat Kajian Teori?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk Mengetahui Apa Itu Kajian Teori ?

2. Untuk Memahami Tujuan Dan Manfaat Kajian Teori ?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KAJIAN TEORI 

Teori merupakan sekumpulan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi melihat fenomena secara sistematik dan menyeluruh, melalui spesifikasi hubungan antar variabel, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena (Kerlinger, 1978). Proposisi merupakan rancangan usulan, ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya. Pendapat lain mengatakan bahwa teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena (Cooper, Schindler, & Sun, 2006). Dari kedua pendapat di atas dapat dijelaskan bahwa teori dapat berupa konsep, definisi, proposisi tentang suatu variabel yang dapat dikaji, dikembangkan oleh peneliti. Teori berupa sebuah penjelasan atau hal yang menjelaskan tentang sebuah system yang mendiskusikan bagaimana sebuah fenomena terjadi dan mengapa fenomena itu terjadinya demikian (Christensen, Johnson, Turner, & Christensen, 2011; Johnson & Christensen, 2019, 2019). Teori mengandung arti yang penting, apabila teori tersebut dapat melukiskan, menerangkan, dan meramalkan gejala yang ada (Monks, F. J., & Knoers, A. M. P. Siti Rahayu., 1999).

BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN 

Kajian teori dalam proses penelitian merupakan serangkaian proses dalam mensintesis dan menganalisis konsep-konsep yang relevan dengan suatu variabel yang disajikan. Teori merupakan konsep, definisi, proposisi yang berguna untuk menganalisis suatu fenomena yang dilakukan secara sistematik menggunakan pola hubungan antar variabel yang dikaji.

DAFTAR PUSTAKA

  • Christensen, L. B., Johnson, B., Turner, L. A., & Christensen, L. B. (2011). Research methods, design, and analysis.
  • Cooper, D. R., Schindler, P. S., & Sun, J. (2006). Business research methods (Vol. 9). McGraw-Hill Irwin
  • SURAHMAN, Ence; SATRIO, Adrie; SOFYAN, Herminarto. Kajian teori dalam penelitian. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2020, 3.1: 49-58. New York.

Demikianlah pembahasan mengenai susunan makalah dan tips menulisnya dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menyusun makalah yang lebih baik.

Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 16 September 2026.

Tinggalkan Komentar