Kalau kamu berkecimpung di dunia penerbitan buku, nama IKAPI tentu cukup familiar. Organisasi ini bukan sekadar tempat berkumpulnya penerbit yang sudah beranggotakan IKAPI, tetapi juga menjadi wadah yang ikut mendorong perkembangan industri buku di Indonesia.
Daftar Isi
ToggleApa Itu IKAPI?
IKAPI adalah singkatan dari Ikatan Penerbit Indonesia, yaitu asosiasi profesi yang menghimpun penerbit buku di Indonesia. Organisasi ini berdiri di Jakarta pada 17 Mei 1950 atas inisiatif Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad, dan Nyonya A. Notosoetardjo, dengan latar semangat nasionalisme setelah Indonesia merdeka.
Sejak awal, IKAPI ditempatkan sebagai organisasi profesi penerbit buku yang berlandaskan Pancasila, gotong royong, dan kekeluargaan. Jadi, keberadaannya memang berkaitan langsung dengan dunia penerbitan, bukan organisasi pemerintah yang dibentuk melalui peraturan pemerintah. Dalam perkembangannya, aturan mengenai organisasi dan keanggotaannya dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKAPI.
Baca Juga:
- Penerbit Buku Depok yang Terjangkau dan Sudah IKAPI
- Penerbit Buku IKAPI di Jakarta Terpercaya untuk Penulis Baru
- Rekomendasi Percetakan Buku di Jakarta Terbaik
Peran IKAPI
Keberadaan IKAPI tidak berhenti pada fungsi organisasi atau administrasi keanggotaan. Ada beberapa peran yang membuatnya ikut terlibat dalam perkembangan penerbitan dan ekosistem perbukuan di Indonesia.
1. Mendorong Peningkatan Kualitas Penerbitan Buku
Salah satu peran IKAPI adalah mendorong penerbit agar terus meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas buku yang diterbitkan. Upaya ini sejalan dengan tujuan IKAPI untuk mengembangkan industri penerbitan buku dan memperkuat kontribusinya terhadap pendidikan serta peradaban bangsa.
Dorongan tersebut tidak hanya berkaitan dengan banyaknya buku yang terbit, tetapi juga bagaimana industri penerbitan dapat berkembang secara profesional. Dengan adanya wadah bersama, penerbit memiliki ruang untuk mengikuti perkembangan dunia perbukuan, bertukar pengalaman, dan meningkatkan kapasitas pengelolaan penerbitannya.
2. Memperjuangkan Kepentingan Penerbit dan Industri Buku
IKAPI juga berperan membawa kepentingan penerbit dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan industri perbukuan. Posisi ini membuat IKAPI dapat menjadi wadah bagi penerbit untuk menyampaikan aspirasi serta menghadapi persoalan industri secara lebih terorganisasi.
Bagi industri yang terus berubah, kebutuhan penerbit pun tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Karena itu, peran organisasi profesi seperti IKAPI dibutuhkan untuk menjembatani kepentingan anggota dengan perkembangan kebijakan, teknologi, dan dinamika pasar buku.
3. Membangun Kerja Sama di Dalam dan Luar Negeri
Penerbitan buku tidak berdiri sendiri karena melibatkan banyak pihak, mulai dari penulis, percetakan, distributor, toko buku, lembaga pendidikan, hingga organisasi di bidang perbukuan. IKAPI berperan membuka dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan penerbitan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kerja sama tersebut dapat menjadi ruang bagi penerbit untuk memperluas jaringan dan mengenal perkembangan industri di luar lingkungannya. Hubungan antar pelaku perbukuan juga dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam kegiatan penerbitan dan promosi buku.
4. Mendorong Kegiatan Perbukuan Nasional dan Internasional
IKAPI turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan buku dan penerbitan. Perannya mencakup upaya memprakarsai, mendorong, serta berkontribusi dalam kegiatan perbukuan di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan semacam ini menjadi ruang bertemunya penerbit dengan pelaku industri lainnya. Selain memperkenalkan karya dan penerbit, kegiatan perbukuan juga membantu memperluas akses terhadap perkembangan tren, jaringan profesional, serta peluang kerja sama baru.
5. Menangani Persoalan Hukum dan Menjaga Kepentingan Profesi
Dunia penerbitan juga bersinggungan dengan berbagai persoalan hukum, termasuk hak cipta, etika penerbitan, dan hubungan antar pelaku industri. Karena itu, IKAPI memiliki peran dalam mengelola persoalan hukum serta menjalankan berbagai upaya yang tetap sesuai dengan prinsip dan tujuan organisasi.
Peran tersebut diperkuat dengan keberadaan Kode Etik Penerbit Anggota IKAPI yang memuat kaidah etika, moral, sikap, dan tata laku penerbit anggota. Kode etik tersebut juga diarahkan untuk memberikan rasa aman dan membantu penerbit ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kegiatan penerbitan.
Baca Juga: Berapa Lama Proses Waktu Terbit Buku Ber-ISBN?
Fungsi IKAPI
Jika peran menjelaskan kontribusi IKAPI terhadap dunia perbukuan, fungsi lebih menggambarkan layanan dan posisi organisasi bagi ekosistem penerbitan. Secara resmi, IKAPI berfungsi sebagai sarana sekaligus pusat komunikasi, informasi, konsultasi, advokasi, dan pelatihan bagi industri penerbitan buku di Indonesia.
Artinya, penerbit tidak hanya bergabung untuk mendapatkan status sebagai anggota. Ada ruang komunikasi untuk bertukar informasi, tempat berkonsultasi mengenai persoalan penerbitan, akses terhadap kegiatan pelatihan, hingga dukungan advokasi ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan industri buku.
Cara Menjadi Anggota IKAPI
Kalau kamu memiliki usaha penerbitan dan ingin bergabung sebagai anggota IKAPI, ada sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi. Ketentuannya dibedakan berdasarkan jenis keanggotaan, sehingga kamu perlu melihat kategori yang paling sesuai dengan bentuk penerbitanmu.
1. Pastikan Bentuk Usaha dan Legalitas Penerbit Sudah Jelas
Untuk menjadi “Anggota Biasa”, penerbit harus berbentuk badan usaha atau badan hukum yang telah disahkan melalui akta notaris atau dokumen resmi dari instansi pemerintah terkait. Penerbit juga perlu memiliki izin usaha dan mencantumkan kegiatan penerbitan buku dalam anggaran dasar dan/atau izin usahanya.
Selain legalitas, penerbit perlu mempunyai alamat kantor yang jelas dan tetap serta sedikitnya tiga karyawan tetap. Penerbit juga disyaratkan sudah menerbitkan minimal tiga judul buku yang memiliki ISBN.
2. Tentukan Kategori Keanggotaan yang Sesuai
IKAPI memiliki tiga kategori keanggotaan, yaitu Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa, dan Anggota Kehormatan. Anggota Biasa ditujukan bagi badan usaha atau lembaga penerbit buku, baik swasta maupun milik negara, sedangkan Anggota Luar Biasa mencakup penerbit yang dikelola oleh instansi pemerintah atau lembaga pendidikan dan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Kehormatan diperuntukkan bagi orang atau badan yang dinilai berjasa kepada IKAPI dan/atau dunia perbukuan Indonesia. Kategori ini bukan jalur pendaftaran biasa karena pengusulannya berasal dari Pengurus Cabang, Pengurus Daerah, atau Pengurus Pusat dan kemudian disahkan oleh Pengurus Pusat IKAPI.
3. Siapkan Dokumen Persyaratan
Calon anggota perlu mengajukan permohonan secara tertulis dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk Anggota Biasa, dokumen yang disiapkan antara lain salinan akta notaris atau dokumen legalitas resmi, izin usaha, surat keterangan domisili, serta masing-masing dua eksemplar dari sekurang-kurangnya tiga judul buku ber-ISBN.
Untuk Anggota Luar Biasa, dokumen legalitasnya menyesuaikan status lembaga, termasuk surat keputusan dari instansi atau lembaga terkait. Calon anggota juga perlu membayar biaya pendaftaran, kemudian setelah resmi diterima wajib membayar iuran anggota sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Ajukan Permohonan Melalui Kepengurusan IKAPI
Permohonan Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa diajukan kepada Pengurus Cabang di wilayah domisili badan usaha atau lembaga penerbit. Kalau di kabupaten/kota tempat penerbit berada belum terdapat Pengurus Cabang, permohonan dapat diajukan langsung kepada Pengurus Pusat sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah dokumen diterima, pengurus akan melakukan verifikasi terhadap calon anggota. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi, tetapi juga riwayat perusahaan, sumber daya manusia, dan aktivitas penerbitannya sebelum keputusan keanggotaan ditetapkan.
5. Ikuti Proses Verifikasi dan Pengesahan
Dalam proses penerimaan, Pengurus Cabang melakukan verifikasi atau meneruskannya kepada Pengurus Daerah maupun Pengurus Pusat apabila struktur kepengurusan di wilayah tersebut belum tersedia. Hasil verifikasi kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan status calon anggota.
Berdasarkan AD/ART IKAPI, pengesahan keanggotaan dilakukan oleh Pengurus Pusat atas usulan Pengurus Cabang dengan sepengetahuan Pengurus Daerah, dengan mekanisme khusus untuk wilayah yang belum memiliki kepengurusan daerah atau cabang. Masa keanggotaan berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang selama anggota masih memenuhi ketentuan yang berlaku.
6. Self-Publisher Juga dapat Menjadi Anggota
Kalau kamu menjalankan penerbitan secara mandiri sebagai self-publisher, bukan berarti otomatis tidak bisa menjadi anggota IKAPI. IKAPI menyebut penerbit mandiri yang dikelola oleh seorang penulis tetap dapat diterima selama memiliki badan usaha atau badan hukum resmi.
Jadi, yang menjadi perhatian bukan semata-mata apakah penerbit memiliki banyak orang atau dikelola sendiri. Legalitas badan usaha atau badan hukum tetap menjadi salah satu dasar utama agar penerbit dapat mengajukan keanggotaan.
Baca Juga: 7 Daftar Penerbit Buku di Jakarta Selatan yang Terpercaya
Manfaat Menjadi Anggota IKAPI
Menjadi anggota IKAPI bukan sekadar mendapatkan status sebagai bagian dari organisasi penerbit. Ada beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan, terutama untuk mendukung pengembangan penerbitan, memperluas relasi, dan menghadapi berbagai kebutuhan di industri buku.
1. Meningkatkan Profesionalitas Penerbit
Anggota IKAPI memiliki kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesional, seperti seminar, lokakarya, pelatihan, dan kegiatan perbukuan lainnya. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk menambah wawasan sekaligus mengikuti perubahan yang terjadi di industri penerbitan.
Bagi kamu yang sedang mengembangkan penerbit, akses terhadap kegiatan seperti ini bisa membantu memperbarui pengetahuan tanpa harus belajar semuanya secara mandiri. Kamu juga dapat bertukar pengalaman dengan pelaku industri lain yang memiliki tantangan dan pengalaman berbeda.
2. Mendapat Perlindungan Etika dan Dukungan Advokasi
IKAPI memiliki kode etik yang menjadi pedoman bagi penerbit anggotanya dalam menjalankan kegiatan penerbitan. Keberadaan kode etik ini membantu menjaga hubungan profesional sekaligus memberikan acuan ketika muncul persoalan dalam praktik penerbitan.
Selain itu, anggota dapat memperoleh dukungan advokasi untuk persoalan yang berkaitan dengan dunia perbukuan. Dukungan tersebut dapat menjadi bekal bagi penerbit ketika menghadapi masalah yang membutuhkan pendampingan atau penyelesaian secara lebih terarah.
3. Mendapat Informasi Tentang Perkembangan Industri Buku
Bergabung dengan IKAPI juga membuat kamu lebih mudah mendapatkan informasi yang berkaitan dengan dunia perbukuan. Informasi tersebut dapat mencakup kebijakan pemerintah, kegiatan nasional dan internasional, hingga berbagai agenda atau peluang yang berkaitan dengan industri penerbitan.
Akses informasi ini bisa membantu penerbit mengikuti perubahan yang terjadi di luar aktivitas penerbitannya sendiri. Dengan begitu, kamu dapat mempertimbangkan perkembangan kebijakan dan tren industri ketika menentukan langkah bisnis maupun strategi penerbitan.
4. Memperluas Jaringan dan Peluang Kerja Sama
IKAPI menjadi ruang pertemuan bagi penerbit dari berbagai daerah sehingga keanggotaan dapat membuka kesempatan untuk membangun relasi baru. Hubungan antar penerbit tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama penerbitan bersama atau co-publishing, maupun bentuk kolaborasi lain yang saling menguntungkan.
Jaringan yang terbentuk juga tidak terbatas pada sesama penerbit. Melalui berbagai kegiatan dan hubungan organisasi, kamu berkesempatan terhubung dengan organisasi profesi atau organisasi bisnis lain yang dapat mendukung perkembangan penerbit.
5. Mendapat Akses Lebih Luas ke Kegiatan Perbukuan
Anggota IKAPI mendapatkan kesempatan dan prioritas untuk mengikuti berbagai kegiatan perbukuan, termasuk pameran buku di dalam maupun luar negeri. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan buku dan katalog penerbit kepada pasar yang lebih luas.
Pameran juga memberi kesempatan bagi penerbit untuk bertemu pembaca, calon mitra, dan pelaku industri lainnya secara langsung. Selain memperluas eksistensi penerbit, keikutsertaan melalui IKAPI juga dapat membuat biaya partisipasi dalam kegiatan tertentu menjadi lebih efisien.
Itulah pembahasan tentang IKAPI, mulai dari peran, fungsi, manfaat, hingga cara menjadi anggota. Bagi kamu yang menjalankan usaha penerbitan, bergabung dengan IKAPI bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan, meningkatkan profesionalitas, sekaligus ikut tumbuh bersama industri perbukuan Indonesia.
Sumber:
https://www.ikapi.org







