Pemahaman akan variabel penelitian akan mampu membantu dalam proses perancangan kegiatan agar lebih terarah dan sesuai dengan tujuan. Dalam suatu penelitian variabel juga disebut dengan faktor atau aspek yang dapat diukur, diamati serta dimanipulasi. Variabel ini dapat memberikan pengaruh pada hasil penelitian pada kegiatan skripsi maupun pengembangan bidang akademi.Â
Memahami variabel merupakan suatu hal yang penting karena dengan variabel penelitian ini para peneliti atau akademisi dapat menyusun kerangka berpikir yang jelas, merumuskan hipotesis yang sesuai dan juga menentukan metode pengumpulan data yang tepat. Ini akan menjadi penentu kesuksesan dalam kegiatan penelitian sehingga perlu menjadi perhatian utama.Â
Daftar Isi
TogglePengertian Variabel Penelitian Menurut Ahli
Variabel penelitian adalah suatu format yang ditetapkan yang digunakan peneliti dalam suatu penelitian untuk memperoleh informasi dan menarik kesimpulan darinya.
Variabel penelitian ini sangat penting untuk membantu menyusun kerangka berpikir yang jelas, menentukan metode pengumpulan data yang tepat dan juga merumuskan hipotesis yang sesuai.Â
Variabel penelitian sendiri memiliki beberapa jenis yang harus diperhatikan oleh para peneliti. Selain itu pahami juga beberapa pengertian variabel penelitian berdasarkan para ahli berikut ini.
- Kerlinger (2006) mendefinisikan variabel penelitian sebagai konstruk atau sifat yang akan dipelajari yang mempunyai nilai bervariasi. Variabel sendiri merupakan simbol atau lambang yang di dalamnya kita bisa memasukkan sembarang nilai atau bilangan.
- Suharsimi Arikunto (1998) mendefinisikan variabel penelitian sebagai suatu objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian kegiatan penelitian.Â
- Sugiyono (2009) sendiri mendefinisikan variabel penelitian sebagai segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti atau dipelajari sehingga memperoleh informasi mengenai hal tersebut agar mampu menarik kesimpulan darinya.Â
Baca Juga: 9 Metode Analisis Data Kualitatif: Jenis Pendekatan pada Penelitian
Klasifikasi Variabel Penelitian
Variabel penelitian skripsi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu berdasarkan skala pengukuran, berdasarkan peran dalam penelitian dan juga dapat tidaknya variabel tersebut dimanipulasi. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai masing-masing jenis variabel tersebut.
1. Skala Pengukuran
Klasifikasi variabel dalam penelitian dapat terbagi berdasarkan skala pengukurannya. Variabel penelitian berdasarkan skala pengukuran terbagi menjadi variabel nominal, ordinal, interval dan juga rasio.
2. Peran dalam Penelitian
Selanjutnya variabel juga dapat diklasifikasikan berdasarkan perannya dalam penelitian. Variabel dalam jenis ini terbagi menjadi variabel independen, dependen, kontrol, pengganggu, moderator dan juga variabel rambang.
3. Dapat Tidaknya Dimanipulasi
Variabel juga dapat terklasifikasi berdasarkan dapat tidaknya variabel tersebut dimanipulasi. Variabel ini akan terbagi menjadi variabel dinamis dan juga statis.
Baca Juga: Apa Itu Teknik Pengumpulan Data? Macam dan Contohnya
Jenis Variabel Berdasarkan Skala Pengukuran
Pembagian jenis variabel yang pertama yaitu berdasarkan skala pengukurannya. Jenis variabel ini terbagi menjadi variabel nominal, ordinal, interval serta rasio. Berikut ini adalah beberapa informasi selengkapnya mengenai variabel berdasarkan skala pengukuran.
1. Variabel Nominal
Contoh variabel penelitian berdasarkan skala pengukurannya yaitu variabel nominal. Variabel nominal merupakan variabel penelitian dengan skala paling sederhana karena memiliki fungsi untuk membedakan atau memberi label satu subjek dalam kategori. Contoh variabel nominal ini yaitu pada jenis kelamin ada laki-laki dan juga perempuan.
Variabel penelitian nominal merupakan variabel dengan derajat paling rendah. Variabel jenis ini memiliki ciri-ciri yaitu tidak dapat dilakukan operasi matematis karena bentuk datanya berupa kualitatif. Hal ini berbeda dengan data-data interval atau rasio yang dapat dilakukan operasi di dalamnya.
Selain itu variabel nominal ini berbeda dengan variabel ordinal atau bertingkat. Maka dari itu tidak ada data yang lebih baik atau lebih tinggi dari lainnya karena tidak menunjukkan adanya perbedaan tingkat.
Penerbit Deepublish Jakarta memiliki E-Book Menaklukan Writer’s Block yang akan membantu anda dalam menemukan solusi dan mendapatkan ide dalam menulis naskah
2. Variabel Ordinal
Variabel berdasarkan skala pengukuran yang selanjutnya yaitu variabel ordinal. Variabel ordinal merupakan variabel yang akan dibedakan menjadi beberapa secara bertingkat. Contoh-contoh dari variabel ordinal ini yaitu status sosial ekonomi seperti miskin, menengah ke bawah, menengah ke atas hingga kaya.
Variabel jenis ini memiliki sifat hampir sama dengan variabel nominal namun memiliki perbedaan yaitu adanya tingkatan di dalamnya. Hal ini berarti terdapat data yang lebih baik atau lebih buruk.
Seperti pada status sosial ekonomi semakin tinggi maka lebih baik status sosial ekonomi tersebut di mata masyarakat. Sedangkan semakin rendah status ekonomi seseorang akan semakin rendah juga status ekonomi mereka di masyarakat. Variabel satu ini berbeda dengan variabel interval atau rasio karena tidak dapat dilakukan operasi matematis seperti layaknya variabel nominal.Â
3. Variabel Interval
Selanjutnya ada variabel interval. Variabel interval merupakan variabel yang terbentuk untuk membedakan informasi sehingga mempunyai tingkatan atau jarak yang pasti antara satu kategori dengan kategori lainnya. Contoh dari variabel ini yaitu seperti prestasi belajar pada suatu kelas.
Adanya jarak pasti pada data variabel ini menjadikan data interval dapat dilakukan operasi matematis. Ini yang membedakannya dengan variabel ordinal dan juga nominal.
4. Variabel Rasio
Variabel berdasarkan skala pengukuran yang selanjutnya yaitu variabel rasio. Variabel racing merupakan variabel yang terbentuk untuk membedakan sehingga memiliki tingkatan jarak yang pasti serta tiap-tiap nilai kategori memiliki ukuran dari titik yang sama. Contoh dari variabel ini yaitu berat badan atau tinggi badan.
Variabel rasio ini sama dengan variabel interval namun memiliki perbedaan yaitu terdapat nilai nol absolut yang diukur dari titik awal atau titik mula yang sama.
Baca Juga: Fokus Penelitian: Pengertian, Cara Menentukan, dan Contohnya
Jenis Variabel Berdasarkan Peran dalam Penelitian
Jenis variabel dalam penelitian juga dibedakan berdasarkan perannya. Jenis variabel ini terbagi menjadi variabel independen, dependen, kontrol, pengganggu, moderator hingga rambang. Berikut ini adalah informasi selengkapnya.
1. Variabel Independen
Variabel dalam penelitian berdasarkan peran dan fungsinya yang pertama yaitu variabel independen. Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel lain. Di dalam suatu penelitian, variabel independen akan dimanipulasi oleh peneliti sehingga mampu melihat bagaimana efeknya terhadap variabel dependen.
Contohnya yaitu pada penelitian metode belajar terhadap nilai ujian, dalam posisi ini metode belajar adalah variabel independen.Â
2. Variabel DependenÂ
Variabel berdasarkan peran dan fungsinya yaitu variabel dependen. Variabel ini merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen.
Jenis-jenis variabel ini diukur untuk melihat apakah perubahan pada variabel independen akan memiliki dampak atau tidak.Â
Contoh variabel dependen yaitu pada penelitian metode belajar terhadap nilai ujian, nilai ujian ini menjadi variabel dependen.Â
3. Variabel Kontrol
Variabel berdasarkan peran dan fungsinya yang selanjutnya yaitu variabel kontrol. Variabel kontrol merupakan variabel yang tetap konstan dalam penelitian untuk memastikan bahwa hasil yang muncul hanya dipengaruhi oleh variabel independen saja. Variabel kontrol penting untuk menjaga validitas penelitian.
Contohnya yaitu pada penelitian mengenai metode belajar dan nilai ujian, variabelnya seperti ini belajar harus dikontrol sehingga tidak mempengaruhi hasil.
4. Variabel Pengganggu
Variabel berdasarkan perannya yang selanjutnya yaitu variabel pengganggu. Variabel pengganggu merupakan variabel yang tidak diinginkan dan dapat mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Kalau forever ini tidak dikendalikan maka bisa mengaburkan hasil penelitian.
Contoh dari variabel ini yaitu di dalam penelitian efek metode pembelajaran terhadap hasil ujian, variabel pengganggu yang muncul yaitu tingkat kecerdasan alami hingga lingkungan belajar.Â
5. Variabel Moderator
Selanjutnya yaitu ada variabel moderator. Variabel moderator merupakan variabel yang mempengaruhi kekuatan atau arah suatu hubungan variabel independen serta dependen.
Contohnya yaitu dalam penelitian hubungan antara kinerja karyawan dan stres pada lingkungan kerja, usia dan pengalaman bisa menjadi variabel moderator yang mengubah intensitas keduanya.Â
Variabel Rambang
Variabel berdasarkan perannya yang selanjutnya yaitu variabel rambang. Variabel merupakan variabel yang ikut mempengaruhi variabel terikat namun pengaruhnya tidak begitu memiliki arti. Menjadikan variabel ini seringkali diabaikan.
Jenis Variabel Berdasarkan Dapat Tidaknya Dimanipulasi
Rani juga beberapa jenis variabel yang dibedakan berdasarkan dapat tidaknya dimanipulasi. Jenis variabel ini akan dibedakan menjadi variabel dinamis serta statis.
1. Variabel Dinamis
Variabel dinamis merupakan variabel yang dapat diintervensi serta dimanipulasi oleh para peneliti. Contoh variabel dinamik ini adalah teknik latihan, strategi, metode pengajaran dan lain sebagainya.
2. Variabel Statis
Variabel statis sendiri merupakan suatu variabel yang tidak dapat diintervensi atau dimanipulasi oleh para peneliti. Variabel ini berisi informasi seperti aslinya. Contoh variabel statis ini adalah jenis kelamin, umur, status kependudukan dan lain sebagainya.
Jenis Variabel Berdasarkan Sifatnya
Variabel dalam penelitian juga dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya. Variabel jenis ini akan dibedakan menjadi dua yaitu variabel kualitatif serta kuantitatif. Di dalamnya terdapat beberapa jenis variabel turunan yang perlu diperhatikan.
1. Variabel Kualitatif
Jenis variabel berdasarkan sifatnya terbagi menjadi variabel penelitan kualitatif. Variabel kualitatif sendiri merupakan variabel kategorik. Variabel ini mengambil nama atau label sehingga dapat masuk ke dalam kategori. Contohnya jenis kelamin yaitu laki-laki serta perempuan atau status perkawinan yaitu single dan menikah.
2. Variabel KuantitatifÂ
Selanjutnya ada jenis variabel penelitan kuantitatif. Variabel kuantitatif merupakan variabel numerik. Variabel ini mewakili kuantitas yang dapat dihitung dan juga diukur. Contohnya yaitu jumlah penduduk pada suatu RT, tinggi badan laki-laki, dan lain sebagainya.
Variabel kuantitatif atau numerik ini akan terbagi lagi menjadi variabel diskrit dan juga variabel kontinu.
- Â Â Variabel Diskrit
Variabel diskrit yaitu variabel numerik yang diperoleh dari hasil perhitungan. Contohnya yaitu jumlah rumah pada suatu RT, jumlah pelajar yang berada pada kelas 9 pada suatu SMP, jumlah mahasiswa yang mengambil suatu mata kuliah dan lain sebagainya.
- Â Â Variabel Kontinu
Variabel kontinu yaitu variabel numerik yang diperoleh dari hasil pengukuran. Salah satu contoh dari variabel ini yaitu suhu badan, tinggi badan hingga berat badan.
Cara Menentukan Variabel Penelitian yang Sesuai
Setelah memahami berbagai jenis variabel dalam penelitian, pahami juga beberapa cara menentukan variabel penelitian yang sesuai sehingga mampu membentuk serta mengolah skripsi dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa cara menentukan variabel dalam penelitian yang sesuai.
1. Identifikasi masalah di dalam penelitianÂ
Langkah yang penting dalam menentukan variabel x dan y yang penting dalam penelitian yaitu dengan mengidentifikasi masalah di dalam penelitian tersebut. Dari permasalahan pada penelitian, peneliti bisa mulai melakukan pemetaan pada faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi atau dipengaruhi dalam penelitian. Hal ini akan mampu membantu menentukan variabel dalam kegiatan tersebut.
2. Cari referensi terkaitÂ
Dalam menentukan variabel penelitian, peneliti bisa melakukan peningkatan pemahaman dengan mencari referensi terkait. Melakukan tinjauan referensi ini akan membantu mengidentifikasi variabel yang telah digunakan pada penelitian serupa sebelumnya. Para peneliti dapat melihat bagaimana peneliti lain mengukur fenomena yang mirip dan juga variabel apa yang dulu telah mereka gunakan.
3. Tentukan hubungan antara variabelÂ
Cara menentukan variabel yang selanjutnya yaitu menentukan hubungan antara variabel. Ketika masalah dan variabel potensial sudah teridentifikasi, peneliti bisa menentukan hubungan antara variabel-variabel tersebut.
Perhatikan apakah satu variabel akan mempengaruhi variabel lainnya atau pada faktor lain yang memoderasi hubungan tersebut. Pemahaman ini akan membantu dalam menentukan variabel.
4. Gunakan definisi operasionalÂ
Setiap variabel penelitian yang terpilih harus didefinisikan secara operasional. Definisi operasional merupakan cara spesifik ketika variabel diukur dalam penelitian. Misalnya yaitu ketika variabel dalam penelitian merupakan pemahaman, maka definisi operasionalnya bisa berupa skor atau survei pemahaman.
5. KonsultasiÂ
Ketika mengalami kesulitan dalam menentukan variabel penelitian, lakukan konsultasi dengan ahli atau dosen pembimbing sehingga dapat membantu. Minta masukkan pada para ahli sehingga bisa memberikan informasi berharga mengenai variabel mana yang relevan dan bagaimana cara mengukurnya.Â
Itulah dia informasi mengenai variabel penelitian yang berguna dalam pembentukan dan penulisan skripsi. Pemahaman akan variabel dalam penelitian akan membantu proses pembuatan skripsi sehingga dapat memberikan hasil akhir yang sesuai keinginan.






