Pernah melihat hasil pemeriksaan Turnitin dengan angka similarity tertentu, tetapi masih bingung bagaimana sistem tersebut bisa menemukan kemiripan dalam sebuah tulisan? Di balik laporan Turnitin yang muncul, ada serangkaian proses yang membuat cara kerja Turnitin mampu mendeteksi kesamaan teks dari berbagai sumber secara cukup detail. Bagaimana prosesnya? Simak ulasannya berikut ini.
Baca Juga: Cara Mengatasi Karya Ilmiah yang Terkena Turnitin Repository
Daftar Isi
ToggleApa Itu Turnitin?
Turnitin adalah sebuah platform pemeriksaan kemiripan teks yang banyak digunakan di lingkungan akademik untuk membantu mengevaluasi orisinalitas karya tulis. Sistem ini memungkinkan pengguna membandingkan dokumen yang diunggah dengan berbagai sumber yang tersimpan dalam basis data Turnitin.
Saat ini, Turnitin digunakan oleh banyak universitas, sekolah, lembaga penelitian, hingga penerbit akademik di berbagai negara. Kehadirannya membantu dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya kesamaan teks dengan sumber lain.
Meski sering disebut sebagai alat pendeteksi plagiarisme, sebenarnya fungsi utama Turnitin adalah menampilkan tingkat kemiripan atau similarity antara sebuah dokumen dengan sumber yang ditemukan dalam databasenya. Hasil tersebut kemudian dapat dianalisis lebih lanjut sesuai konteks penulisan dan penggunaan sitasi.
Baca Juga: Pahami 8 Gaya Sitasi dalam Kepenulisan Karya Ilmiah
Bagaimana Cara Kerja Turnitin?
Banyak mahasiswa mengira Turnitin hanya sekadar alat yang membandingkan dokumen dengan sumber di internet. Padahal, sistem ini bekerja melalui beberapa tahapan analisis teks yang cukup kompleks untuk mendeteksi tingkat kemiripan sebuah tulisan dengan berbagai sumber yang tersimpan dalam databasenya. Begini cara kerjanya:
1. Pra-pemrosesan Teks (Pre-processing)
Tahap pertama yang dilakukan Turnitin adalah membersihkan dokumen sebelum proses pemeriksaan dimulai. Sistem akan mengabaikan elemen yang tidak termasuk teks utama, seperti gambar, tabel, grafik, catatan kaki, maupun format khusus lainnya.
Selain itu, Turnitin juga menstandarkan format tulisan dengan menyesuaikan penggunaan huruf besar dan kecil serta menghapus karakter yang tidak relevan. Tujuannya adalah agar sistem dapat fokus menganalisis isi tulisan secara lebih akurat tanpa terganggu oleh elemen visual atau format dokumen.
2. Memecah Teks Menjadi Token (Tokenization)
Setelah dokumen dibersihkan, Turnitin akan memecah teks menjadi bagian-bagian kecil yang disebut token. Token dapat berupa kata tunggal, frasa, atau rangkaian beberapa kata yang saling berhubungan.
Misalnya, sebuah kalimat akan dipecah menjadi beberapa kombinasi kata sehingga sistem dapat mengenali pola kalimat secara lebih detail. Proses ini membantu Turnitin menemukan kemiripan meskipun hanya sebagian frasa yang sama dengan sumber lain.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Penulisan
3. Melakukan Pencocokan dengan Database (Text Matching)
Tahap berikutnya adalah membandingkan token-token yang telah dihasilkan dengan jutaan dokumen yang tersimpan dalam database Turnitin. Database tersebut mencakup berbagai sumber, mulai dari tugas mahasiswa, artikel jurnal, e-book, repository institusi, hingga halaman web yang telah diindeks.
Dalam proses ini, Turnitin tidak hanya mencari kata yang identik, tetapi juga mampu mendeteksi pola kalimat yang sangat mirip. Karena itu, sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim belum tentu membuat sebuah tulisan lolos dari deteksi kemiripan. Pada tahap inilah cara kerja software Turnitin menunjukkan kemampuannya dalam melakukan pencarian kemiripan secara otomatis terhadap jutaan dokumen yang tersimpan dalam berbagai basis data akademik dan sumber daring.
Penerbit Deepublish Jakarta memiliki E-Book Cara Praktis Menulis Buku yang bisa bisa membantu anda dalam mempercepat penulisan naskah buku
4. Mengidentifikasi Kemiripan Teks
Untuk menemukan kesamaan, Turnitin menggunakan beberapa metode pencocokan. Salah satunya adalah string matching, yaitu membandingkan kata atau frasa yang sama persis dengan sumber lain.
Selain itu, terdapat pula pendekatan yang lebih fleksibel untuk mengenali teks yang mengalami perubahan kecil, seperti penggantian kata, penyesuaian susunan kalimat, atau modifikasi tertentu lainnya. Inilah alasan mengapa hasil parafrase yang kurang tepat masih dapat terdeteksi memiliki kemiripan dengan sumber asli.
5. Menghitung Similarity Index
Setelah semua kecocokan ditemukan, sistem akan menghitung persentase kemiripan atau similarity index. Nilai ini menunjukkan seberapa besar bagian dokumen yang memiliki kesamaan dengan sumber-sumber yang ditemukan oleh Turnitin.
Sebagai contoh, sebagian teks mungkin cocok dengan artikel jurnal, sebagian lainnya dengan situs web, dan beberapa bagian lagi dengan dokumen akademik lain. Seluruh persentase tersebut kemudian diakumulasikan menjadi skor similarity yang muncul pada laporan hasil pemeriksaan.
Penting untuk dipahami bahwa similarity index bukanlah ukuran pasti plagiarisme. Persentase kemiripan hanya menunjukkan adanya kesamaan teks, sedangkan konteks penggunaan kutipan, sitasi, dan daftar pustaka tetap perlu dianalisis lebih lanjut.
6. Menampilkan Laporan Hasil Pemeriksaan
Tahap terakhir adalah pembuatan laporan kemiripan (similarity report). Laporan ini berisi informasi lengkap mengenai hasil analisis dokumen, termasuk persentase similarity, daftar sumber yang terdeteksi, serta bagian-bagian teks yang memiliki kemiripan.
Biasanya, bagian yang dianggap mirip akan diberi warna tertentu sehingga pengguna dapat melihat dengan mudah letak kemiripan tersebut. Turnitin juga menyediakan fitur penyaringan untuk mengabaikan kutipan resmi, daftar pustaka, atau frasa pendek yang berada di bawah batas kata tertentu. Dengan laporan ini, penulis dapat melakukan revisi dan memperbaiki bagian yang masih memiliki tingkat kemiripan tinggi sebelum naskah dikumpulkan atau dipublikasikan.
Bagaimana Mengatur Turnitin dengan Index Rendah?
Mendapatkan skor similarity yang rendah bukan berarti harus mengubah seluruh isi tulisan secara drastis. Sebaliknya, fokuslah pada kualitas penulisan akademik yang baik sehingga naskah tetap orisinal dan mudah dipertanggungjawabkan.
Beberapa hal berikut dapat membantu kamu mengurangi tingkat kemiripan secara wajar tanpa mengorbankan kualitas isi tulisan:
- Gunakan sumber referensi yang kredibel dan beragam. Semakin beragam referensi yang digunakan, semakin besar peluang kamu menghasilkan analisis yang lebih kaya dan tidak terpaku pada satu pola penulisan tertentu.
- Lakukan parafrase dengan benar. Bukan hanya mengganti beberapa kata dengan sinonim, tetapi cobalah memahami ide utama dari sumber yang dibaca, kemudian tuliskan kembali menggunakan struktur kalimat dan gaya bahasa kamu sendiri.
- Tambahkan analisis dan pendapat pribadi, termasuk interpretasi, analisis, perbandingan, atau pembahasan tambahan yang menunjukkan kontribusi pemikiranmu.
- Gunakan sitasi sesuai aturan akademik.
- Batasi penggunaan kutipan langsung.
- Pastikan daftar pustaka tersusun dengan benar sesuai format yang berlaku.
Demikian penjelasan mengenai cara kerja Turnitin mulai dari proses analisis teks hingga penyusunan laporan similarity. Dengan mengetahui bagaimana sistem ini bekerja, kamu bisa lebih bijak dalam menyusun tulisan akademik yang orisinal, terstruktur, dan tetap sesuai kaidah ilmiah.
Sumber:
“Bagaimana Cara Kerja Turnitin?” Perpustakaan UMY, 22 Jun. 2022, https://library.umy.ac.id/bagaimana-cara-kerja-turnitin/.
“Apa Itu Turnitin? Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Lolos Cek Plagiarisme untuk Mahasiswa.” eduNitas, https://edunitas.com/edunews/detail/apa-itu-turnitin-cara-kerja-fungsi-batas-aman-tips-lolos/.
“Memahami Cara Kerja Similarity Detection seperti Turnitin: Bukan Sekadar Mesin Anti-Plagiarisme.” Binus University, https://socs.binus.ac.id/2025/10/17/memahami-cara-kerja-similarity-detection-seperti-turnitin-bukan-sekadar-mesin-anti-plagiarisme/.






