Pahami 8 Gaya Sitasi dalam Kepenulisan Karya Ilmiah

gaya sitasi

Menulis karya ilmiah tidak hanya soal isi yang kuat, tapi juga bagaimana kamu menyusun referensi dengan rapi dan kredibel. Di sinilah pentingnya memahami gaya sitasi agar tulisanmu terlihat profesional sekaligus terhindar dari plagiarisme.  

Apa Itu Sitasi?

Sitasi adalah cara mencantumkan sumber rujukan dalam karya ilmiah sebagai bentuk penghargaan terhadap pemikiran penulis lain. Dalam praktiknya, sitasi bisa berupa kutipan langsung, parafrase, maupun pengambilan ide yang kemudian ditulis ulang dengan gaya sendiri. 

Dengan adanya sitasi, pembaca tidak hanya memahami isi tulisan, tetapi juga dapat menelusuri sumber asli yang digunakan, baik dari jurnal, buku, maupun publikasi akademik lainnya.

Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka Harvard Style dari Berbagai Sumber

8 Gaya Sitasi dalam Karya Ilmiah

Setiap bidang ilmu biasanya memiliki preferensi gaya sitasi yang berbeda. Memahami variasinya akan memudahkan anda dalam menyesuaikan penulisan sesuai kebutuhan akademik atau jurnal yang dituju. Berikut delapan di antaranya:

1. Sitasi APA Style

APA Style adalah standar penulisan sitasi dan daftar pustaka yang banyak digunakan dalam karya ilmiah, terutama di bidang sosial, pendidikan, dan psikologi. Gaya ini mengatur cara penulisan in-text citation (nama penulis dan tahun), format reference list, hingga struktur penulisan sumber seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel penelitian. 

Penggunaan APA Style membantu menjaga integritas akademik, memudahkan penelusuran sumber, serta menjadi bagian penting dalam penulisan skripsi, tesis, disertasi, hingga publikasi jurnal terindeks seperti SINTA atau Scopus. 

Penulisan in-text citation:(Sari, 2023). 

Penulisan daftar pustaka: Sari, A. (2023). Judul buku. Penerbit. Untuk footnote, biasanya tidak digunakan secara dominan dalam APA Style.

2. Sitasi MLA Style

MLA Style adalah gaya penulisan sitasi dan daftar pustaka yang dikembangkan oleh Modern Language Association dan umum digunakan dalam bidang humaniora seperti sastra, bahasa, dan studi budaya. 

MLA Style menekankan penggunaan in-text citation dengan format nama penulis dan nomor halaman, serta penulisan daftar pustaka (works cited) yang sistematis untuk sumber seperti buku, artikel jurnal, hingga sumber digital.

Penulisan in-text citation: (Sari 45) tanpa tahun. 

Penulisan daftar pustaka: Sari, Andi. Judul Buku. Penerbit, 2023. 

3. Sitasi Chicago Style

Chicago Style adalah gaya penulisan sitasi dan referensi yang banyak digunakan dalam karya ilmiah, khususnya di bidang sejarah, humaniora, dan ilmu sosial. Gaya ini memiliki dua sistem utama, yaitu Notes and Bibliography (catatan kaki dan daftar pustaka) serta Author-Date (nama penulis dan tahun dalam teks), yang memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan penulisan. 

Chicago Style mengatur secara rinci format kutipan, penulisan sumber seperti buku, jurnal ilmiah, hingga arsip digital, sehingga memudahkan pembaca dalam menelusuri referensi.

Penulisan footnote: 1Andi Sari, Judul Buku (Jakarta: Penerbit, 2023), 45.

Penulisan daftar pustaka: Sari, Andi. Judul Buku. Jakarta: Penerbit, 2023.

Baca Juga: Cara Menulis Sitasi 2 Orang atau Lebih dengan Model APA, MLA, dan AMA

4. Sitasi Harvard Style

Harvard Style merupakan metode penulisan sitasi yang menempatkan identitas sumber, berupa nama penulis dan tahun publikasi langsung di dalam kalimat. Sehingga, pembaca dapat segera mengetahui rujukan tanpa harus melihat catatan kaki. 

Pola ini banyak dipakai dalam karya ilmiah modern karena memudahkan alur membaca sekaligus mempercepat proses verifikasi sumber pada daftar referensi di bagian akhir. 

Penulisan in-text citation: (Sari, 2023). 

Penulisan daftar pustaka: Sari, A. 2023, Judul Buku, Penerbit.

5. Sitasi IEEE Style

IEEE Style adalah gaya penulisan sitasi yang menggunakan sistem penomoran (numbering system), di mana setiap sumber diberi nomor urut sesuai kemunculannya dalam teks. 

Nomor tersebut biasanya ditulis dalam tanda kurung siku seperti [1], [2], dan seterusnya, lalu dirujuk pada daftar pustaka (reference list) di bagian akhir. Gaya ini banyak digunakan dalam bidang teknik, informatika, dan sains terapan karena efisien, ringkas, serta tidak mengganggu alur pembacaan.

Dalam teks, anda akan menemukan angka seperti [1] yang merujuk ke daftar pustaka.

Penulisan daftar pustaka: [1] A. Sari, Judul Buku. Jakarta: Penerbit, 2023.

6. Sitasi Vancouver Style

Vancouver Style adalah gaya penulisan sitasi berbasis angka (numeric citation) yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran, kesehatan, dan ilmu biomedis. 

Dalam sistem ini, sumber ditandai dengan nomor sesuai urutan kemunculan di dalam teks, biasanya ditulis sebagai superskrip atau dalam tanda kurung lalu dirujuk pada daftar pustaka yang disusun secara berurutan. 

Vancouver Style dikenal praktis karena tidak memuat nama penulis di dalam teks, sehingga alur pembacaan tetap ringkas dan fokus pada isi. 

Dalam teks, formatnya bisa berupa angka superscript atau dalam kurung seperti (1). Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan kemunculan, bukan alfabet.

Contohnya: 1. Sari A. Judul buku. Jakarta: Penerbit; 2023. Gaya ini sangat umum digunakan dalam publikasi medis dan sitasi jurnal ilmiah kesehatan.

Baca Juga: 8 Contoh Metode Penelitian dan Penerapannya dalam Karya Ilmiah

7. Sitasi AMA Style

AMA Style adalah gaya penulisan sitasi yang dikembangkan oleh American Medical Association dan banyak digunakan dalam bidang kedokteran, kesehatan, serta ilmu biomedis. 

Gaya ini menggunakan sistem penomoran berurutan (numeric citation), di mana sumber ditandai dengan angka superskrip dalam teks sesuai urutan kemunculan, kemudian dirinci pada daftar pustaka (reference list) di bagian akhir. 

AMA Style mengatur format penulisan referensi secara detail untuk jurnal medis, artikel penelitian, buku, hingga laporan klinis, sehingga mendukung akurasi sitasi dan konsistensi penulisan ilmiah.

Penulisan in-text citation: ¹ atau (1). 

Penulisan daftar pustaka: Sari A. Judul Buku. Jakarta: Penerbit; 2023.

8. Sitasi ACS Style

ACS Style adalah gaya penulisan sitasi yang dikembangkan oleh American Chemical Society dan umum digunakan dalam bidang kimia serta sains terkait. 

Gaya ini menawarkan beberapa pendekatan sitasi, seperti sistem penomoran (numeric citation), author-date, maupun superscript number, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan penulisan artikel ilmiah. 

enerapannya membantu menjaga konsistensi penulisan, memudahkan identifikasi sumber, serta mendukung penyusunan laporan praktikum, skripsi, dan publikasi ilmiah

Contoh numerik: [1], atau superscript: ¹. 

Penulisan daftar pustaka: Sari, A. Judul Buku; Penerbit: Jakarta, 2023.

Demikian penjelasan tentang berbagai gaya sitasi yang umum digunakan dalam karya ilmiah. Dengan memahami setiap jenisnya, anda bisa memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan penulisanmu. Ikuti terus informasi dari Jakarta Deepublish untuk mendapatkan wawasan seputar dunia pendidikian tinggi.

Sumber: “Apa Itu Sitasi? Panduan Penulisan Sitasi Penelitian APA dan MLA Style.” Deepublish Store, 30 Apr. 2025, https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/pedoman-penulisan-sitasi/.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar