Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif, Pengertian, Contoh, dan Ciri

Perbedaan kalimat aktif dan pasif

Banyak orang yang masih tertukar dalam menempatkan subjek dan objek, padahal perbedaannya bisa memengaruhi makna kalimat. Apakah anda juga termasuk salah satu orang tersebut? Jika iya, maka penting bagi anda untuk memahami perbedaan kalimat aktif dan pasif, supaya saat menulis artikel, laporan, atau buku, tidak lagi salah.

Apa Itu Kalimat Aktif?

Secara sederhana, kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Dalam struktur ini, subjek berperan sebagai pelaku utama. Biasanya, predikatnya berupa kata kerja berimbuhan me- atau ber-. Terdapat jenis jenis kalimat aktif seperti kalimat aktif intransitif, transitif, semitransitif dan masih banyak lainya.

Dalam kalimat aktif, pola yang paling umum digunakan adalah S-P-O (Subjek-Predikat-Objek). Karena subjek bertindak langsung, kalimat aktif terasa lebih lugas dan dinamis. 

Selain itu, kalimat aktif lebih menekankan pada siapa yang melakukan tindakan. Jika anda ingin memperjelas pelaku dalam sebuah peristiwa, maka bentuk aktif adalah pilihan yang tepat. Struktur ini juga membuat tulisan terasa lebih hidup dan mudah dipahami pembaca.

Baca Juga: Mengenal Teks Tanggapan: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya

Apa Itu Kalimat Pasif?

Sebaliknya, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan. Artinya, subjek bukan lagi pelaku, melainkan penerima aksi. Dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif umumnya menggunakan imbuhan di- atau ter- pada predikatnya.

Struktur yang sering muncul pada kalimat pasif adalah O-P-S atau S-P (dengan makna objek yang dipindahkan ke posisi subjek). Fokus kalimat tidak lagi pada pelaku, melainkan pada tindakan atau hasil dari tindakan tersebut. Karena itu, pelaku bisa disebutkan atau bahkan dihilangkan.

Kalimat pasif biasanya digunakan ketika pelaku tidak diketahui, tidak ingin disebutkan, atau dianggap kurang penting. Dalam karya ilmiah dan laporan formal, bentuk pasif kerap dipakai untuk menciptakan kesan objektif dan netral.

Baca Juga: Penggunaan Tanda Koma Sesuai EYD V dan Contohnya

Ciri-ciri Kalimat Aktif

Sebelum melihat contoh kalimat aktif dan pasif, anda perlu memahami karakteristiknya terlebih dahulu. Berikut ciri-ciri kalimat aktif:

  • Subjek berperan sebagai pelaku tindakan.
  • Predikat berupa kata kerja aktif.
  • Umumnya menggunakan imbuhan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.
  • Dapat pula menggunakan imbuhan ber-.
  • Memiliki pola dasar S-P-O atau S-P-K.
  • Objek mengikuti predikat secara langsung.
  • Kalimat terasa lebih tegas dan langsung.
  • Fokus informasi pada pelaku.
  • Dapat diubah menjadi bentuk pasif jika memiliki objek.
  • Kata kerja tidak diawali imbuhan di-.
  • Banyak digunakan dalam tulisan naratif dan deskriptif.

Ciri-ciri Kalimat Pasif

Setelah memahami bentuk aktif, sekarang anda perlu mengenali kebalikannya. Memahami ciri ini akan membantumu saat mengubah kalimat aktif menjadi pasif dengan tepat. Berikut ciri-cirinya:

  • Subjek berperan sebagai penerima tindakan.
  • Predikat menggunakan imbuhan di-.
  • Bisa juga menggunakan imbuhan ter-.
  • Pelaku sering diawali kata “oleh”.
  • Pelaku bisa dihilangkan.
  • Pola umum O-P-S atau S-P.
  • Fokus informasi pada tindakan atau hasil.
  • Digunakan untuk menekankan objek.
  • Terkesan lebih formal atau objektif.
  • Sering dipakai dalam laporan ilmiah.
  • Dapat dibentuk dari kalimat aktif transitif.
  • Objek pada kalimat aktif berubah menjadi subjek.
  • Kata kerja aktif berubah bentuk menjadi pasif.
  • Tidak menggunakan imbuhan me- pada predikat.
  • Kadang digunakan untuk menghindari penyebutan pelaku.

50 Contoh Kalimat Aktif

Agar anda semakin paham, berikut 50 contoh kalimat aktif yang bisa dijadikan referensi. Perhatikan bahwa subjeknya melakukan tindakan secara langsung.

  1. Ibu memasak nasi di dapur.
  2. Ayah membaca koran pagi.
  3. Siswa mengerjakan tugas matematika.
  4. Guru menjelaskan materi dengan jelas.
  5. Rina menulis surat untuk temannya.
  6. Mereka membersihkan kelas bersama-sama.
  7. Andi memperbaiki sepeda rusak.
  8. Kami menonton film edukasi.
  9. Dosen memeriksa hasil ujian mahasiswa.
  10. Petani menanam padi di sawah.
  11. Polisi mengatur lalu lintas.
  12. Penulis menyusun naskah buku.
  13. Tim menyelesaikan proyek tepat waktu.
  14. Dokter memeriksa pasien dengan teliti.
  15. Anak itu menggambar pemandangan.
  16. Kepala sekolah memberikan sambutan.
  17. Warga membangun jembatan desa.
  18. Siti membeli buku baru.
  19. Adik menutup pintu kamar.
  20. Kami menyusun laporan kegiatan.
  21. Mahasiswa mempresentasikan hasil riset.
  22. Perusahaan meluncurkan produk baru.
  23. Budi mengirim email penting.
  24. Mereka mengadakan rapat daring.
  25. Tim IT memperbarui sistem.
  26. Rara menyiapkan sarapan pagi.
  27. Guru membimbing siswa lomba.
  28. Polisi menangkap pelaku kejahatan.
  29. Ibu mencuci pakaian.
  30. Ayah memperbaiki atap rumah.
  31. Siswa membaca buku di perpustakaan.
  32. Dosen menilai proposal penelitian.
  33. Tim desain membuat ilustrasi.
  34. Kami merencanakan acara sekolah.
  35. Peneliti mengumpulkan data lapangan.
  36. Andi membuka jendela kamar.
  37. Mereka menyusun strategi pemasaran.
  38. Ibu menyiapkan bekal anak.
  39. Sinta menghafal puisi.
  40. Warga menjaga kebersihan lingkungan.
  41. Kepala desa memimpin rapat.
  42. Siswa mengikuti ujian akhir.
  43. Editor mengoreksi naskah.
  44. Petugas membersihkan taman kota.
  45. Rudi memperbaiki komputer.
  46. Tim menyusun laporan akhir.
  47. Guru menegur siswa yang terlambat.
  48. Polisi menyelidiki kasus tersebut.
  49. Ayah menanam pohon mangga.
  50. Kami merayakan hari ulang tahun sekolah.

50 Contoh Kalimat Pasif

Sekarang perhatikan perubahan bentuknya. Berikut 50 contoh kalimat pasif yang sebagian merupakan transformasi dari kalimat aktif di atas.

  1. Nasi dimasak ibu di dapur.
  2. Koran pagi dibaca ayah.
  3. Tugas matematika dikerjakan siswa.
  4. Materi dijelaskan guru dengan jelas.
  5. Surat ditulis Rina untuk temannya.
  6. Kelas dibersihkan mereka bersama-sama.
  7. Sepeda rusak diperbaiki Andi.
  8. Film edukasi ditonton oleh kami.
  9. Hasil ujian diperiksa dosen.
  10. Padi ditanam petani di sawah.
  11. Lalu lintas diatur polisi.
  12. Naskah buku disusun penulis.
  13. Proyek diselesaikan tim tepat waktu.
  14. Pasien diperiksa dokter dengan teliti.
  15. Pemandangan digambar anak itu.
  16. Sambutan diberikan kepala sekolah.
  17. Jembatan desa dibangun warga.
  18. Buku baru dibeli Siti.
  19. Pintu kamar ditutup adik.
  20. Laporan kegiatan disusun oleh kami.
  21. Hasil riset dipresentasikan mahasiswa.
  22. Produk baru diluncurkan perusahaan.
  23. Email penting dikirim Budi.
  24. Rapat daring diadakan oleh mereka.
  25. Sistem diperbarui tim IT.
  26. Sarapan pagi disiapkan Rara.
  27. Siswa lomba dibimbing guru.
  28. Pelaku kejahatan ditangkap polisi.
  29. Pakaian dicuci ibu.
  30. Atap rumah diperbaiki ayah.
  31. Buku dibaca siswa di perpustakaan.
  32. Proposal penelitian dinilai dosen.
  33. Ilustrasi dibuat tim desain.
  34. Acara sekolah direncanakan kami.
  35. Data lapangan dikumpulkan peneliti.
  36. Jendela kamar dibuka Andi.
  37. Strategi pemasaran disusun mereka.
  38. Bekal anak disiapkan ibu.
  39. Puisi dihafalkan oleh Sinta.
  40. Kebersihan lingkungan dijaga warga.
  41. Rapat dipimpin kepala desa.
  42. Ujian akhir diikuti siswa.
  43. Naskah dikoreksi editor.
  44. Taman kota dibersihkan petugas.
  45. Komputer itu diperbaiki Rudi.
  46. Laporan akhir yang disusun oleh tim.
  47. Siswa yang terlambat ditegur guru.
  48. Kasus tersebut diselidiki polisi.
  49. Pohon mangga ditanam ayah.
  50. Hari ulang tahun sekolah dirayakan oleh kami.

Demikian ulasan mengenai perbedaan kalimat aktif dan pasif beserta pengertian, ciri, dan contohnya. Ketika anda sudah memahami polanya, proses menulis akan terasa lebih terarah dan tidak lagi ragu dalam menentukan struktur kalimat.

Bila anda ingin mengembangkan materi ini menjadi buku pendidikan anak yang sistematis dan sesuai kaidah, Deepublish Jakarta siap membantu proses penerbitannya secara profesional. Jadi, pemahaman teori bisa langsung anda wujudkan menjadi karya nyata yang bermanfaat.

Sumber: 

“Perbedaan Contoh Kalimat Aktif dan Pasif, Ciri, serta Jenis.” Ruang Guru, 12 Des. 2023, https://www.ruangguru.com/blog/kalimat-aktif-dan-pasif.

“100 Contoh Kalimat Aktif, Pasif, dan Cara Membuatnya.” Brain Academy, 16 Okt. 2025, https://www.brainacademy.id/blog/contoh-kalimat-aktif-dan-pasif.

“Contoh Kalimat Aktif dan Pasif: Pengertian, Contoh, dan Cara Menggunakannya.” GPS, 15 Jan. 2024, https://globalprestasi.sch.id/id/news-event/contoh-kalimat-aktif-dan-pasif/.“Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Beserta Contohnya.” FKIP UMSU, 24 Agu. 2023, https://fkip.umsu.ac.id/kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif-beserta-contohnya/.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar