Anda ingin meniti karier di dunia akademik sebagai dosen, tapi masih bingung bagaimana caranya? Memahami cara menjadi dosen bukan sekadar tentang mencari pekerjaan, melainkan tentang mempersiapkan dedikasi panjang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui riset dan pengajaran.
Jika merasa terpanggil untuk berkontribusi di perguruan tinggi sebagai dosen, mari simak langkah strategis berikut supaya persiapan jauh lebih matang karena terdapat jenis jenis dosen yang bisa dipilih.
Daftar Isi
TogglePengertian Dosen
Sebelum mengetahui cara menjadi dosen, mungkin perlu merefleksikan kembali pengertian dosen itu sendiri. Dosen merupakan seorang pendidik serta ilmuwan yang bertugas untuk mentransformasikan, mengembangkan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen tidak hanya bertanggung jawab di dalam kelas, tetapi juga menjadi “motor” melalui berbagai temuan ilmiah.
Dalam ekosistem pendidikan tinggi, dosen berperan sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mengembangkan potensi akademik dan karakter mereka secara optimal. Anda akan dituntut untuk selalu memperbarui wawasan agar relevan dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, terutama di era digital saat ini.
Secara formal, status dosen di Indonesia diatur untuk memastikan standar kualitas pendidikan nasional tetap terjaga dan kompetitif di kancah internasional. Anda akan terikat pada kode etik akademik dan sistem penjenjangan karier yang jelas. Menjadi dosen berarti siap menjadi bagian dari komunitas intelektual yang dihormati dan memiliki pengaruh luas dalam pembangunan masyarakat.
Baca Juga: 8 Strategi Manajemen Waktu untuk Dosen di Jakarta
Syarat Menjadi Dosen
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu memahami bahwa standar kualifikasi untuk pendidik di perguruan tinggi telah mengalami pembaruan sesuai regulasi terbaru. Berikut beberapa syarat menjadi dosen:
1. Lulus S1 dengan IPK Minimum
Pertama, gelar S1 menjadi fondasi utama yang menunjukkan bahwa telah menguasai dasar-dasar keilmuan di bidang yang tekuni sebelum berlanjut ke jenjang spesialis. Nilai akademis pada tahap ini sangat penting karena mencerminkan kedisiplinan dan penguasaan materi selama masa perkuliahan.
2. Lulus S2
Sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, syarat mutlak untuk mengajar di jenjang perguruan tinggi adalah minimal memiliki ijazah Magister atau S2. Pendidikan pascasarjana ini membekali dengan kemampuan analisis yang lebih dalam dan metodologi penelitian.
Jika juga mencari tahu cara menjadi dosen muda, menyelesaikan studi S2 tepat waktu dengan prestasi adalah jalur tercepat yang bisa ditempuh. Banyak perguruan tinggi kini memberikan kesempatan luas bagi lulusan baru S2 yang memiliki potensi riset tinggi untuk bergabung sebagai staf pengajar.
3. Memiliki Kualifikasi Akademik
Kualifikasi akademik tidak hanya soal gelar, tetapi juga mencakup kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikat keahlian atau pengakuan dari lembaga otoritas terkait. Anda harus memastikan bahwa seluruh dokumen kelulusanmu berasal dari program studi dan perguruan tinggi yang telah terakreditasi secara resmi oleh BAN-PT.
4. Memenuhi Kualifikasi Akademik
Selain ijazah formal, juga perlu memperhatikan kompetensi pedagogik atau kemampuan dalam mengelola pembelajaran secara efektif bagi mahasiswa. Memenuhi kualifikasi ini berarti siap untuk menyusun silabus, rencana pembelajaran, serta melakukan evaluasi hasil belajar yang objektif dan transparan.
Standar ini diterapkan agar proses transfer ilmu tidak hanya terjadi secara satu arah, tetapi mampu menciptakan interaksi intelektual yang dinamis. Anda harus terus mengasah kemampuan komunikasi dan manajemen kelas agar proses belajar mengajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan inspiratif.
5. Kesesuaian Bidang Ilmu
Pihak universitas biasanya mensyaratkan adanya linieritas antara bidang keilmuan pada jenjang S1, S2, hingga S3 jika sudah menempuhnya. Jika memiliki latar belakang yang berbeda antar jenjang, pastikan terdapat kaitan yang kuat atau kebutuhan khusus dari prodi yang lamar. Fokus pada satu rumpun ilmu akan memudahkanmu dalam membangun rekam jejak riset yang konsisten.
Baca Juga: Mengenal Guru Besar: Jabatan Tertinggi Dosen di Dunia Akademis
6. Aktif Mengikuti Publikasi Ilmiah
Dunia akademik sangat menghargai kontribusi nyata dalam bentuk karya tulis yang diterbitkan di jurnal ilmiah, baik skala nasional maupun internasional. Anda disarankan untuk mulai aktif menulis dan melakukan penelitian sejak masih di bangku kuliah agar memiliki portofolio yang kuat saat melamar kerja.
Publikasi ilmiah menjadi bukti bahwa memiliki kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas dalam memecahkan suatu permasalahan di bidangmu. Hal ini juga menjadi nilai tambah yang sangat signifikan saat mencari lowongan dosen di universitas-universitas ternama yang berbasis riset.
7. Paham Tri Dharma Perguruan Tinggi
Sebagai calon dosen, wajib memahami dan mengamalkan prinsip Tri Dharma yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Ketiga poin ini merupakan satu kesatuan tugas yang tidak boleh dipisahkan dalam menjalankan profesi sebagai pendidik di perguruan tinggi.
8. Minimal IPK 3.00
Meskipun setiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda, standar umum IPK minimal untuk melamar sebagai dosen adalah 3.00 dalam skala 4.00. Beberapa perguruan tinggi favorit atau perguruan tinggi negeri bahkan seringkali mematok standar IPK yang lebih tinggi, misalnya 3.25 atau 3.50.
9. Bebas Tindak Pidana
Integritas moral adalah syarat yang tidak bisa ditawar karena dosen merupakan figur teladan bagi para mahasiswa dan masyarakat luas. Anda wajib menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang menunjukkan bahwa tidak pernah terlibat dalam kasus hukum atau tindak pidana.
10. Sertifikasi Pendidikan
Setelah resmi menjadi dosen, nantinya akan diarahkan untuk mendapatkan Sertifikasi Dosen (Serdos) sebagai pengakuan atas profesionalitasmu. Proses untuk mendapatkan sertifikasi ini membutuhkan pemenuhan angka kredit tertentu dan penilaian dari rekan sejawat serta atasan.
Sertifikasi ini nantinya membantu peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan, serta pengakuan kompetensi secara nasional oleh Kemendikbudristek.
Baca Juga: Asisten Ahli Dosen: Syarat dan Pengembangan Karier
Alur Cara Menjadi Dosen
Setelah memahami kualifikasinya, sekarang saatnya mencermati alur teknis yang harus dilalui.
1. Memiliki Surat Lamaran dan CV
Cara melamar menjadi dosen yang pertama adalah menyusun surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) yang menonjolkan sisi akademikmu. Pastikan CV yang buat mencantumkan riwayat pendidikan, pengalaman riset, serta daftar publikasi ilmiah yang pernah buat secara rapi dan profesional.
Gunakan bahasa yang formal namun tetap mampu menunjukkan antusiasme serta visi besarmu sebagai seorang pendidik di masa depan. Dokumen ini adalah “wajah” pertamamu di mata tim rekrutmen, jadi pastikan tidak ada kesalahan ketik dan informasi yang dicantumkan benar-benar akurat.
2. Siapkan Berkas Pendukung
Selain dokumen utama, perlu menyiapkan legalisir ijazah, transkrip nilai, sertifikat TOEFL/IELTS, serta dokumen identitas diri lainnya. Jangan lupa untuk menyertakan sertifikat penghargaan atau partisipasi dalam konferensi ilmiah untuk memperkuat nilai tawarmu di antara pelamar lain.
3. Seleksi Lowongan Calon Dosen
Pantau terus informasi mengenai lowongan dosen melalui situs resmi perguruan tinggi, media sosial, atau portal berita pendidikan nasional. Proses seleksi biasanya terdiri dari beberapa tahap, mulai dari administrasi, tes kemampuan dasar, hingga tes kemampuan bidang yang sangat spesifik.
4. Melakukan Pelamaran di Perguruan Tinggi
Setelah menemukan posisi yang sesuai, segera kirimkan lamaranmu sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh pihak kampus. Pastikan mengirimkan lamaran sebelum batas waktu berakhir dan mengikuti setiap instruksi teknis, baik melalui email, pos, maupun portal rekrutmen internal.
Setelah mengirim lamaran, tetaplah proaktif memantau perkembangan status lamaranmu dan siapkan diri untuk panggilan wawancara atau microteaching. Tahapan microteaching sangat penting karena di sinilah kemampuan mengajarmu akan dinilai secara langsung oleh para dosen senior.
Itulah informasi tentang cara menjadi dosen yang bisa mulai persiapkan dari sekarang. Menjadi bagian dari dunia akademik memang butuh persiapan. Agar profil anda makin “eksentrik” dan dikenal oleh banyak perguruan tinggi, mulai bangun jejak pendidikan anda dengan menggunakan layanan jasa penerbitan buku Indonesia terbaik bersama Deepublish Jakarta sekarang juga!

