Template dan Format Contoh RPS OBE yang Sesuai DIKTI

contoh rps obe

Anda seorang dosen yang baru pertama kali berhadapan dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE)? Dan saat ini anda merasa bingung dan rumit menyusun RPS berbasis OBE? Padahal, dengan memahami struktur dan komponennya, anda bisa membuat RPS yang rapi, terukur, dan sesuai standar DIKTI tanpa harus bingung berlama-lama. 

Unsur Penyusunan RPS OBE

Sebelum masuk ke template RPS berbasis OBE, penting buat anda memahami dulu apa saja unsur yang wajib ada di dalamnya. Setiap komponen ini saling terhubung dan menentukan kualitas perencanaan pembelajaran yang anda buat. 

1. Nama Program Studi

Nama program studi menjadi identitas utama dalam dokumen RPS. Informasi ini menunjukkan konteks keilmuan dari mata kuliah yang akan diajarkan, sehingga tidak bisa ditulis secara sembarangan. Biasanya, penulisan nama program studi harus sesuai dengan nomenklatur resmi DIKTI.   

2. Nama Kode, Semester, dan SKS Kuliah

Bagian ini membantu mengidentifikasi mata kuliah secara lebih spesifik. Kode mata kuliah biasanya tertulis kode unik, sedangkan semester menunjukkan kapan mata kuliah tersebut diambil. Selain itu, jumlah SKS juga penting karena berkaitan dengan beban belajar mahasiswa. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyusun RPS OBE dengan Benar? Simak Disini

3. Rumpun Mata Kuliah

Rumpun mata kuliah menjelaskan posisi mata kuliah dalam kelompok keilmuan tertentu. Dengan memahami rumpun ini, anda bisa menyusun materi yang lebih terarah. Tidak hanya itu, struktur pembelajaran juga jadi lebih sistematis dan tidak tumpang tindih.

4. Nama Dosen Pengampu

Nama dosen pengampu berfungsi sebagai penanggung jawab utama pembelajaran. Biasanya, lebih dari satu dosen bisa terlibat dalam satu mata kuliah. Informasi ini juga membantu mahasiswa mengetahui siapa yang akan membimbing mereka. 

5. CPL

CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus, mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

6. CPMK

CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) merupakan turunan dari CPL yang lebih spesifik pada mata kuliah tertentu. Di sinilah anda mulai merancang target pembelajaran yang lebih terukur. Biasanya, CPMK ditulis dalam bentuk pernyataan yang jelas dan dapat diukur. 

7. Sub-CPMK

Sub-CPMK adalah rincian dari CPMK yang lebih detail. Bagian ini membantu memecah capaian menjadi unit-unit pembelajaran yang lebih kecil. 

8. Bahan Kajian atau Menteri Pembelajaran

Selanjutnya,  bagian ini berisi topik-topik yang akan dibahas selama perkuliahan. Materi disusun berdasarkan urutan logis sesuai dengan CPMK. Dalam bentuk RPS OBE, bahan kajian biasanya disajikan per pertemuan. 

Baca Juga: Cara Cek Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT

9. Referensi

Referensi menjadi sumber utama dalam penyusunan materi pembelajaran. Bisa berupa buku, jurnal, atau sumber akademik lainnya. Pastikan referensi yang anda gunakan terbaru dan relevan. 

10. Indikator

Indikator digunakan untuk mengukur ketercapaian CPMK dan Sub-CPMK. Biasanya, indikator ditulis dalam bentuk perilaku yang dapat diamati. Dalam indikator RPS OBE, kejelasan sangat penting agar proses penilaian tidak subjektif. 

11. Bobot Penilaian

Bobot penilaian menunjukkan proporsi nilai dari setiap komponen evaluasi. Misalnya tugas, kuis, UTS, dan UAS. Pembagian bobot ini harus seimbang dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 

12. Bentuk Pembelajaran dan Metode

Metode pembelajaran menjelaskan bagaimana proses belajar akan berlangsung. Bisa berupa ceramah, diskusi, studi kasus, atau project-based learning

Baca Juga: 10 Perbedaan Kurikulum OBE dan Kurikulum Konvensional

Tips Saat Menyusun RPS OBE

Menyusun RPS berbasis OBE memang butuh ketelitian, tapi bukan berarti harus ribet. Anda bisa membuatnya lebih efisien dan tetap sesuai standar dengan strategi yang tepat.

1. Memahami Kurikulum OBE

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah memahami konsep dasar OBE. Pendekatan ini berfokus pada hasil belajar, bukan hanya proses.  

2. Memahami Tahap Penyusunan

Penyusunan RPS biasanya dimulai dari CPL, lalu diturunkan ke CPMK, hingga Sub-CPMK. Urutan ini tidak boleh terbalik.

Kalau anda mengikuti tahapan ini dengan benar, struktur RPS akan lebih rapi. Selain itu, keterkaitan antar komponen juga jadi lebih kuat. 

3. Membaca Buku Pedoman Penyusunan RPS

Pedoman resmi dari DIKTI atau kampus bisa jadi panduan utama anda . Di dalamnya biasanya sudah ada template RPS OBE yang bisa langsung digunakan.

Dengan membaca pedoman, anda bisa menghindari kesalahan umum. Selain itu, format yang anda buat juga lebih sesuai standar nasional. 

Template dan Contoh RPS OBE

Supaya anda punya gambaran lebih jelas, berikut beberapa contoh RPS OBE dari berbagai universitas di Indonesia. Setiap contoh punya karakteristik tersendiri yang bisa anda jadikan referensi.

1. Contoh RPS OBE 1

Contoh pertama berasal dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati. Dokumen ini menunjukkan struktur RPS yang lengkap dengan pendekatan OBE yang cukup sistematis.

Di dalamnya, anda bisa melihat bagaimana CPL diturunkan menjadi CPMK secara runtut. Formatnya juga mengikuti template RPS OBE DIKTI, sehingga cocok dijadikan acuan awal. Anda bisa lihat contohnya Download Contoh RPS UIN SIBER.  

2. Contoh RPS OBE 2

Contoh kedua diambil dari Universitas Bangka Belitung. RPS ini menampilkan penyusunan indikator dan metode pembelajaran yang cukup detail. Download Contoh RPS untuk melihat isinya.

3. Contoh RPS OBE 3

Contoh ketiga berasal dari Universitas Syiah Kuala dalam format spreadsheet. Model ini cukup menarik karena memudahkan pengolahan data pembelajaran.

Anda bisa melihat bagaimana keterkaitan antara Sub-CPMK, indikator, dan penilaian disusun secara terintegrasi. Format ini cocok untuk anda yang ingin lebih praktis. Download RPS Universitas Syiah Kuala

4. Contoh RPS OBE 4

Contoh terakhir dari Universitas Udayana menampilkan RPS dengan pendekatan yang lebih naratif namun tetap terstruktur. Penjelasan setiap komponen dibuat cukup jelas.

RPS ini bisa jadi referensi jika anda ingin membuat dokumen yang mudah dipahami. Selain itu, formatnya juga tetap sesuai dengan standar DIKTI. Download RPS OBE Udayana.

Itulah gambaran lengkap tentang contoh RPS OBE beserta unsur, tips, dan referensinya. Sekarang, anda bisa mengikuti template RPS OBE, untuk bisa menyusunnya agar sesuai standar DIKTI.

Jika anda memiliki RPS yang ingin dikonversi menjadi buku ajar, Penerbit Buku Jakarta Deepublish mempunyai layanan konversi KTI menjadi buku berkualitas yang sesuai standar DIKTI dan Perpusnas.

Sumber: 

“Template dan Contoh RPS Berbasis OBE Sesuai Dikti yang Benar.” Parafrase Indonesia, 20 Jan. 2026, https://parafraseindonesia.com/karir-akademik/karir-dosen/contoh-rps-berbasis-obe/.

“Pengertian dan Tahap Penyusunan RPS Berbasis OBE.” Deepublish, 20 Jan. 2026, https://penerbitdeepublish.com/information/rps-berbasis-obe/.“Pedoman Rencana Pembelajaran Semester Outcome Based Education.” Universitas Sari Mulia, 2024, https://lp3.unism.ac.id/wp-content/uploads/2024/09/Pedoman-Rencana-Pembelajaran-Semester-RPS-OBE-Tahun-2024.pdf.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar