Setiap karya tulis ilmiah yang baik pasti memiliki sumber rujukan terpercaya dan dibagi menjadi 2 komponen yaitu sitasi dan daftar Pustaka. Penting sebagai penulis untuk memahami perbedaan sitasi dan daftar pustaka yang digunakan di jurnal ilmiah maupun karya ilmiah lainya.
Hal ini menjadi pondasi pending dalam penyusunan artikel jurnal agar terlihat rapi serta memiliki kredibilitas yang terjamin. Kenali perbedaan sitasi dan daftar Pustaka dibawah ini sebagai acuan untuk kepenulisan anda.
Baca Juga: Format dan Gaya Bahasa Penulisan Buku Ilmiah yang Diakui Dikti
Daftar Isi
ToggleApa Itu Sitasi?
Sitasi adalah cara penulis menyebutkan sumber rujukan secara langsung di dalam teks. Dalam penulisan buku maupun karya ilmiah, sitasi berfungsi sebagai penanda bahwa ide, data, atau kutipan yang Anda gunakan berasal dari sumber tertentu. Sitasi akan membuat pembaca mengetahui asal informasi yang disajikan.
Dalam praktiknya, sitasi biasanya muncul di tengah atau akhir kalimat. Penulis dapat mencantumkan nama penulis dan tahun, atau menggunakan catatan kaki, tergantung gaya penulisan yang digunakan. SItasi ini membantu menjaga kejujuran akademik dan menghindari plagiarisme.
Selain itu, sitasi juga menunjukkan kedalaman riset yang Anda lakukan. Semakin relevan dan berkualitas sumber yang disitasi, semakin kuat pula argumen yang dibangun dalam tulisan.
Baca Juga: Cara Membuat Halaman di Word, Google Docs, dan Excel
Apa Itu Daftar Pustaka?
Daftar pustaka adalah kumpulan seluruh sumber yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah atau buku. Bagian ini biasanya ditempatkan di akhir tulisan dan memuat informasi lengkap mengenai sumber rujukan. Melalui daftar pustaka, pembaca dapat menelusuri kembali referensi yang Anda gunakan.
Penulisan daftar pustaka mengikuti gaya tertentu, seperti APA Style, Chicago Style, atau MLA Style. Setiap gaya memiliki aturan berbeda terkait urutan penulisan nama penulis, tahun terbit, judul, dan penerbit. Konsistensi dalam penggunaan gaya sangat penting agar tulisan terlihat profesional.
Selain sebagai pelengkap sitasi, daftar pustaka juga mencerminkan tanggung jawab ilmiah penulis. Mencantumkan sumber secara lengkap menunjukkan bahwa Anda memiliki sikap transparan dan menghargai karya orang lain.
Baca Juga: Penggunaan Tanda Koma Sesuai EYD V dan Contohnya
Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka
Perbedaan sitasi dan daftar pustaka, perlu Anda lihat dari beberapa aspek. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi dan peran yang tidak sama. Berikut penjelasannya:
1. Posisi Penulisan
Sitasi ditulis langsung di dalam teks, baik di tengah kalimat maupun di akhir paragraf. Tujuannya adalah memberi penanda instan bahwa pernyataan tersebut bersumber dari referensi tertentu.
Sebaliknya, daftar pustaka selalu ditempatkan di bagian akhir tulisan. Semua sumber yang pernah Anda gunakan dan disitasi harus tercantum di sini. Penempatan ini memudahkan pembaca melihat keseluruhan referensi dalam satu bagian. Sitasi bekerja secara langsung di dalam teks, sedangkan daftar pustaka berperan sebagai rangkuman sumber secara menyeluruh.
2. Fungsi
Fungsi utama sitasi adalah memberikan pengakuan kepada sumber asli. Dengan sitasi, Anda menunjukkan bahwa ide yang disampaikan bukan klaim pribadi semata. Sedangkan daftar pustaka berfungsi sebagai dokumentasi sumber rujukan.
Bagian daftar pustaka membantu pembaca yang ingin mempelajari topik lebih lanjut melalui referensi yang sama. Daftar pustaka juga menjadi bukti bahwa tulisan Anda didukung literatur yang valid. Jika sitasi menjaga kejujuran dalam kalimat, daftar pustaka menjaga integritas keseluruhan karya. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam penulisan ilmiah.
3. Tujuan
Tujuan sitasi adalah memperkuat argumen dalam tulisan. Ketika Anda menyertakan sitasi, pernyataan yang dibuat menjadi lebih meyakinkan. Pembaca pun lebih percaya terhadap isi tulisan.
Sementara itu, tujuan daftar pustaka adalah memberikan transparansi sumber. Pembaca dapat mengecek kembali keaslian data atau teori yang digunakan. Melalui tujuan yang berbeda ini, terlihat jelas bahwa perbedaan sitasi dan daftar pustaka bukan sekadar teknis penulisan. Keduanya memiliki peran strategis dalam membangun kualitas karya ilmiah.
4. Informasi yang Dimuat
Sitasi memuat informasi singkat tentang sumber rujukan. Biasanya hanya mencantumkan nama penulis dan tahun terbit, atau nomor catatan kaki. Sebaliknya, daftar pustaka memuat informasi lengkap. Mulai dari nama penulis, tahun terbit, judul karya, hingga penerbit atau tautan jika bersumber daring.
Perbedaan isi informasi ini menegaskan bahwa sitasi dan daftar pustaka saling melengkapi. Sitasi berfungsi sebagai penunjuk, sementara daftar pustaka menjadi sumber informasi lengkap.
Baca Juga: 7 Jenis Kata yang Tidak Perlu Ditulis Kapital dalam Penulisan Judul
5. Contoh Penulisan
Agar lebih memahami perbedaan teknisnya, berikut adalah perbandingan cara menuliskan sumber yang sama dalam bentuk sitasi (di dalam teks) dan daftar pustaka (di akhir dokumen) menggunakan tiga gaya populer:
APA Style (American Psychological Association)
Gaya ini paling sering digunakan dalam bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial. Ciri khasnya adalah penggunaan format author-date (nama-tahun) untuk sitasi.
- Sitasi (In-text): (Smith, 2020) atau Smith (2020) berpendapat bahwa…
- Daftar Pustaka: Smith, J. D. (2020). Understanding Social Behavior. Academic Press.
MLA Style (Modern Language Association)
Gaya ini umumnya digunakan dalam bidang bahasa, sastra, dan humaniora. Berbeda dengan APA, MLA menggunakan format author-page number (nama-halaman).
- Sitasi (In-text): (Smith 145) atau Menurut Smith, perilaku sosial adalah… (145).
- Daftar Pustaka: Smith, John. Understanding Social Behavior. Academic Press, 2020.
Chicago Style (Chicago Manual of Style)
Gaya ini sering digunakan dalam bidang sejarah dan seni. Chicago memiliki ciri khas menggunakan catatan kaki (footnotes) berupa nomor kecil di akhir kalimat untuk sitasi.
- Sitasi (Footnote): 1John Smith, Understanding Social Behavior (New York: Academic Press, 2020), 145.
- Daftar Pustaka: Smith, John. Understanding Social Behavior. New York: Academic Press, 2020.
Demikian penjelasan tentang perbedaan daftar pustaka dengan sitasi. Ketika perbedaan sitasi dan daftar pustaka dipahami dengan baik, proses menulis tidak lagi terasa rumit atau membingungkan. Anda dapat menyusun rujukan secara sistematis, menjaga alur tulisan tetap rapi, dan menunjukkan integritas akademik melalui setiap sumber yang dicantumkan.
Bagi anda yang memiliki permaslahan terkait mencari topik atau bahkan mengalami writer block, Deepublish Jakarta memiliki solusi untuk masalah tersebut. Silahkan baca E-Book Cara Praktis Menaklukan Writes Block, e-book ini dikhususkan untuk anda yang memiliki kesulitan dalam memahami pendalaman topik.
Sumber:
“Penulisan SItasi dan Daftar Pustaka.” Universitas Jambi, https://zalamsyah.staff.unja.ac.id/wp-content/uploads/sites/286/2025/05/Penulisan-Sitasi-dan-Daftar-Pustaka.pdf
“5 Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka, Gawat Kalau Lupa.” Jogoketik.com, 12 Feb. 2023, https://jagoketik.com/blog/5-perbedaan-sitasi-dan-daftar-pustaka/.
“Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote.” Mamikos, 31 Mar. 2024, https://mamikos.com/info/perbedaan-sitasi-daftar-pustaka-kutipan-footnote-mhs/.

