Cara Publikasi Jurnal Internasional Gratis untuk Dosen

Cara Publikasi Jurnal Internasional Gratis

Punya hasil penelitian yang sudah selesai, tetapi masih menunda publikasi karena khawatir biaya jurnal internasional mahal? Kabar baiknya, kamu tetap bisa menerbitkan karya ilmiah tanpa harus selalu menyiapkan dana untuk Article Processing Charge (APC).  Ada beberapa cara publikasi jurnal internasional gratis yang bisa kamu coba dengan menyimak langkah-langkahnya dalam artikel ini.

Apa Itu Publikasi Jurnal Gratis?

Publikasi jurnal gratis adalah proses menerbitkan artikel ilmiah di jurnal yang tidak membebankan biaya publikasi kepada penulis. Dalam konteks ini, “gratis” biasanya merujuk pada tidak adanya APC, meskipun kamu tetap perlu memperhatikan kemungkinan biaya lain yang mungkin ditetapkan jurnal, seperti biaya tambahan untuk layanan tertentu.

Jurnal tanpa APC tetap menjalankan proses akademik seperti jurnal berbayar, termasuk pemeriksaan awal naskah, peer review, revisi, hingga keputusan akhir editor. Jadi, gratis bukan berarti naskah langsung diterbitkan tanpa seleksi, tetapi kamu memilih tempat publikasi jurnal internasional yang memang tidak meminta biaya pemrosesan artikel dari penulis.

Baca Juga: Cara Publikasi Jurnal Nasional Gratis dan Tips Amannya

Mengapa Publikasi Penting?

Bagi dosen, publikasi ilmiah bukan sekadar cara membuat hasil penelitian tersedia untuk pembaca. Beberapa alasan mengapa publikasi itu penting bagi dosen, di antaranya:

1. Mengembangkan Karir

Publikasi dapat memperkuat rekam jejak akademik karena karya yang sudah terbit menjadi bukti bahwa kamu aktif melakukan penelitian dan menghasilkan pengetahuan baru. Dalam lingkungan perguruan tinggi, rekam publikasi juga dapat berkaitan dengan penilaian kinerja, pengembangan jabatan akademik, dan kebutuhan akademik lainnya.

2. Kontribusi Ilmu Pengetahuan

Penelitian yang hanya tersimpan sebagai laporan akan memiliki jangkauan pembaca yang terbatas. Ketika hasilnya dipublikasikan, temuan tersebut bisa dibaca, dikritisi, digunakan, atau dikembangkan oleh peneliti lain sehingga pengetahuan tidak berhenti pada satu penelitian saja.

Publikasi jurnal internasional juga memungkinkan gagasanmu masuk ke percakapan akademik yang lebih luas. Temuan dari konteks lokal, misalnya, bisa menjadi pembanding bagi penelitian dari negara lain atau bahkan memunculkan pertanyaan baru untuk diteliti.

3. Mendapatkan Dana Penelitian

Publikasi yang konsisten dapat membantu membangun kredibilitas peneliti ketika mengajukan proposal pendanaan. Rekam penelitian dan publikasi menunjukkan bahwa kamu memiliki pengalaman dalam menghasilkan luaran ilmiah, meskipun tentu saja publikasi bukan jaminan proposal akan otomatis memperoleh hibah. 

Besarnya dana bergantung pada skema penelitian yang dipilih. Sebagai gambaran, pendanaan penelitian melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) pada 2025 berada di kisaran Rp38 juta untuk Penelitian Dosen Pemula dan sekitar Rp95–134 juta untuk sejumlah proposal Penelitian Fundamental Reguler, sementara beberapa skema terapan dapat memiliki plafon yang lebih besar.

4. Pembelajaran dan Pengajaran

Hasil penelitian yang sudah dipublikasikan bisa menjadi bahan yang lebih aktual untuk memperkaya materi kuliah. Kamu dapat membawa temuan, data, metode, atau perdebatan dari penelitian tersebut ke ruang kelas sehingga mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang sudah mapan.

5. Penghargaan

Publikasi ilmiah dapat menjadi salah satu rekam prestasi yang diperhitungkan dalam berbagai bentuk apresiasi akademik. Pengakuan dapat datang dari perguruan tinggi, komunitas keilmuan, maupun lembaga yang memberikan penghargaan atas kontribusi penelitian. Kualitas penelitian, reputasi jurnal, dampak temuan, jumlah sitasi, kontribusi terhadap bidang ilmu, hingga keterlibatan dalam kolaborasi dapat menjadi bagian dari penilaian, tergantung program atau lembaga yang memberikan apresiasi.

Baca Juga:

Cara Publikasi Jurnal Internasional

Kalau targetmu adalah publikasi jurnal internasional tanpa APC, prosesnya bisa dimulai dari persiapan naskah sampai memilih jurnal yang tepat. 

1. Siapkan Naskah Berbahasa Inggris

Sebagian besar jurnal internasional menggunakan bahasa Inggris sehingga naskah perlu disusun dengan tata bahasa akademik yang jelas. Kamu bisa menggunakan LanguageTool untuk memeriksa tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan gaya penulisan. DeepL Write juga dapat membantu mengecek tata bahasa sekaligus memberikan alternatif kata atau susunan kalimat, termasuk pilihan gaya akademik. Setelah itu, tetap lakukan pemeriksaan manual karena alat bantu tidak memahami seluruh konteks metodologi dan istilah khusus dalam penelitianmu.

2. Pastikan Format Jurnal

Setiap jurnal memiliki author guidelines yang bisa berbeda, mulai dari jumlah kata, struktur artikel, gaya sitasi, format tabel dan gambar, hingga cara menuliskan referensi. Karena itu, gunakan template jurnal tujuan jika tersedia dan jangan mengandalkan format dari artikel yang pernah kamu kirim ke jurnal lain.

Sebelum mengunggah, cek kembali judul, abstrak, kata kunci, struktur introduction, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, referensi, serta kelengkapan tabel dan gambar.

3. Pilih Jurnal Non-APC

Cari jurnal yang secara jelas menyatakan tidak mengenakan APC kepada penulis. Kamu bisa mengecek bagian Author Fees, Article Processing Charges, Publication Fees, atau Open Access pada situs jurnal sebelum melakukan submission.

Jangan hanya mencari jurnal yang gratis, pastikan jurnal tersebut juga sesuai dengan bidang penelitianmu dan memiliki proses editorial yang jelas. Periksa indeksasi, penerbit, editorial board, kebijakan peer review, frekuensi terbit, serta artikel-artikel yang sudah dipublikasikan agar kamu tidak salah memilih jurnal.

4. Registrasi Akun OJS

Banyak jurnal menggunakan Open Journal Systems (OJS) untuk mengelola proses pengiriman dan peninjauan naskah. Tampilan setiap jurnal bisa sedikit berbeda, tetapi alur registrasinya umumnya cukup mudah.

Langkah registrasi akun OJS:

  • Buka laman jurnal tujuan dan cari menu Register atau Daftar.
  • Isi nama lengkap sesuai identitas akademik yang akan digunakan dalam publikasi.
  • Masukkan afiliasi perguruan tinggi, negara, alamat email, nama pengguna, dan kata sandi.
  • Jika tersedia pilihan Register as Author, centang opsi tersebut agar kamu dapat mengirimkan naskah.
  • Klik Register atau Daftar untuk menyelesaikan pembuatan akun.
  • Buka email konfirmasi jika jurnal meminta verifikasi akun.
  • Masuk kembali menggunakan akun yang sudah dibuat dan pilih menu New Submission untuk memulai pengiriman artikel.

Sebelum registrasi, sebaiknya kamu sudah menyiapkan identitas penulis secara konsisten. Nama, afiliasi, email institusi, dan informasi penulis lainnya akan berkaitan dengan metadata artikel ketika naskah berhasil diterbitkan.

5. Upload Naskah

Setelah masuk ke akun OJS, pilih New Submission, kemudian ikuti tahapan yang tersedia pada sistem. Biasanya kamu akan diminta menentukan jenis artikel, menyetujui persyaratan pengiriman, mengunggah file naskah, memasukkan metadata, menambahkan penulis, serta mengonfirmasi pengiriman.

6. Menunggu Review dan Revisi

Setelah naskah masuk, editor biasanya melakukan initial screening terlebih dahulu untuk mengecek kesesuaian topik, kualitas dasar, format, dan scope jurnal. Jika lolos tahap ini, naskah diteruskan kepada reviewer untuk menjalani peer review. Waktu mendapatkan keputusan pertama cukup beragam, tetapi pada sejumlah jurnal internasional prosesnya bisa berlangsung sekitar 3–8 minggu. Sebagai gambaran, beberapa jurnal Elsevier mencatat keputusan pertama rata-rata sekitar 6 minggu, sementara jurnal tertentu berkisar 3–5 minggu.

Hasil review biasanya berupa accept, minor revision, major revision, atau reject. Jika mendapat revisi, kamu perlu memperbaiki naskah berdasarkan komentar reviewer dan biasanya menyertakan response letter yang menjelaskan perubahan pada setiap poin. Untuk revisi pertama, prosesnya bisa kembali memakan waktu beberapa minggu sampai sekitar dua bulan karena editor dapat mengirimkan naskah kembali kepada reviewer yang sama untuk diperiksa ulang.

Baca Juga: 10 Website Tempat Publikasi Jurnal Gratis Tahun 2026

Tips Agar Naskah Tidak Ditolak

Penolakan memang bisa terjadi bahkan pada penelitian yang bagus, terutama ketika naskah tidak cocok dengan jurnal yang dituju. Sebelum submission, luangkan waktu untuk mengecek beberapa bagian berikut supaya peluang naskah masuk ke tahap peer review menjadi lebih baik. 

1. Sesuaikan Struktur Naskah dengan Jurnal Tujuan

Jangan memakai satu format artikel untuk semua jurnal. Setiap penerbit dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai struktur, panjang naskah, gaya referensi, jumlah tabel, format gambar, hingga susunan bagian artikel. Baca minimal beberapa artikel terbaru dari jurnal tujuan untuk melihat pola penulisannya.

2. Pakai Bahasa Akademisi

Bahasa akademik tidak harus dibuat serumit mungkin. Fokuslah pada kalimat yang objektif, spesifik, logis, dan langsung menunjukkan hubungan antara data, analisis, serta kesimpulan penelitian.

Hindari kalimat yang terlalu panjang, istilah yang tidak perlu, atau klaim yang tidak didukung data. Jika menulis dalam bahasa Inggris bukan keahlian utamamu, gunakan alat pemeriksa bahasa sebagai tahap penyuntingan awal, lalu lakukan pengecekan kembali secara manual agar istilah teknis dan maksud penelitian tetap akurat.

3. Perkuat Pembaharuan Karya Ilmiah

Novelty atau kebaruan menjadi salah satu bagian yang perlu terlihat jelas dalam artikel. Reviewer perlu dapat menemukan apa yang berbeda dari penelitianmu dibandingkan penelitian sebelumnya, bukan hanya melihat bahwa topiknya sedang banyak dibahas.

Kamu bisa memperkuat bagian ini dengan menunjukkan celah penelitian (research gap), menjelaskan keterbatasan penelitian terdahulu, lalu menerangkan bagaimana penelitianmu memberikan pendekatan, data, konteks, metode, atau temuan yang berbeda. Jangan hanya menulis “penelitian ini memiliki kebaruan”, tetapi tunjukkan kebaruan tersebut melalui argumen dan bukti yang konkret.

4. Turunkan Plagiarisme

Kemiripan teks dapat menjadi masalah ketika naskah terlalu dekat dengan sumber lain, baik dari sisi kalimat maupun struktur penyampaian. Karena itu, jangan sekadar mengganti beberapa kata dari artikel referensi, pahami gagasannya, tulis kembali dengan strukturmu sendiri, lalu tetap berikan sitasi pada sumber yang digunakan.

Langkah mengecek dan menurunkan kemiripan naskah:

  • Identifikasi bagian yang memiliki kemiripan tinggi.
  • Baca kembali sumber asli untuk memahami gagasannya.
  • Tutup sumber tersebut, lalu tulis ulang berdasarkan pemahamanmu sendiri.
  • Gabungkan beberapa sumber jika sedang menjelaskan sebuah konsep atau hasil penelitian.
  • Gunakan kutipan langsung hanya ketika memang diperlukan.
  • Tambahkan sitasi pada setiap gagasan yang berasal dari penelitian lain.
  • Periksa kembali daftar pustaka agar semua sumber yang dikutip tercantum.
  • Lakukan pemeriksaan kemiripan terakhir sebelum submission.

Perlu diingat, skor kemiripan bukan satu-satunya ukuran kualitas artikel. Yang lebih penting adalah memastikan gagasan, data, analisis, dan kontribusi penelitian benar-benar berasal dari pekerjaan ilmiahmu sendiri serta setiap penggunaan karya orang lain diberi atribusi yang tepat.

Itulah cara publikasi jurnal internasional gratis dari Deepublish Jakarta yang bisa kamu tempuh. Dengan memilih jurnal secara cermat dan memastikan naskah sesuai standar publikasi ilmiah, artikelmu akan mendapat peluang lebih besar untuk bisa terbit. Selamat mencoba! 

Sumber: 

“Submit Jurnal Internasional Gratis.” Brilliant Publisher, 21 Des. 2025, https://brilliantpublisher.com/blog/submit-jurnal-internasional-gratis/. 

“Ini Dia 8 Pentingnya Publikasi Ilmiah untuk Dosen.” Subdit Publikasi Ilmiah UNESA, 11 Jun. 2024, https://subditpublikasiilmiah.unesa.ac.id/post/ini-dia-8-pentingnya-publikasi-ilmiah-untuk-dosen.

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar