50+ Contoh Majas Litotes dalam Kehidupan Sehari-hari

contoh majas litotes

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Rumah saya cuma gubuk kecil ini,” padahal rumahnya cukup besar dan nyaman? Nah, kalimat seperti itu termasuk dalam contoh majas litotes. 

Lantas, apa sebenarnya definisi majas litotes itu sendiri? Bagaimana fungsi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari? Simak ulasannya dalam artikel beriku!

Definisi dan Fungsi Majas Litotes

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), majas litotes adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendahkan diri untuk menimbulkan kesan rendah hati. Artinya, seseorang menggunakan ungkapan yang lebih sederhana atau lebih kecil daripada kenyataannya. 

Majas litotes memiliki beberapa fungsi penting dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Pertama, majas ini digunakan untuk menunjukkan kerendahan hati. Misalnya, seseorang mengatakan “Hanya sedikit yang saya tahu,” padahal ia sangat ahli dalam bidangnya. Kedua, litotes berfungsi untuk menyampaikan pesan secara halus agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

Selain itu, majas litotes juga membantu dalam membangun kesan sopan santun, terutama dalam budaya Timur yang menjunjung tinggi etika berbicara. Dalam karya sastra, majas ini digunakan untuk memperindah gaya bahasa dan menambah nilai estetika pada tulisan. Tak jarang, penulis juga memakai litotes untuk menciptakan efek emosional tertentu, seperti kesederhanaan dan keikhlasan. 

50+ Contoh Majas Litotes

Berikut 50+ contoh majas litotes yang bisa Anda gunakan dalam percakapan, tulisan, atau karya sastra:

  1. Silakan mampir ke rumah saya yang sederhana ini.
  2. Saya hanya orang biasa yang ingin belajar.
  3. Mohon diterima hadiah kecil dari saya.
  4. Saya hanya tahu sedikit tentang hal itu.
  5. Makanan ini seadanya saja, ya.
  6. Ini hanya coretan tangan saya, bukan karya besar.
  7. Saya cuma pegawai kecil di kantor itu.
  8. Rumah kami jauh dari kata mewah.
  9. Maaf, saya kurang pandai dalam urusan ini.
  10. Kami hanya tamu tak diundang di acara ini.
  11. Silakan minum kopi ala kadarnya.
  12. Saya hanya manusia lemah yang banyak kekurangan.
  13. Jangan berharap lebih dari kemampuan saya yang terbatas.
  14. Ini hanya usaha kecil-kecilan kami.
  15. Pakaian saya sederhana, tak seberapa dibanding milik Anda.
  16. Terimalah sedikit bantuan ini dengan ikhlas.
  17. Maaf, saya tak sehebat yang Anda kira.
  18. Tolong terima makanan sederhana dari dapur kami.
  19. Saya cuma lulusan sekolah biasa.
  20. Ini cuma pendapat kecil dari saya.
  21. Mobil kami sudah tua, tak seperti mobil Anda.
  22. Saya hanya bisa membantu sebisanya.
  23. Ini bukan hasil kerja luar biasa, hanya sekadar mencoba.
  24. Saya cuma rakyat kecil yang tak berdaya.
  25. Silakan duduk di kursi butut kami.
  26. Maaf, sambutannya tidak seberapa.
  27. Saya hanya menulis sedikit catatan, bukan karya besar.
  28. Rumah ini kecil, tapi semoga nyaman.
  29. Mohon maaf, jamuan kami sangat sederhana.
  30. Saya hanya mencoba mengisi waktu dengan hal kecil ini.
  31. Terimalah oleh-oleh kecil dari kampung halaman.
  32. Saya tak sehebat guru-guru lainnya.
  33. Ini hanya sumbangan kecil dari kami.
  34. Maaf, suara saya tak merdu seperti penyanyi lain.
  35. Saya cuma mencoba berbagi pengalaman.
  36. Buku ini hanyalah hasil tulisan amatir.
  37. Tolong jangan tertawakan karya sederhana saya.
  38. Saya hanya warga biasa yang ingin berkontribusi.
  39. Ini hanya ruangan kecil, semoga cukup nyaman.
  40. Kami cuma ingin membantu dengan kemampuan terbatas.
  41. Maaf, acara ini sangat sederhana.
  42. Saya hanya penulis pemula yang masih belajar.
  43. Hidup saya biasa saja, tak seperti yang Anda bayangkan.
  44. Ini hanya ide kecil yang muncul di benak saya.
  45. Tolong diterima bingkisan kecil dari keluarga kami.
  46. Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
  47. Maaf, laporan ini masih jauh dari sempurna.
  48. Ini cuma hasil kerja tim kecil kami.
  49. Saya tak pandai berbicara di depan umum.
  50. Maaf, fasilitas kami seadanya.
  51. Ini hanya masakan rumahan, bukan masakan restoran.
  52. Saya cuma ingin berterima kasih dengan cara sederhana.
  53. Maaf, saya tidak punya banyak waktu untuk membantu.
  54. Ini hanya rumah kontrakan kecil.
  55. Tolong jangan menilai dari penampilan saya yang sederhana.
  56. Saya cuma berusaha sebaik mungkin.
  57. Ini bukan karya luar biasa, hanya ungkapan hati.
  58. Saya hanya ingin berbagi sedikit kebahagiaan.

Itulah definisi serta 50+ contoh majas litotes yang sering kita temui dalam percakapan sehari-hari. Gaya bahasa seperti ini membuat komunikasi terasa lebih hangat dan sopan tanpa perlu berlebihan dalam menyampaikan sesuatu.

Menariknya, gaya bahasa seperti litotes juga bisa jadi bumbu yang memperindah tulisan. Jika Anda suka menulis dan ingin karya Anda terdengar lebih hidup, tidak ada salahnya mulai belajar mengolah kalimat dengan gaya bahasa yang tepat. 

Nah, kalau Anda masih bingung bagaimana cara memulai menulis buku atau menyusun ide menjadi naskah yang utuh, penerbit Deepublish Jakarta punya solusinya. Anda bisa membaca E-book Panduan Cepat Menulis Buku secara gratis dari Deepublish. Yuk, unduh sekarang juga! Siapa tahu, tulisan kecil Anda yang sederhana hari ini bisa menjadi buku inspiratif yang dibaca banyak orang suatu saat nanti. 

Sumber: 

“Pengertian dan Beberapa Contoh Majas Litotes dalam Kalimat.” Gramedia Blog, https://www.gramedia.com/literasi/contoh-majas-litotes/.

“Majas Litotes – Pengertian, Ciri, dan Contohnya dalam Kalimat.” Zenius Education, 10 Mei. 2022, https://www.zenius.net/blog/pengertian-majas-litotes/.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Dhea Salsabila
Dhea Salsabila
SEO Specialist di Penerbit Deepublish Jakarta yang berfokus pada optimasi konten lokal dan peningkatan visibilitas brand di wilayah Jabodetabek.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *