Menulis buku akademik bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari kontribusi intelektual dosen dan akademisi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui berbagai program edukatif, Penerbit Deepublish terus menghadirkan ruang belajar yang membantu dosen dan penulis memahami proses menulis hingga menerbitkan buku secara sistematis dan berkelanjutan.
Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi yang memiliki visi serupa dalam mengembangkan literasi akademik. Kolaborasi ini dirancang agar dosen, peneliti, dan praktisi dapat melihat peluang menulis buku sebagai proses yang realistis, terarah, dan berdampak.
Kerja Sama STIA LAN Bandung dan Deepublish Jakarta
Kolaborasi antara STIA LAN Bandung dan Penerbit Deepublish Jakarta menjadi contoh sinergi strategis antara institusi pendidikan dan penerbit akademik. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kegiatan diskusi buku, tetapi juga pada edukasi menyeluruh tentang bagaimana gagasan riset dan pengalaman praktis dapat dikembangkan menjadi naskah buku yang bernilai akademik.
Melalui kegiatan bedah buku bertema Collaborative Governance, peserta diajak memahami bahwa buku akademik tidak harus berhenti pada teori. Dengan pendekatan yang tepat, buku dapat memuat analisis kebijakan, praktik lapangan, serta refleksi kritis yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan dan masyarakat saat ini. Pendekatan ini selaras dengan visi Penerbit Deepublish dalam mendampingi penulis agar karyanya aplikatif dan mudah dipahami pembaca.
Mengapa Tema Collaborative Governance Relevan untuk Dosen dan Praktisi
Topik Collaborative Governance dipilih karena relevansinya yang kuat dengan dinamika tata kelola pemerintahan modern. Bagi dosen dan peneliti, tema ini membuka ruang kajian lintas disiplin yang dapat dikembangkan menjadi buku ajar maupun referensi ilmiah.
Bagi praktisi pemerintahan, pembahasan collaborative governance membantu memahami pentingnya kolaborasi antar aktor dalam pengambilan kebijakan publik. Inilah alasan mengapa buku dengan tema seperti ini memiliki nilai strategis, baik untuk pengembangan keilmuan maupun peningkatan kapasitas aparatur negara.
Nilai Edukatif dari Buku Akademik yang Dibedah
Buku Collaborative Governance yang dibahas dalam kegiatan ini ditulis oleh empat penulis dengan latar belakang akademik dan praktis yang kuat. Kehadiran buku ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar pengalaman dan keahlian dapat menghasilkan karya yang komprehensif.
Buku tersebut tidak hanya menyajikan konsep dan teori, tetapi juga contoh implementasi nyata di lapangan. Pola penulisan seperti ini sejalan dengan pendekatan Penerbit Deepublish Jakarta yang mendorong penulis agar menghadirkan buku yang tidak kaku, tetap akademik, namun mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang.
Poin Penting dalam Menulis dan Menerbitkan Buku Akademik
Dalam sesi diskusi, terdapat beberapa poin penting yang dapat menjadi pegangan bagi dosen dan penulis yang ingin mulai menulis buku.
1. Menentukan Fokus dan Tujuan Buku
Menentukan fokus sejak awal membantu penulis menjaga alur pembahasan tetap konsisten. Buku akademik yang baik memiliki tujuan jelas, apakah sebagai buku ajar, referensi, atau pengembangan hasil riset.
2. Mengolah Riset Menjadi Naskah yang Terstruktur
Hasil penelitian tidak selalu bisa langsung dijadikan buku. Penulis perlu menyusun ulang data dan analisis agar lebih naratif tanpa menghilangkan bobot ilmiahnya.
3. Memahami Proses Penerbitan Buku
Banyak dosen, termasuk dosen di Jakarta, masih ragu menerbitkan buku karena belum memahami alurnya. Melalui pendampingan Deepublish Jakarta, proses ini menjadi lebih terarah, mulai dari penyuntingan hingga distribusi.
4. Menyesuaikan Buku dengan Target Pembaca
Buku akademik akan lebih efektif jika ditulis sesuai dengan kebutuhan pembacanya, apakah mahasiswa, dosen, peneliti, atau praktisi. Penyesuaian ini mencakup gaya bahasa, kedalaman materi, serta contoh yang digunakan dalam pembahasan.
5. Konsistensi dan Manajemen Waktu dalam Proses Menulis
Salah satu tantangan terbesar bagi dosen dan penulis adalah menjaga konsistensi menulis di tengah kesibukan akademik. Pengaturan waktu yang realistis, misalnya dengan target menulis harian atau mingguan, dapat membantu naskah selesai tepat waktu. Kebiasaan ini sangat penting, terutama bagi dosen di Jakarta yang memiliki aktivitas Tri Dharma yang padat namun tetap dituntut produktif dalam publikasi.
Peran Penerbit dalam Mendampingi Dosen dan Penulis
Penerbit tidak hanya berfungsi mencetak buku, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi penulis. Deepublish Jakarta secara aktif memberikan edukasi mengenai standar penulisan, etika akademik, serta peluang pemanfaatan buku untuk pengembangan karier dosen.
Pendekatan ini sangat relevan bagi dosen Jakarta maupun penulis di berbagai daerah yang ingin meningkatkan angka kredit atau KUM. Dengan pendampingan yang tepat, proses menulis buku tidak lagi terasa rumit dan membebani.
Kolaborasi sebagai Jalan Pengembangan Literasi Akademik
Kolaborasi antara kampus dan penerbit membuka peluang lahirnya lebih banyak buku akademik berkualitas. Melalui kerja sama seperti yang dilakukan STIA LAN Bandung dan Deepublish Jakarta, dosen dan penulis mendapatkan akses pengetahuan yang praktis sekaligus aplikatif. Ke depan, pola kolaborasi ini diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk bedah buku, tetapi juga pendampingan penulisan, klinik naskah, hingga program penerbitan berkelanjutan.
Saatnya Dosen Menerbitkan Buku dan Memperluas Kerja Sama
Menerbitkan buku merupakan langkah strategis bagi dosen dan akademisi untuk berbagi gagasan sekaligus mengembangkan karier. Melalui kerja sama yang tepat dengan penerbit profesional seperti Deepublish, proses penerbitan buku menjadi lebih mudah, terarah, dan sesuai standar akademik.
Bagi Anda, baik dosen atau penulis di Jakarta, maupun akademisi dari berbagai daerah, inilah saat yang tepat untuk mulai menyiapkan naskah buku dan menjalin kerja sama penerbitan. Deepublish siap menjadi mitra dalam mewujudkan karya akademik yang berdampak dan berkelanjutan.

