Ketika menyusun karya ilmiah, keaslian adalah aspek yang sangat penting. Turnitin menjadi alat yang sering digunakan untuk memastikan orisinalitas sebuah tulisan. Namun, banyak penulis mengalami tantangan ketika karya mereka terkena Turnitin Repository, yang menyebabkan skor similarity tinggi.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari ciri-ciri dokumen yang terkena Turnitin Repository, serta langkah-langkah praktis untuk mengatasinya. Simak ulasannya di bawah ini.
Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Turnitin? Ikuti Langkah Berikut Ini
Daftar Isi
ToggleApa Itu Turnitin Repository
Turnitin Repository adalah basis data tempat dokumen yang diunggah ke Turnitin disimpan secara permanen. Sistem ini membantu mendeteksi plagiarisme dengan membandingkan teks baru terhadap jutaan dokumen yang ada di dalamnya. Repository ini terdiri dari dua jenis utama, yaitu institutional repository dan global repository.
Institutional Repository menyimpan dokumen dalam database milik institusi tertentu, seperti universitas atau lembaga pendidikan lainnya. Global Repository, di sisi lain, adalah database internasional yang mencakup karya dari berbagai institusi di seluruh dunia. Saat pengguna memeriksa karya ilmiah melalui Turnitin, teks akan dibandingkan dengan kedua jenis repository tersebut.
Baca Juga: 4 Metode dan Tips Cara Menulis Esai yang Efektif dan Benar
Apa Akibat Plagiarisme Tinggi?
Plagiarisme yang tinggi menunjukkan bahwa karya ilmiah memiliki tingkat kemiripan teks yang besar dengan sumber lain. Kondisi ini belum tentu berarti kamu melakukan penjiplakan, tetapi tetap menjadi sinyal bahwa naskah perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
Dalam dunia akademik, persentase kemiripan yang tinggi sering dijadikan indikator awal untuk menilai orisinalitas sebuah karya. Hasil similarity check biasanya akan dianalisis lebih lanjut untuk memastikan apakah kemiripan tersebut berasal dari kutipan yang benar, referensi, atau memang ada bagian yang perlu diperbaiki.
Selain itu, skor plagiarisme yang tinggi juga dapat memengaruhi proses penilaian naskah, baik untuk tugas kuliah, skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah.
Penerbit Buku Deepublish memiliki E-Book Panduan Menyelesaikan Naskah yang dapat membantu anda dalam menyelesaikan naskah sesuai panduan penerbit buku
Ciri-Ciri Karya Ilmiah Terkena Turnitin Repository
Karya ilmiah yang terkena Turnitin Repository biasanya memiliki beberapa indikasi yang jelas. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:
1. Skor Similarity Tinggi
Skor similarity yang tinggi adalah tanda pertama bahwa dokumen Anda terkena Turnitin Repository. Ketika skor kesamaan melebihi batas toleransi yang ditetapkan, dokumen tersebut kemungkinan besar terdeteksi memiliki kesamaan dengan karya yang sudah tersimpan.
Misalnya, jika Anda menggunakan bagian dari karya sebelumnya yang pernah diunggah, Turnitin akan menandainya sebagai duplikasi. Meskipun Anda adalah penulis asli dari kedua dokumen tersebut, similarity tetap akan dihitung.
2. Pencocokan dengan Dokumen Sendiri
Salah satu masalah umum adalah pencocokan dokumen dengan karya milik sendiri. Ini terjadi ketika versi awal dokumen Anda sudah tersimpan di repository, sehingga versi revisi juga terdeteksi sebagai karya yang sama.
Masalah ini sering dialami oleh mahasiswa atau peneliti yang memperbarui karya ilmiah untuk publikasi. Meskipun tujuannya baik, Turnitin akan tetap menganggapnya sebagai duplikasi karena sistem pencocokannya berbasis teks yang disimpan.
3. Kesalahan pada Versi Dokumen
Jika Anda mengunggah versi lama dari sebuah karya ilmiah dan kemudian memeriksa versi yang lebih baru, kedua versi tersebut mungkin akan dianggap memiliki similarity tinggi. Ini dapat membingungkan, terutama jika Anda tidak menyadari bahwa versi lama sudah tersimpan.
Cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah dengan memastikan dokumen yang diunggah pertama kali adalah versi final, atau menggunakan opsi pemeriksaan tanpa repository.
4. Tidak Dapat Menghapus Referensi di Repository
Setelah dokumen tersimpan di Turnitin Repository, pengguna biasa tidak memiliki akses untuk menghapusnya. Ini berarti setiap pemeriksaan di masa depan akan terus mencocokkan dokumen baru dengan versi yang sudah ada.
Menghapus dokumen memerlukan otorisasi khusus dari administrator Turnitin, yang biasanya memakan waktu dan mungkin tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa dokumen dengan hati-hati sebelum mengunggahnya.
Cara Mengatasi Karya Ilmiah yang Terkena Turnitin Repository
Bagaimana cara efektif untuk mengatasi karya ilmiah yang terkena Turnitin Repository? Berikut beberapa langkah yang dapat Anda coba:
Kalau karya ilmiah yang kamu unggah ternyata memiliki skor kemiripan tinggi karena sudah masuk ke repositori atau jurnal, tidak perlu langsung panik. Selama sumber yang terdeteksi memang merupakan karya milikmu sendiri, ada cara yang bisa dilakukan agar hasil pengecekan menjadi lebih relevan. Berikut caranya:
1. Unggah File dan Buka Hasil Cek
Pertama, unggah file karya ilmiah ke akun Turnitin seperti biasa. Tunggu hingga proses pengecekan selesai sampai muncul persentase skor yang tinggi (di video dicontohkan skor awal mencapai 97%). Setelah itu, klik “View” untuk membuka lembar feedback digital.
2. Buka Menu All Sources
Selanjutnya, di panel sebelah kanan, cari dan klik ikon berbentuk grafik batang atau diagram yang bernama “All Sources”. Menu ini akan menampilkan daftar lengkap semua website, jurnal, atau repositori yang mendeteksi kesamaan kata dengan artikel Anda.
3. Identifikasi Sumber Repositori/Jurnal Sendiri
Periksa daftar sumber tersebut. Klik pada sumber yang persentasenya paling besar untuk memastikan bahwa itu adalah artikel Anda sendiri yang sudah terbit atau tersimpan. Di video, sumber yang terdeteksi berasal dari repositori jurnal tempat artikel itu terbit serta situs pengindeks seperti Moraref Kemenag.
4. Gunakan Fitur Exclude Sources
Langkah berikutnya, klik tombol “Exclude Sources” yang berada di bagian bawah daftar. Centang kotak pada sumber repositori kampus, link jurnal Anda sendiri, atau situs pengindeks (seperti Moraref, Semantic Scholar, atau repositori universitas lain) yang mendeteksi artikel tersebut.
5. Kecualikan Sumber dan Lihat Hasil Akhir
Setelah semua sumber repositori milik artikel Anda dicentang, klik tombol “Exclude”. Sistem Turnitin akan otomatis menghitung ulang (re-kalkulasi) persentase kesamaan teks. Di dalam video, setelah sumber-sumber tersebut dikecualikan, skor plagiasi yang awalnya 97% berhasil turun drastis menjadi 15%.
Itulah beberapa cara mengatasi karya ilmiah yang terkena Turnitin Repository. Dengan pemahaman yang tepat dan strategi yang efektif, Anda dapat menjaga keaslian karya tulis serta meningkatkan kualitasnya. Pastikan untuk selalu menggunakan sumber dengan etis dan mematuhi pedoman akademik yang berlaku.
Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 21 Juli 2026.







