350+ Daftar Kata Tidak Baku yang Umum Digunakan Saat Menulis

daftar kata tidak baku

Menulis adalah keterampilan penting yang memerlukan penggunaan kata-kata yang tepat agar pesan tersampaikan dengan baik. Namun, masih banyak penulis yang menggunakan kata tidak baku secara tidak sadar dalam tulisan mereka. Kesalahan ini dapat mengurangi kredibilitas dan keprofesionalan sebuah karya tulis, khususnya dalam konteks formal atau akademis.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan daftar kata tidak baku lebih dari 350 kata yang sering digunakan, beserta bentuk baku yang benar. Mari simak penjelasan berikut untuk memahami pentingnya penggunaan kata baku dalam meningkatkan kualitas tulisan Anda.

Baca Juga: 100 Kata Kerja Mental dan Maknanya

Pengertian Kata Baku Menurut Ahli

Kata baku merupakan kata-kata yang bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dan sesuai dengan aturan ejaan yang disempurnakan. Penggunaan kata baku umumnya terlaksana pada proses penulisan naskah pidato dokumen resmi buku pelajaran dan lain sebagainya. Kata baku juga sering digunakan pada acara-acara formal. Berikut adalah beberapa pengertian kata baku dari para ahli: 

  • Menurut Mulyono dan Cher (2011) kata baku merupakan suatu kata-kata yang diucap dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah yang baku.
  • Menurut Salliyanti (2003), bahasa baku merupakan salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok yang dijadikan sebagai standar ukuran atau dijadikan standar. 
  • Menurut pendapat Badudu dan Zain (1996) menjelaskan arti kata baku yaitu rangkaian bunyi terkecil memiliki arti dan merupakan unsur kalimat yang menjadi pokok, utama, dan standart
  • Menurut Abdul Chaer (2000) kata baku adalah kata-kata yang menggunakan kata umum yang sudah lazim digunakan atau cukup tinggi dalam penggunaan frekuensi.
  • Menurut Moeliono (1988) berpendapat bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang diterima oleh masyarakat sebagai acuan atau model dan memiliki kekuatan sanksi sosial.

Baca Juga: 20 Daftar Kontranim: Satu Kata dengan Dua Makna

Ciri-Ciri Kata Baku

Kata baku memiliki beberapa ciri-ciri penting yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari kata baku: 

  • Tidak terpengaruh oleh bahasa daerah tertentu 
  • Tidak terpengaruh oleh bahasa asing 
  • Pemakaian dan juga penambahan kata imbuhan memiliki sifat eksplisit 
  • Kata yang tidak terkontaminasi sehingga memiliki makna yang jelas 
  • Makna di dalamnya tidak rancu 
  • Tidak bersifat boros atau terlalu banyak arti serta makna 
  • Digunakan dalam kegiatan menulis dan juga kegiatan formal

Baca Juga: 300 Daftar Kata Serapan Bahasa Indonesia dari Bahasa Belanda

Fungsi Kata Baku

Kata baku memiliki beberapa fungsi menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari kata baku tersebut: 

1. Sebagai Pemersatu 

Negara Indonesia memiliki ratusan suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap suku memiliki dialek dan juga variasi bahasa yang berbeda-beda. Dalam hal ini kata baku sangat penting untuk mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam ini. 

2. Pemberi Kekhasan 

Khas di sini artinya pembeda. Setiap negara di dunia memiliki bahasa yang khas dengan ejaannya yang tentu saja berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar setiap negara memiliki ciri khas masing-masing. 

3. Meningkatkan Kewibawaan 

Pada acara formal, umumnya pelaksanaan acara tersebut menggunakan bahasa baku. Penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia di acara-acara tersebut akan memberikan tingkat kewibawaan yang berbeda dibandingkan menggunakan bahasa tidak baku.

4. Kerangka Acuan 

Kata-kata baku merupakan suatu tolak ukur dalam berbahasa yang baik dan benar sehingga sesuai dengan aturan yang ada. Aturan ini menjadi acuan dalam penggunaan bahasa yang tepat.

Parafrase Indonesia memiliki E-Book Panduan Praktis Menulis Buku yang dapat membantu anda dalam mencari poin-poin penting dalam kepenulisan naskah buku

Pengertian Kata Tidak Baku Menurut Ahli

Kakak tidak baku merupakan bentuk variasi kata yang tidak mengikuti aturan bahasa Indonesia yang ada serta umumnya digunakan pada kegiatan sehari-hari. Kata tidak baku umumnya mendapatkan pengaruh bahasa asing dan juga bahasa daerah. Berikut ini adalah pengertian kata tidak baku menurut ahli: 

  • Menurut Alwasilah (1985) jelaskan bahwa bahasa tidak baku merupakan suatu bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan. 
  • Suharianto (1981) memberikan pengertian bahwa bahasa tidak baku merupakan salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi. 

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Setelah memahami ciri-ciri kata baku, pahami juga beberapa ciri-ciri kata tidak baku. Berikut ini adalah informasi mengenai ciri-ciri kata tidak baku: 

  • Penggunaannya terlaksana di kehidupan sehari-hari 
  • Terpengaruh oleh bahasa daerah 
  • Terpengaruh oleh bahasa asing 
  • Dipengaruhi oleh perkembangan zaman 
  • Bentuk katanya mudah berubah karena faktor perkembangan zaman, lingkungan, kata imbuhan yang kurang sesuai dan lain sebagainya. 

Kenapa kata Tidak Baku Bisa Muncul?

Kata tidak baku muncul karena adanya percampuran bahasa Indonesia bahasa daerah dan juga bahasa asing menjadi satu. Dan itu kata tidak baku digunakan karena memiliki kesan lebih santai dan singkat sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia yang cenderung mempermudah komunikasi.

Daftar Kata Tidak Baku yang Umum Digunakan

Banyak kata tidak baku yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari maupun tulisan. Berikut adalah daftar 100+ kata tidak baku yang umum digunakan:

Kata Tidak BakuKata Baku
AA
abrasiAberasi
abjadAbjad
absorsiAbsorpsi
adapAdab
ajektifAdjektif
adminAdministrator
adpokatAdvokat
afdolAfdal
agamisAgamais
ajegAjek
akheratAkhirat
asesorisAksesori
analisaAnalisis
azasAsas
azasiAsasi
atlitAtlet
atmosfirAtmosfer
aktipAktif
aktifitasAktivitas
aktuilAktual
aquariumAkuarium
almuniumAluminium
ambulanAmbulans
aditoriumAuditorium
otentikAutentik
otopsiAutopsi
adzanAzan
BB
baqaBaka
balighBalig
barzahBarzakh
batalyonBatalion
batereBaterai
bathilBatil
bhayangkaraBayangkara
bazaarBazar
bercerminBecermin
bengkoangBengkuang
bensolBenzol
belenderBlender
bokBoks
bemperBumper
bangkerBungker
bisBus
bolpenBolpoin
bosenBosan
CC
cabeCabai
cape, capekCapai
cap caiCapcai
cideraCedera
cendikiaCendekia
cengkehCengkih
cenderamataCinderamata
cendikiawanCendekiawan
cengkramCengkeram
cengkramaCengkerama
coklatCokelat
DD
debetDebit
debiturDebitor
dekritDekret
deodorantDeodoran
depoDepot
deputyDeputi
derajadDerajat
designDesain
detilDetail
deterjenDetergen
defiasiDeviasi
destilasiDistilasi
devidenDividen
donatorDonatur
durenDurian
EE
eksimEksem
eksibisiEkshibisi
eksportEkspor
extraEkstra
ekstrakulikulerEkstrakurikuler
ekstrimEkstrem
masEmas
hembusEmbus
hempasEmpas
engineEnjin
ensiklopediEnsiklopedia
episodEpisode
ephosEpos
essaiEsai
esenEsens
sekuadronEskadron
ethanolEtanol
FF
familiarFamilier
farmakopFarmakope
pavoritFavorit
pebruariFebruari
periFeri
philipinaFilipina
polioFolio
formilFormal
photoFoto
foto copyFotokopi
fotosintesaFotosintensis
frekwensiFrekuensi
GG
ghaibGaib
galaktoseGalaktosa
galeryGaleri
gepGap
geyserGeiser
jeniusGenius
gentengGenting
grebekGerebek
gregetGereget
grendelGerendel
gipGips
glamourGlamor
glukomaGlaukoma
groupGrup
goaGua
gubugGubuk
gudekGudeg
goncangGuncang
HH
hadistHadis
hirarkiHierarki
hapalHafal
hakekatHakikat
hal-ihwalHal-hal
hektarHektare
hetrogenHeterogen
hidrolisHidraulis
hiroglifHieroglif
higenisHigienis
hymneHimne
hipermetriHipermetropia
hipotikHipotek
II
idiologiIdeologi
ikhwalIhwal
ijasahIjazah
iketIkat
ihlasIkhlas
i’tibarIktibar
i’tikafIktikaf
influensaInfluenza
infra merahInframerah
inpusInfus
illusiIlusi
himbauImbau
himpitImpit
importImpor
inderaIndra
hingar-bingarIngar-bingar
incomeInkam
incognitoInkognito
instinkInsting
interopeksiIntrospeksi
hisapIsap
ijinIzin
JJ
jadualJadwal
jagadJagat
jahiliyahJahiliah
jejerJajar
jemaahJamaah
jendralJenderal
jeepJip
joggingJoging
jointJoin
jor-joranJorjoran
jubilumJubileum
yudoJudo
jusJuz
KK
kaca mataKacamata
kalkarimKalkarium
kameramenKamerawan
kamuplaseKamuflase
kangguruKanguru
kangkerKanker
kantungKantong
kharismatikKarismatik
kasepKasip
katagoriKategori
cateringKatering
kaosKaus
ksatriaKesatria
kuatirKhawatir
clubKlab
clashKles
clien, clientKlien
chlorKlor
clubKlub
koboyKoboi
komoditiKomoditas
komplekKompleks
komplitKomplet
konperensiKonferensi
konggresKongres
kongkretKonkret
koporKoper
kreatifitasKreativitas
kwalitasKualitas
kwantitasKuantitas
kuisionerKuesioner
kwintalKuintal
kwotaKuota
LL
ledengLeding
legalisirLegalisasi
almariLemari
lembabLembap
leukimiaLeukemia
laveransirLeveransir
lobyLobi
lokalisirLokalisasi
long marchLongmars
lobangLubang
losinLusin
MM
maagMag
mahnetMagnet
maghribMagrib
mampetMampat
managemenManajemen
managerManajer
mandegMandek
maisenaMaizena
majilisMajelis
makcomblangMak comblang
makdumMakhdum
mahlukMakhluk
makro ekonomiMakroekonomi
malpraktekMalapraktik
mangkokMangkuk
manuskrifManuskrip
marathonMaraton
margarineMargarin
marjinalMarginal
timunMentimun
mencontekMenyontek
mensukseskanMenyukseskan
merkMerek
materaiMeterai
mesjidMasjid
mashurMasyhur
matengMatang
madzabMazhab
memperhatikanMemerhatikan
memperintahMemerintah
memperlukanMemerlukan
mempesonaMemesona
mempopulerkanMempopulerkan
kenapaMengapa
merubahMengubah
mentriMenteri
metodaMetode
milyarMiliar
moderenModern
mosaikMozaik
sebab-musababMusabab
musiumMuseum
NN
nenasNanas
nafasNapas
nara sumberNarasumber
nasehatNasihat
nadzarNazar
negeriNegeri
nettoNeto
non aktifNonaktif
netralisirNetralisasi
nipasNifas
nomerNomor
non formalNonformal
notulenNotula
nopemberNovember
OO
orangeOranye
organisirOrganisasi
orisinilOrisinal
orchestraOrkestra
osmosisOsmose
automatisOtomatis
obyekObjek
obyektifObjektif
ojegOjek
olah ragaOlahraga
omsetOmzet
orangtuaOrang tua
PP
padriPaderi
fahamPaham
palemPalm
famplet, pamfeletPamflet
pasca panenPascapanen
panca indraPancaindera
pangkreasPankreas
paradoxParadoks
paramedikParamedis
parasitParasut
paragogeParogog
pas photoPasfoto
pasivePasif
pasportPaspor
patentPaten
pavilyunPaviliun
panembahanPenembahan
pedesPedas
padepokanPedepokan
perduliPeduli
plesetanPelesetan
plesirPelesir
pletonPeleton
peliara, piaraPelihara
plintirPelintir
pembaharuanPembaruan
pirsawanPemirsa
penasehatPenasihat
pengrajinPerajin
perancisPrancis
pirantiPeranti
pergedelPerkedel
pemukimanPermukiman
presentase, prosentasePersentase
pengrusakPerusak
pete, petayPetai
fikirPikir
praktekPraktik
perangkoPrangko
pro aktifProaktif
propinsiProvinsi
projectProyek
puteraPutra
puteriPutri
RR
reboRabu
realitaRealitas
radio aktifRadioaktif
rekaatRakaat
rameRamai
rangkingRanking
rangselRansel
rapihRapi
raportRapor
rasionilRasional
rajia, rasiaRazia
riilReal
realisirRealisasi
resikoRisiko
ritmaRitme
relifRelief
relijiusReligius
reumatikRematik
renaisanRenaisans
reptilReptilia
reservoarReservoir
responRespons
restauranRestoran
resumResume
rejeki, rizeki, rizkiRezeki
regimRezim
ridho, ridhaRida
ronsenRontgen
robohRubuh

Itulah pembahasan tentang pentingnya memahami kata baku dan tidak baku dalam penulisan. Menggunakan kata baku tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan tetapi juga mencerminkan penguasaan bahasa yang baik. Kesalahan dalam menggunakan kata tidak baku dapat diminimalkan dengan merujuk pada KBBI.

Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 20 Juli 2026.

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar