Pernah melihat daftar pertanyaan yang dibagikan peneliti kepada responden untuk mengumpulkan data? Itulah salah satu bentuk kuesioner penelitian, tetapi penggunaannya tidak sekadar menyusun pertanyaan dan menunggu jawaban. Yuk, simak artikel ini untuk mengenal pengertian kuesioner penelitian, jenis-jenisnya, manfaat, hingga cara menyusunnya agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian.
Daftar Isi
TogglePengertian Kuesioner Penelitian
Kuesioner penelitian adalah instrumen pengumpulan data yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan untuk dijawab oleh responden. Instrumen ini digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan variabel atau masalah yang sedang diteliti, baik dalam penelitian kuantitatif maupun sebagai pelengkap pengumpulan data pada pendekatan lainnya.
Penyusunan kuesioner perlu mengacu pada tujuan penelitian agar setiap pertanyaan menghasilkan informasi yang relevan. Jawaban responden kemudian dapat dikelompokkan, dibandingkan, atau dianalisis sesuai kebutuhan penelitian.
Kuesioner bisa dibagikan dalam bentuk cetak maupun digital, misalnya melalui Google Forms, sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan karakteristik responden dan kondisi di lapangan.
Pengertian Kuesioner Penelitian Menurut Ahli
Sejumlah ahli menjelaskan kuesioner dari sudut pandang yang berbeda, terutama sebagai perangkat pertanyaan dan teknik pengumpulan data.
- Sukardi, memandang kuesioner sebagai seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh responden. Pandangan ini menempatkan kuesioner sebagai instrumen yang disusun untuk memperoleh tanggapan langsung dari orang-orang yang menjadi sumber data penelitian.
- Nurkancana, menekankan kuesioner sebagai metode pengumpulan data melalui daftar pertanyaan tertulis yang dijawab secara tertulis pula.
- Hendrarno, Sugiyono, dan Supriyo juga mengaitkan kuesioner dengan komunikasi tertulis, khususnya dalam proses memahami siswa.
Jika ditarik ke konteks penelitian yang lebih luas, berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa kuesioner bukan sekadar kumpulan pertanyaan, melainkan sarana komunikasi terstruktur untuk mendapatkan informasi dari responden.
Baca Juga:
- Cara Melakukan Konversi Karya Ilmiah Menjadi Luaran Buku
- Panduan Langkah Mengubah Tesis Menjadi Buku Berkualitas
- Raih Jabatan Fungsional Dosen dengan Konversi KTI Menjadi Buku
Manfaat Membuat Kuesioner
Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan saat membuat kuesioner, antara lain:
1. Mengurangi Waktu Penelitian
Kuesioner memungkinkan peneliti menyampaikan pertanyaan yang sama kepada banyak responden dalam satu waktu. Jika menggunakan formulir digital, responden dapat mengisinya dari lokasi masing-masing tanpa perlu datang ke tempat penelitian.
2. Fleksibilitas Pengumpulan Data
Kamu bisa menyesuaikan format kuesioner dengan kebutuhan penelitian dan kondisi responden. Formulir cetak dapat digunakan ketika akses internet terbatas, sedangkan formulir daring cocok untuk menjangkau responden yang tersebar di berbagai wilayah.
Fleksibilitas juga terlihat dari pilihan jenis pertanyaannya. Kamu dapat menggunakan pilihan ganda, skala penilaian, maupun jawaban terbuka untuk memperoleh data yang sesuai dengan informasi yang ingin digali.
3. Mempermudah Analisis Data
Jawaban dalam kuesioner tertutup cenderung lebih mudah dikelompokkan karena responden memilih opsi yang sudah disediakan. Misalnya, jawaban mengenai tingkat kepuasan dapat diberi kode angka untuk membantu proses tabulasi dan analisis statistik. Sementara itu, jawaban terbuka dapat dianalisis dengan mengelompokkan tema atau pola yang muncul dari penjelasan responden.
4. Menjadi Standarisasi Data
Kuesioner membantu menjaga konsistensi proses pengumpulan data karena responden menerima pertanyaan dengan susunan dan pilihan jawaban yang sama. Kondisi ini memudahkan peneliti membandingkan jawaban antarkelompok responden tanpa harus menafsirkan pertanyaan yang berbeda-beda.
Baca Juga: Bagaimana Cara Publikasi Artikel Ilmiah ke Jurnal Terpercaya?
Jenis-jenis Kuesioner Penelitian
Jenis kuesioner penelitian dapat dibedakan berdasarkan cara responden memberikan jawaban. Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri, sehingga pemilihannya sebaiknya mengikuti tujuan penelitian dan bentuk data yang dibutuhkan.
1. Kuesioner Terbuka
Kuesioner terbuka memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab pertanyaan menggunakan kata-kata sendiri. Peneliti tidak membatasi jawaban pada sejumlah opsi tertentu, sehingga responden dapat menjelaskan pengalaman, pendapat, atau alasan secara lebih leluasa.
Jenis ini cocok digunakan ketika peneliti ingin menggali informasi yang beragam atau belum memiliki gambaran lengkap tentang kemungkinan jawaban responden. Sebagai contoh, pertanyaan “Apa kendala yang kamu hadapi saat mengikuti pembelajaran daring?” memungkinkan responden menyampaikan pengalaman yang berbeda-beda.
2. Kuesioner Tertutup
Kuesioner tertutup menyediakan pilihan jawaban yang telah ditentukan oleh peneliti. Responden cukup memilih opsi yang paling sesuai dengan kondisi atau pendapatnya, misalnya “Ya” atau “Tidak”, pilihan ganda, maupun skala tingkat persetujuan.
3. Kuesioner Campuran
Kuesioner campuran menggabungkan pertanyaan tertutup dan terbuka dalam satu instrumen. Responden dapat memilih jawaban yang tersedia terlebih dahulu, kemudian memberikan alasan atau keterangan tambahan apabila diperlukan.
Misalnya, peneliti menanyakan kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan dengan pilihan “puas”, “cukup puas”, dan “tidak puas”, lalu menyediakan kolom untuk menjelaskan alasannya.
4. Kuesioner Semi Terbuka
Kuesioner semi terbuka menyediakan beberapa pilihan jawaban sekaligus ruang bagi responden untuk menambahkan jawaban lain. Format ini berguna ketika peneliti sudah memperkirakan sebagian besar kemungkinan jawaban, tetapi masih membuka peluang munculnya pilihan yang belum tercantum.
Contohnya, pertanyaan mengenai sumber informasi yang digunakan mahasiswa dapat menyediakan opsi buku, jurnal, media sosial, dan situs web, disertai pilihan “Lainnya, sebutkan”.
Baca Juga: Paradigma Penelitian: Pengertian, Jenis, Macam dan Contohnya
Karakteristik Kuesioner Penelitian
Ada sejumlah karakteristik yang perlu diperhatikan agar responden dapat mengisi instrumen dengan nyaman dan jawaban yang terkumpul sesuai dengan kebutuhan penelitian.
1. Eksplorasi
Kuesioner dapat digunakan untuk menggali informasi mengenai pengalaman, sikap, pendapat, atau kebiasaan responden. Informasi yang dicari perlu dirumuskan sejak awal agar pertanyaan tidak melebar ke hal-hal yang berada di luar fokus penelitian.
Pada penelitian eksploratif, pertanyaan terbuka bisa membantu menemukan tema yang sebelumnya belum diperkirakan. Sementara itu, penelitian yang mengukur variabel tertentu dapat menggunakan pertanyaan yang lebih terarah untuk mengetahui kondisi responden berdasarkan indikator yang sudah ditetapkan.
2. Keberagaman
Pertanyaan dalam kuesioner dapat memiliki bentuk dan tingkat kedalaman yang berbeda. Peneliti bisa menggunakan pilihan ganda, skala penilaian, pertanyaan ya atau tidak, hingga kolom uraian sesuai jenis informasi yang ingin diperoleh.
3. Urutan Pertanyaan
Susunan pertanyaan sebaiknya dibuat secara logis, dimulai dari bagian yang mudah dijawab menuju pertanyaan yang membutuhkan pemikiran lebih mendalam. Pertanyaan penyaring atau informasi umum dapat ditempatkan di awal, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan inti sesuai urutan topik penelitian.
Contoh urutan pertanyaan dalam kuesioner
- Informasi umum: Apakah kamu mahasiswa aktif?
- Kebiasaan: Berapa kali kamu mengakses perpustakaan digital dalam seminggu?
- Penilaian: Seberapa mudah kamu menemukan jurnal yang dibutuhkan?
- Evaluasi: Apa kendala utama yang kamu hadapi saat menggunakan perpustakaan digital?
4. Menjaga Privasi
Kuesioner sebaiknya hanya meminta informasi pribadi yang benar-benar diperlukan untuk menjawab tujuan penelitian. Identitas seperti nama lengkap, nomor telepon, atau alamat tidak perlu dikumpulkan jika tidak memiliki fungsi yang jelas dalam proses penelitian.
Peneliti juga perlu menjelaskan tujuan pengumpulan data, cara informasi digunakan, dan siapa yang dapat mengaksesnya. Jika penelitian memungkinkan pengisian anonim, pilihan tersebut dapat membantu responden merasa lebih nyaman ketika memberikan jawaban yang bersifat pribadi atau sensitif.
Baca Juga: Random Sampling: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Isi Kuesioner Penelitian
Isi kuesioner perlu disusun berdasarkan variabel penelitian, indikator, dan karakteristik responden yang telah ditentukan. Berikut contoh sederhana kuesioner penelitian mengenai pengalaman mahasiswa menggunakan perpustakaan digital yang menggabungkan pertanyaan terstruktur, urutan logis, variasi jawaban, dan perlindungan privasi.
Contoh judul: Kuesioner Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Perpustakaan Digital
Pengantar untuk responden
Halo! Kuesioner ini bertujuan mengetahui pengalaman mahasiswa dalam menggunakan perpustakaan digital untuk mendukung kegiatan akademik. Jawaban kamu akan digunakan untuk keperluan penelitian dan dikelola secara bertanggung jawab. Kamu tidak perlu mencantumkan nama jika identitas tidak dibutuhkan dalam penelitian.
A. Pertanyaan penyaring
- Apakah kamu mahasiswa aktif?
- Ya
- Tidak
- Apakah kamu pernah menggunakan perpustakaan digital untuk mencari referensi akademik?
- Ya
- Tidak
B. Kebiasaan penggunaan
- Seberapa sering kamu menggunakan perpustakaan digital?
- Setiap hari
- Beberapa kali dalam seminggu
- Beberapa kali dalam sebulan
- Jarang
- Jenis referensi apa yang paling sering kamu cari? Kamu boleh memilih lebih dari satu.
- Buku elektronik
- Artikel jurnal ilmiah
- Prosiding
- Skripsi atau tesis
- Lainnya, sebutkan: __________
C. Penilaian pengalaman
- Seberapa mudah kamu menemukan referensi yang dibutuhkan?
- Sangat mudah
- Mudah
- Cukup mudah
- Sulit
- Sangat sulit
- Seberapa setuju kamu dengan pernyataan berikut?
Perpustakaan digital membantu saya menemukan referensi untuk menyelesaikan tugas akademik.- Sangat setuju
- Setuju
- Netral
- Tidak setuju
- Sangat tidak setuju
D. Pertanyaan terbuka
- Apa kendala yang paling sering kamu alami ketika menggunakan perpustakaan digital?
Jawaban: __________________________________ - Apa saran yang ingin kamu berikan untuk meningkatkan layanan perpustakaan digital?
Jawaban: __________________________________
Contoh tersebut masih perlu disesuaikan dengan rumusan masalah dan indikator penelitian yang sebenarnya. Jika penelitian bertujuan mengukur hubungan antar variabel, setiap butir pertanyaan juga perlu dipetakan ke indikator yang relevan serta diuji kualitas instrumennya sebelum digunakan untuk mengumpulkan data utama.
Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner Penelitian
Kuesioner menawarkan cara pengumpulan data yang praktis, tetapi penggunaannya juga memiliki keterbatasan. Sebelum memilih instrumen ini, kamu perlu mempertimbangkan karakteristik responden, jenis informasi yang dibutuhkan, dan cara jawaban akan dianalisis.
Kelebihan Kuesioner Penelitian
Kuesioner dapat menjangkau banyak responden dalam waktu relatif singkat, terutama jika disebarkan secara digital. Pertanyaan yang seragam juga memudahkan peneliti membandingkan jawaban dan menyusun data untuk analisis lebih lanjut.
Selain itu, responden memiliki waktu untuk membaca dan mempertimbangkan jawaban sebelum mengirimkannya. Jika dirancang dengan tepat, kuesioner juga dapat memberikan ruang bagi responden untuk menyampaikan pendapat tanpa harus berhadapan langsung dengan peneliti.
2. Kekurangan Kuesioner Penelitian
Kuesioner bergantung pada kesediaan dan pemahaman responden dalam menjawab setiap pertanyaan. Jika kalimatnya membingungkan atau pilihan jawabannya tidak sesuai, data yang terkumpul berisiko tidak menggambarkan kondisi responden secara akurat.
Kuesioner juga tidak selalu mampu menggali alasan di balik jawaban secara mendalam, terutama jika seluruh pertanyaan berbentuk pilihan tertutup. Tingkat respons yang rendah, jawaban yang tidak lengkap, dan kecenderungan responden memberikan jawaban yang dianggap baik secara sosial juga dapat memengaruhi kualitas data.
Penerbit Buku Deepublish memiliki layanan Konversi KTI yang membantu dosen mengubah naskah hasil penelitian menjadi buku ajar, monograf maupun referensi yang memiliki standar Perpusnas
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Kuesioner Penelitian
Kualitas data penelitian sangat dipengaruhi oleh cara instrumen disusun. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat membuat kuesioner penelitian, seperti:
1. Hindari Pertanyaan Membingungkan
Gunakan kalimat yang mudah dipahami oleh responden dengan latar belakang yang sesuai dengan sasaran penelitian. Istilah teknis sebaiknya dijelaskan jika berpotensi menimbulkan penafsiran berbeda.
2. Pertanyaan Tidak Bertele-tele
Pertanyaan yang terlalu panjang dapat membuat responden kehilangan fokus sebelum memahami hal yang sebenarnya ingin ditanyakan. Sampaikan satu gagasan utama dalam setiap butir dengan kalimat yang langsung menuju sasaran.
3. Buat Ringkas
Jumlah pertanyaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, bukan sekadar dibuat sebanyak mungkin. Kuesioner yang terlalu panjang berisiko membuat responden lelah, terburu-buru menjawab, atau berhenti sebelum menyelesaikannya.
4. Kelompokkan Pertanyaan
Susun pertanyaan berdasarkan topik atau indikator agar alurnya mudah diikuti. Misalnya, kelompokkan pertanyaan mengenai kebiasaan penggunaan, penilaian layanan, kendala, dan saran perbaikan dalam bagian yang berbeda.
5. Dapat Diukur
Jika tujuan penelitian adalah mengukur suatu variabel, pertanyaan harus dirumuskan berdasarkan indikator yang dapat diamati atau dinilai. Pilihan jawaban pun perlu dibuat secara konsisten sehingga setiap respons bisa diolah menggunakan teknik analisis yang sesuai.
Sebagai contoh, persepsi terhadap kemudahan penggunaan dapat diukur melalui sejumlah pernyataan dengan skala persetujuan yang sama. Namun, penggunaan angka pada pilihan jawaban tidak otomatis menjadikan data valid. Kamu tetap perlu memastikan bahwa butir pertanyaan benar-benar mewakili konsep yang hendak diukur.
6. Relevansi Pertanyaan
Setiap pertanyaan harus memiliki hubungan yang jelas dengan rumusan masalah atau tujuan penelitian. Pertanyaan yang menarik tetapi tidak memberikan informasi untuk menjawab masalah penelitian sebaiknya tidak dimasukkan hanya untuk memperpanjang instrumen.
Demikian pembahasan mengenai kuesioner penelitian, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, karakteristik, hingga kelebihan dan kekurangannya. Dengan menyusun pertanyaan yang jelas, relevan, dan sesuai indikator, kamu dapat mengumpulkan data yang lebih terarah serta mempermudah proses analisis. Jangan lupa menguji instrumen terlebih dahulu agar kuesioner yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Sumber:
“Kuesioner Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya.” Liputan 6, 11 Feb. 2025, https://www.liputan6.com/feeds/read/5909281/kuesioner-adalah-pengertian-jenis-manfaat-dan-cara-membuatnya.
“Kuesioner Penelitian Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuat.” Deepublish Store, 13 Mei. 2026, https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/kuesioner-penelitian/.
“Kuesioner Adalah: Pengertian, Jenis-jenis, dan Karakteristik.” Gramedia, https://www.gramedia.com/literasi/kuesioner/#2_Ukuran_Jelas.
“Pengertian Kuesioner, Jenis, Cara Membuat, dan Contohnya.” Populix, https://populix.co/articles/kuesioner-adalah/.




