Simak Jenis Akreditasi Kampus Sistem Terbaru dan Lama

Jenis akreditasi kampus

Setiap kampus memiliki status akreditasi, tetapi tidak semua orang benar-benar memahami artinya. Dengan mengenal jenis-jenis akreditasi kampus, Anda akan lebih memahami bagaimana kualitas pendidikan, peluang karier, hingga kepercayaan masyarakat maupun mahasiswa baru yang ingin masuk. Simak ulasannya berikut ini. 

Baca Juga: 7 Tantangan Meningkatkan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Akreditasi Kampus?

Akreditasi kampus adalah proses penilaian formal terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh lembaga resmi. Penilaian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola institusi, sumber daya manusia, hingga capaian pembelajaran mahasiswa. Melalui akreditasi, kualitas perguruan tinggi dapat diukur secara objektif dan terstandar.

Akreditasi kampus menjadi nilai utama dalam pergirian tinggi di Indonesia karena menjadi penjaminan mutu pendidikan tinggi. Proses ini tidak bersifat administratif semata, melainkan berbasis evaluasi menyeluruh terhadap kinerja institusi. Hasil akreditasi kemudian menjadi rujukan publik dalam menilai kredibilitas sebuah kampus.

Akreditasi juga berfungsi sebagai mekanisme pengendalian dan peningkatan mutu berkelanjutan. Kampus dituntut untuk terus melakukan evaluasi diri, memperbaiki kelemahan, serta mengembangkan keunggulan sesuai standar nasional. Akreditasi bukan sekadar label, tetapi proses pembinaan kualitas jangka panjang.

Pelaksanaan akreditasi kampus dilakukan oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah. Lembaga ini memiliki kewenangan menilai institusi dan program studi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Adapun lembaga yang berperan dalam akreditasi antara lain:

  • BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).
  • LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) untuk bidang keilmuan tertentu.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Akreditasi Prodi, Strategi Efektif untuk Mencapai Nilai A

Mengapa Akreditasi Kampus Penting?

Akreditasi kampus menjadi jaminan bahwa proses pendidikan yang Anda jalani memenuhi standar mutu nasional. Status akreditasi menunjukkan sejauh mana institusi mampu menyelenggarakan pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab. Semakin baik akreditasi, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik.

Dari sisi mahasiswa, akreditasi berpengaruh langsung terhadap pengakuan ijazah. Banyak instansi pemerintah maupun swasta mensyaratkan lulusan dari kampus terakreditasi untuk keperluan rekrutmen. Memahami jenis akreditasi kampus akan membuat Anda menghindari risiko akademik di masa depan.

Bagi dosen dan tenaga kependidikan, akreditasi menentukan ruang pengembangan karier dan reputasi akademik. Kampus dengan akreditasi baik cenderung memiliki sistem riset, pengabdian, dan pengajaran yang lebih tertata. Lingkungan akademik pun menjadi lebih kondusif dan produktif.

Akreditasi juga penting dalam konteks kerja sama institusi, baik nasional maupun internasional. Mitra akademik umumnya menjadikan status akreditasi sebagai tolak ukur awal sebelum menjalin kolaborasi. Akreditasi bukan hanya kepentingan internal, tetapi juga menyangkut posisi kampus di tingkat global.

Sistem Akreditasi Kampus Terbaru

Seiring kebijakan merdeka belajar dan kampus merdeka, sistem akreditasi kampus mengalami pembaruan. Pemerintah mengganti skema lama berbasis peringkat huruf menjadi penilaian yang lebih reflektif terhadap mutu institusi. Sistem akreditasi kampus terbaru ini dinilai lebih adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

1. Unggul

Akreditasi unggul merupakan peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi kampus terbaru. Status ini menunjukkan bahwa kampus memiliki kinerja sangat baik dalam tata kelola, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Institusi dengan akreditasi unggul umumnya memiliki daya saing nasional dan internasional.

Perguruan tinggi Unggul juga dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi kurikulum, kolaborasi global, serta produktivitas riset menjadi ciri utama. Status akreditasi unggul akan membuat kepercayaan publik dan mitra strategis semakin meningkat.

Bagi Anda, memilih kampus dengan akreditasi Unggul berarti memperoleh lingkungan akademik yang matang dan berkelanjutan. Proses belajar lebih terstruktur, dan peluang jejaring profesional terbuka lebih luas. Tidak heran jika kategori ini menjadi incaran banyak calon mahasiswa.

2. Baik Sekali

Akreditasi baik sekali menunjukkan bahwa kampus telah memenuhi standar mutu tinggi, meskipun masih memiliki ruang pengembangan. Institusi dalam kategori ini dinilai stabil dalam pengelolaan akademik dan non-akademik. Kualitas pembelajaran dan layanan mahasiswa sudah berjalan dengan baik. Kampus baik sekali umumnya memiliki sistem penjaminan mutu internal yang aktif. Evaluasi dan perbaikan dilakukan secara berkala untuk mengejar peringkat unggul.

Bagi Anda yang mempertimbangkan pilihan realistis namun tetap berkualitas, jenis akreditasi kampus ini layak dipertimbangkan. Lingkungan akademiknya sudah kondusif, dan reputasi institusi relatif baik di tingkat regional maupun nasional.

3. Baik

Akreditasi baik menandakan bahwa kampus telah memenuhi standar minimum nasional pendidikan tinggi. Institusi pada level ini masih dalam tahap penguatan sistem dan sumber daya. Meski demikian, proses akademik tetap berjalan sesuai regulasi.

Jenis akreditasi kampus dengan akreditasi baik biasanya sedang berbenah menuju peningkatan mutu. Pengembangan dosen, sarana prasarana, dan kurikulum menjadi fokus utama. Pembinaan yang dilakukan dengan konsisten membuat peningkatan peringkat sangat memungkinkan.

Untuk Anda, memahami posisi akreditasi ini penting agar ekspektasi akademik tetap realistis. Kampus Baik dapat menjadi pilihan jika disertai komitmen institusi terhadap perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga: Mengenal LAM PTKes: Pengertian, Tujuan, dan Fungsi

Sistem Akreditasi Kampus Lama

Sebelum diberlakukannya sistem terbaru, Indonesia menggunakan skema atau jenis-jenis akreditasi kampus berbasis peringkat huruf. Sistem ini cukup lama digunakan dan masih dikenal luas oleh masyarakat. Meskipun sudah tidak diterapkan untuk akreditasi baru, pemahamannya tetap relevan secara historis.

1. Peringkat A

Akreditasi A menandakan kualitas institusi yang sangat baik pada masanya. Kampus dengan peringkat ini dinilai unggul dalam hampir semua aspek penilaian. Reputasi dan kepercayaan publik terhadap kampus A umumnya sangat tinggi.

Banyak kampus besar di Indonesia sebelumnya berada pada peringkat A. Status ini menjadi fondasi kuat untuk transisi menuju akreditasi Unggul. Secara substansi, A dan unggul memiliki kesetaraan mutu.

Bagi Anda yang menelusuri riwayat institusi, peringkat A mencerminkan konsistensi kualitas jangka panjang. Riwayat ini penting dalam menilai keseriusan kampus dalam menjaga mutu.

2. Peringkat B

Peringkat B menunjukkan bahwa kampus telah memenuhi standar nasional dengan baik. Kualitas akademik relatif stabil, meskipun belum mencapai tingkat tertinggi. Banyak perguruan tinggi berkembang berada pada kategori ini.

Kampus dengan peringkat B biasanya memiliki potensi besar untuk naik peringkat. Pembenahan sistem dan peningkatan sumber daya, akan membuat transisi menuju baik sekali atau unggul sangat memungkinkan. Komitmen pimpinan menjadi faktor kunci.

Bagi Anda, peringkat B dapat menjadi pilihan strategis jika kampus menunjukkan progres yang jelas. Lingkungan akademik cukup sehat untuk pengembangan diri dan studi lanjut.

3. Peringkat C

Peringkat C menandakan bahwa kampus hanya memenuhi standar minimum. Banyak aspek masih memerlukan perbaikan serius, baik dari sisi akademik maupun manajerial. Status ini menjadi peringatan bagi institusi untuk segera berbenah.

Kampus dengan peringkat C umumnya berada dalam pengawasan ketat. Pemerintah mendorong perbaikan melalui pembinaan dan evaluasi lanjutan. Jika tidak ada peningkatan, risiko penurunan status institusi bisa terjadi.

Bagi Anda, memahami peringkat ini penting agar dapat mempertimbangkan risiko dan manfaat secara matang. Transparansi informasi menjadi kunci dalam mengambil keputusan akademik.

Baca Juga: 7 Jenis Publikasi Ilmiah untuk Meningkatkan Akreditasi Kampus

Demikian gambaran mengenai jenis akreditasi kampus yang perlu Anda pahami sebagai bagian dari strategi memilih dan mengembangkan institusi pendidikan tinggi. Anda dapat menilai kualitas kampus secara lebih objektif dan terarah. Pemahaman ini tidak hanya membantu pengambilan keputusan akademik, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan penguatan mutu institusi ke depan.

Ingin memperkuat mutu institusi sekaligus meningkatkan rekam jejak akademik kampus Anda? Mari jalin kerja sama institusi bersama Deepublish Jakarta melalui program penerbitan dan pengembangan karya ilmiah dosen untuk mendukung akreditasi dan reputasi perguruan tinggi.

Sumber: 

“Apa Saja Akreditasi Perguruan Tinggi.” Suteki Technology, 19 Feb. 2024, https://suteki.co.id/apa-saja-akreditasi-perguruan-tinggi/. 

“Apa Arti Akreditasi A, B, C & Unggul, Baik Sekali, Baik dan Tidak Terakreditasi?.” Sevima, 1 Aug. 2023, https://sevima.com/apa-arti-akreditasi-a-b-c-unggul-baik-sekali-baik-dan-tidak-terakreditasi/. 

“Kenali Macam-Macam Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia.” Universitas Airlangga Excellence with Morality, 28 Nov. 2024, https://unair.ac.id/kenali-macam-macam-akreditasi-perguruan-tinggi-di-indonesia/.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *