Sama-sama seputar karya ilmiah, tapi sebenarnya ada perbedaan jurnal dan skripsi yang cukup mendasar. Memahami perbedaannya akan membantumu lebih siap, baik saat menyusun skripsi maupun ketika ingin mempublikasikan hasil penelitian ke jurnal ilmiah.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Artikel dan Makalah dalam Dunia Akademik
Daftar Isi
ToggleApa Itu Jurnal?
Secara konsep, jurnal adalah media atau platform publikasi yang memuat kumpulan artikel ilmiah dari berbagai penulis. Jadi, jurnal sebenarnya bukan hanya satu tulisan, melainkan wadah yang menampung banyak artikel penelitian dalam satu edisi terbitan.
Namun dalam praktik sehari-hari, para akademisi sering menyebut artikel ilmiah yang mereka tulis sebagai “jurnal”. Sebutan ini sudah sangat akrab dan umum digunakan, padahal secara teknis yang dimaksud adalah artikel yang dimuat di dalam jurnal tersebut.
Dengan kata lain, jurnal merupakan media publikasinya, sedangkan artikel ilmiah adalah konten yang ada di dalamnya. Kesalahpahaman istilah ini sering membuat mahasiswa bingung saat membahas perbedaan skripsi dan jurnal, terutama ketika mulai masuk tahap publikasi.
Apa Itu Skripsi?
Berbeda dengan jurnal, skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun mahasiswa sebagai syarat kelulusan program sarjana (S1). Skripsi biasanya menjadi bukti bahwa kamu mampu melakukan penelitian secara mandiri dengan metode yang tepat.
Skripsi memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metode, hasil, hingga kesimpulan. Struktur ini relatif lebih lengkap dan detail karena ditujukan sebagai laporan komprehensif atas penelitian yang kamu lakukan.
Selain itu, skripsi biasanya hanya diuji di lingkungan kampus melalui sidang bersama dosen pembimbing dan penguji. Jadi, fungsi utamanya memang sebagai syarat akademik, bukan langsung sebagai media publikasi seperti jurnal.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Jurnal dan Makalah dalam Karya Ilmiah
Apa Bedanya Jurnal dan Skripsi
Mari kita pahami lebih jelas perbedaannya.
1. Pembuatan Abstrak
Dalam skripsi, abstrak biasanya ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Panjangnya relatif lebih detail karena merangkum keseluruhan isi penelitian, mulai dari latar belakang hingga kesimpulan.
Sementara pada artikel jurnal, abstrak ditulis lebih ringkas dan padat. Biasanya ada batasan jumlah kata, misalnya 150–250 kata, tergantung kebijakan masing-masing jurnal. Karena jurnal menekankan efisiensi, abstrak harus langsung menampilkan tujuan, metode, hasil utama, dan implikasi penelitian secara singkat.
2. Struktur Isi
Dari segi struktur, perbedaan skripsi dan jurnal cukup terlihat jelas:
a. Skripsi:
- Halaman Judul
- Kata Pengantar
- Halaman Persetujuan Dosen
- Motto
- Abstrak
- Bab I Pendahuluan
- Bab II Tinjauan Pustaka
- Bab III Metode Penelitian
- Bab IV Hasil dan Pembahasan
- Bab V Penutup
- Daftar Pustaka
b. Jurnal:
- Pendahuluan
- Metode
- Hasil dan Pembahasan
- Simpulan
- Daftar Pustaka
Skripsi memiliki pembagian bab yang sistematis dan panjang. Sedangkan jurnal menyajikan struktur yang lebih ringkas, tanpa pembagian bab secara formal seperti dalam skripsi.
3. Gaya Penulisan
Gaya penulisan skripsi cenderung formal, sistematis, dan sangat detail. Kamu harus menjelaskan latar belakang masalah secara panjang, termasuk teori-teori pendukung yang relevan.
Pada jurnal, gaya penulisan lebih langsung ke inti pembahasan. Meski tetap formal, artikel jurnal menuntut efisiensi dan ketepatan, karena ruang publikasi terbatas dan pembaca biasanya ingin langsung pada temuan penelitian.
4. Jumlah Halaman dan Panjang Tulisan
Skripsi umumnya memiliki panjang 80 hingga 150 halaman, tergantung kebijakan kampus dan program studi. Penjelasan teori dan metodologi disajikan secara lengkap agar dapat dipertanggungjawabkan saat sidang.
Sebaliknya, artikel jurnal rata-rata hanya 10–20 halaman. Panjang ini sudah termasuk abstrak, tabel, dan daftar pustaka, sehingga penulis harus benar-benar selektif dalam menyajikan informasi.
5. Hasil dan Pembahasan
Pada skripsi, hasil dan pembahasan ditulis secara rinci dan mendalam. Setiap data dianalisis satu per satu dengan penjelasan yang cukup panjang agar pembaca memahami proses penelitian secara utuh.
Di jurnal, hasil dan pembahasan lebih terfokus pada temuan utama yang dianggap signifikan. Tidak semua detail dimasukkan, hanya bagian yang relevan dengan kontribusi ilmiah penelitian tersebut. Selain itu, jurnal biasanya menekankan pada kebaruan (novelty) dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Penulisan
6. Tujuan Penulisan
Skripsi ditulis sebagai syarat kelulusan akademik. Tujuannya untuk menguji kemampuanmu dalam merancang dan melaksanakan penelitian secara mandiri.
Sementara itu, jurnal bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah yang lebih luas. Publikasi jurnal juga menjadi salah satu indikator kinerja akademik dosen dan peneliti.
7. Revisi dan Review
Dalam skripsi, proses revisi dilakukan bersama dosen pembimbing. Setelah itu, kamu akan menghadapi sidang dan melakukan perbaikan sesuai masukan penguji.
Pada jurnal, prosesnya lebih kompleks karena melibatkan peer review. Artikel yang kamu kirim akan dinilai oleh reviewer independen yang ahli di bidangnya.
Revisi bisa terjadi beberapa kali sebelum artikel dinyatakan layak terbit. Proses ini membuat perbedaan jurnal dan skripsi semakin terlihat dari sisi standar evaluasi.
8. Target Pembaca
Target pembaca skripsi biasanya terbatas pada dosen, penguji, dan sivitas akademika kampusmu. Distribusinya pun sering kali hanya di perpustakaan atau repositori kampus.
Jurnal memiliki jangkauan pembaca yang jauh lebih luas. Artikel yang terbit dapat diakses peneliti, dosen, mahasiswa, bahkan praktisi dari berbagai institusi. Karena itulah, bahasa dalam jurnal cenderung lebih universal dan langsung pada inti pembahasan.
9. Penulis
Skripsi umumnya ditulis oleh satu mahasiswa sebagai penulis tunggal. Sebaliknya, artikel jurnal bisa ditulis oleh satu orang atau kolaborasi beberapa penulis. Tidak jarang, kolaborasi lintas institusi bahkan lintas negara menjadi hal yang umum dalam penulisan artikel jurnal.
Demikian penjelasan lengkap mengenai perbedaan jurnal dan skripsi yang perlu kamu pahami sebelum menyusun atau mempublikasikan karya ilmiah. Itulah gambaran mendasar yang bisa membantumu melihat posisi skripsi sebagai syarat akademik dan jurnal sebagai media publikasi ilmiah.
Jika kamu sudah memiliki karya tulis ilmiah dan ingin meningkatkan nilai manfaatnya, manfaatkan layanan Konversi KTI dari Deepublish Jakarta untuk mengubah karya ilmiah menjadi buku ber-ISBN secara legal, resmi, dan profesional.
Sumber:
“Perbedaan Skripsi dan Jurnal.” Deepublish Store, 12 Des. 2022, https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/perbedaan-skripsi-dan-jurnal/.
“Apa Perbedaan Skripsi dan Jurnal Ilmiah?” Zhata Institut, https://zhatainstitut.org/apa-perbedaan-skripsi-dan-jurnal-ilmiah/.“Perbedaan Format Skripsi dan Jurnal yang Wajib Diketahui Mahasiswa.” P2MAL Universitas Medan Area, 26 Jun. 2025, https://p2mal.uma.ac.id/2025/06/26/perbedaan-format-skripsi-dan-jurnal-yang-wajib-diketahui-mahasiswa/.

