Contoh Instrumen Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Riset Ilmiah

contoh instrumen penelitian

Tahukah Anda apa saja contoh penerapan instrumen penelitian dalam riset ilmiah yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif? Instrumen penelitian merupakan salah satu aspek yang perlu Anda perhatikan ketika sedang mengerjakan sebuah riset ilmiah.

Kali ini Penerbit Deepublish Jakarta akan membagikan dua penerapan instrumen penelitian kualitatif dan kuantitatif. Namun sebelum itu, simak penjelasan terkait instrumen penelitian terlebih dahulu pada bagian berikut.

Apa Itu Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk memahami suatu fenomena secara mendalam dengan melihat kondisi objek sebagaimana adanya. Menurut Sugiyono, pendekatan ini menempatkan peneliti sebagai instrumen utama dan lebih menekankan pemahaman terhadap makna yang muncul dari data daripada sekadar menghasilkan angka.

Sementara itu, Lexy J. Moleong menjelaskan bahwa penelitian kualitatif diarahkan untuk memahami pengalaman subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan, secara menyeluruh. Hasil pemahamannya kemudian disampaikan melalui uraian berupa kata-kata dan bahasa dengan tetap memperhatikan konteks alami tempat fenomena tersebut terjadi.

Apa Itu Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang menggunakan data dalam bentuk angka untuk memperoleh gambaran yang terukur mengenai suatu masalah atau fenomena. John W. Creswell memandang pendekatan ini sebagai proses yang sistematis dan objektif, dengan pemanfaatan data numerik serta analisis statistik untuk memahami persoalan yang diteliti.

Dengan karakter tersebut, penelitian kuantitatif lebih menitikberatkan pada pengukuran dan pengolahan data secara terstruktur. Pendekatan ini dapat digunakan untuk melihat pola, hubungan, atau kecenderungan suatu fenomena berdasarkan hasil analisis terhadap data yang diperoleh.

Baca Juga: Metode Penelitian Eksperimen: Pengertian, Jenis dan Langkah

Apa Itu Instrumen Penelitian?

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh seorang peneliti untuk mendapatkan sumber data yang akan diolah dalam riset ilmiah. Sederhananya, instrumen penelitian merupakan cara yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mendapatkan sumber data tersebut.

Hal ini membuat instrumen penelitian merupakan salah satu tahapan penting yang mesti dilakukan peneliti ketika mengerjakan riset ilmiah. Tanpa adanya instrumen penelitian, seorang peneliti tidak akan memiliki sumber data yang jelas dalam riset yang sedang dia kerjakan.

Instrumen penelitian ini bisa berbentuk dalam berbagai macam hal. Penggunaan instrumen penelitian ini bisa disesuaikan dengan jenis riset ilmiah yang sedang dikerjakan oleh seorang peneliti.

Setiap instrumen yang digunakan nantinya akan menghasilkan sumber data yang berbeda-beda. Oleh sebab itu ketika sedang mengerjakan riset ilmiah, Anda bisa menyesuaikan instrumen yang digunakan agar bisa mendapatkan sumber data yang selaras dengan penelitian yang sedang dikerjakan.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Instrumen Penelitian

Terdapat beberapa jenis instrumen penelitian yang bisa Anda gunakan ketika sedang mengerjakan sebuah riset ilmiah, seperti:

1. Wawancara

Instrumen penelitian pertama yang bisa Anda gunakan dalam riset ilmiah adalah wawancara. Instrumen yang satu ini biasanya digunakan untuk penelitian yang bersifat kualitatif.

Ketika menggunakan instrumen ini, peneliti akan memberikan pertanyaan secara verbal kepada narasumber yang dijadikan sumber rujukan. Salah satu kelebihan dari instrumen ini adalah peneliti bisa mendapatkan sumber data secara langsung dari jawaban narasumber atas pertanyaan yang diutarakan.

Contoh: pada topik penelitian tentang pengalaman mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring. Kamu bisa menyusun beberapa pertanyaan wawancara, seperti:

  1. Bagaimana pengalaman selama mengikuti pembelajaran daring?
  2. Apa saja kendala yang paling sering ditemui selama pembelajaran?
  3. Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut?
  4. Apa perubahan yang dirasakan setelah mengikuti pembelajaran daring?

2. Observasi

Metode Observasi menjadi instrumen penelitian berikutnya yang bisa Anda gunakan dalam riset ilmiah. Ketika menerapkan instrumen ini, peneliti akan mengamati perilaku atau situasi dari objek penelitian yang dituju.

Contoh instrumen observasi kualitatif, misalnya ketika kamu meneliti aktivitas siswa selama pembelajaran di kelas. Maka, beberapa aspek yang bisa kamu observasi/amati, seperti:

  1. Interaksi siswa dengan guru.
  2. Interaksi antarsiswa.
  3. Respons siswa ketika diberikan pertanyaan.
  4. Kondisi dan suasana kelas selama pembelajaran.

Contoh instrumen observasi untuk penelitian kuantitatif: misalnya ketika kamu meneliti seputar tingkat keaktifan siswa selama pembelajaran. Kamu bisa mengobservasi dalam bentuk beberapa indikator yang dibuat dalam tabel, seperti contoh berikut:

IndikatorSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4
Bertanya kepada guruTidak pernahJarangSeringSangat Sering
Menjawab pertanyaanTidak pernahJarangSeringSangat Sering
Mengikuti diskusiTidak pernahJarangSeringSangat Sering

3. Diskusi Kelompok Terfokus

Anda juga bisa menggunakan diskusi kelompok terfokus sebagai salah satu alat dalam mengumpulkan sumber data. Instrumen ini memungkinkan seorang peneliti untuk mendapatkan data dari sekelompok orang dalam kurun waktu yang sama.

Contoh instrumen FGD kualitatif:

Topik penelitian: Persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran.

Pertanyaan diskusi:

  1. Bagaimana pendapat peserta mengenai penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran?
  2. Apa manfaat yang dirasakan?
  3. Apa kendala yang pernah dialami?
  4. Menurut peserta, bagaimana penggunaan media sosial yang efektif untuk mendukung pembelajaran?

4. Eksperimen

Alat pengumpulan data yang bisa dilakukan berikutnya dalam riset ilmiah adalah metode eksperimen atau percobaan. Instrumen ini memungkinkan seorang peneliti untuk melakukan berbagai macam percobaan dan melihat reaksi dari objek penelitian yang diteliti.

Contohnya, ketika kamu sedang meneliti pengaruh metode pembelajaran menggunakan video terhadap hasil belajar siswa. 

Peneliti memberikan tes kepada siswa sebelum dan sesudah penggunaan video pembelajaran. Nilai pre-test dan post-test kemudian dibandingkan untuk mengetahui perubahan hasil belajar setelah perlakuan diberikan.

5. Kuesioner

Instrumen penelitian terakhir yang bisa digunakan dalam riset ilmiah adalah kuesioner. Instrumen ini biasanya digunakan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif. Ketika menggunakan instrumen ini, peneliti akan membagikan daftar pertanyaan kepada beberapa responden. Jawaban dari para responden inilah yang nantinya akan diolah dan dianalisa sebagai sumber data dalam penelitian.

Contoh:

Topik penelitian: Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring.

Pernyataan: “Materi pembelajaran daring mudah dipahami.”

Responden dapat memberikan jawaban menggunakan skala Likert berikut:

  • 1 = Sangat tidak setuju
  • 2 = Tidak setuju
  • 3 = Netral
  • 4 = Setuju
  • 5 = Sangat setuju

Contoh Instrumen Penelitian

1. Instrumen Penelitian Kualitatif

Berikut contoh penerapan instrumen penelitian wawancara dalam riset ilmiah yang bersifat kualitatif.

Topik Penelitian: Pengalaman Mahasiswa dalam Mengikuti Program Pertukaran Pelajar di Luar Negeri

Tujuan Penelitian: Memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri, termasuk motivasi, tantangan, dan dampak program terhadap perkembangan pribadi dan akademik mereka.

Instrumen: Panduan Wawancara Semi-Terstruktur

Panduan wawancara ini berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka yang akan diajukan kepada narasumber. Pertanyaan-pertanyaan ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jalannya wawancara.

Contoh Pertanyaan

a. Motivasi:

– Apa yang mendorong Anda untuk mengikuti program pertukaran pelajar?

– Apakah ada faktor-faktor khusus yang mempengaruhi keputusan Anda untuk memilih negara tujuan?”

b. Tantangan:

– Tantangan apa saja yang Anda hadapi selama mengikuti program pertukaran pelajar?

– Bagaimana Anda menghadapi tantangan-tantangan tersebut?

c. Pengalaman Belajar dan Interaksi dengan Budaya Baru:

– Bagaimana pengalaman belajar Anda di universitas luar negeri dibandingkan dengan di Indonesia?”

– Ceritakan pengalaman Anda dalam berinteraksi dengan budaya baru di negara tujuan.

– Apakah ada perbedaan signifikan antara budaya di negara tujuan dengan budaya Indonesia yang Anda rasakan?

d. Dampak Program:

– Bagaimana program pertukaran pelajar ini telah memengaruhi perkembangan pribadi Anda (misalnya, kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi)?

– Apakah program ini juga berdampak pada perkembangan akademik Anda (misalnya, peningkatan kemampuan bahasa, perluasan wawasan)?

– Apakah Anda memiliki rencana atau tujuan tertentu setelah menyelesaikan program pertukaran pelajar?

Pelaksanaan Wawancara

a. Persiapan:

– Peneliti menghubungi calon narasumber (mahasiswa yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar) dan membuat janji untuk wawancara.

– Peneliti menjelaskan tujuan penelitian dan memastikan bahwa narasumber bersedia untuk direkam selama wawancara.

b. Pelaksanaan:

– Wawancara dilakukan secara tatap muka atau melalui media daring, seperti Zoom atau Google Meet.

– Peneliti memulai wawancara dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan kembali tujuan penelitian.

– Mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka sesuai dengan panduan wawancara.

– Peneliti memberikan kesempatan kepada narasumber untuk berbicara secara bebas dan mengungkapkan pengalaman mereka.

– Peneliti mendengarkan dengan seksama dan mengajukan pertanyaan tambahan jika diperlukan.

c. Setelah Wawancara:

– Rekaman wawancara ditranskrip secara verbatim (kata demi kata).

– Transkrip wawancara dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema umum dan pola-pola pengalaman yang muncul dari narasumber.

Analisis Data

Data yang diperoleh dari wawancara mendalam akan dianalisis secara kualitatif. Peneliti akan mencari pola, tema, dan makna yang terkandung dalam jawaban narasumber. Analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti analisis konten atau analisis tematik.

2. Instrumen Penelitian Kuantitatif

Adapun contoh penerapan instrumen penelitian kuantitatif berupa kuesioner adalah.

Judul Penelitian: Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa

Latar Belakang

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter tidak hanya digunakan untuk berinteraksi sosial, tetapi juga sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara penggunaan media sosial dengan perilaku konsumsi mahasiswa, seperti frekuensi pembelian, jenis produk yang dibeli, dan keputusan pembelian.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara online kepada mahasiswa dari berbagai fakultas di sebuah universitas.

Instrumen Penelitian

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa bagian:

a. Data Demografi Responden: Pertanyaan mengenai usia, jenis kelamin, fakultas, dan tingkat pendidikan.

b. Penggunaan Media Sosial: Pertanyaan mengenai platform media sosial yang sering digunakan, frekuensi penggunaan, dan tujuan penggunaan media sosial.

c. Perilaku Konsumsi: Pertanyaan mengenai frekuensi pembelian produk secara online, jenis produk yang sering dibeli melalui media sosial, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian (misalnya, iklan, rekomendasi teman, ulasan produk).

Contoh Pertanyaan Kuesioner

a. Seberapa sering Anda menggunakan media sosial dalam sehari? (pilihan jawaban: kurang dari 1 jam, 1-3 jam, 4-6 jam, lebih dari 6 jam).

b. Platform media sosial mana yang paling sering Anda gunakan? (pilihan jawaban: Instagram, TikTok, Twitter, Facebook, dll.).

c. Apakah Anda pernah membeli produk yang diiklankan di media sosial? (pilihan jawaban: ya, sering; ya, kadang-kadang; tidak pernah).

d. Faktor apa yang paling mempengaruhi Anda dalam membeli produk secara online? (pilihan jawaban: iklan, rekomendasi teman, ulasan produk, harga, dll.).

Pengumpulan Data

Kuesioner disebarkan secara online melalui platform survei (misalnya, Google Forms). Mahasiswa yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian diminta untuk mengisi kuesioner tersebut.

Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis secara statistik untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan perilaku konsumsi mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan dapat berupa analisis deskriptif (misalnya, persentase, rata-rata) dan analisis inferensial (misalnya, uji korelasi, regresi).

Itulah contoh penerapan instrumen penelitian, baik riset ilmiah yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Dapatkan lebih banyak informasi seputar penulisan dan penyusunan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Penerbit Deepublish Jakarta!

Sumber:
“3 Contoh Instrumen Penelitian Kuantitatif untuk Mengumpulkan Data.” Deepublish Store, 10 Apr. 2026, https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/contoh-instrumen-penelitian-kuantitatif/?srsltid=AfmBOoqCVcYdHinElqxlpHe4ljtp3NXpoX-HuaEYpEkkwF1O0mVZE5dP#3_Contoh_Instrumen_Penelitian_Kuantitatif.
“Contoh Instrumen Penelitian Observasi.” https://www.scribd.com/document/439264780/Instrumen-Penelitian-DEL-docx.

Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 19 Agustus 2026.

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish