Angket Penelitian: Pengertian, Prinsip, Tujuan dan Contoh

angket penelitian

Menyusun angket penelitian yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan. Banyak peneliti pemula merasa bingung harus mulai dari mana. Artikel ini akan membimbing Anda mulai dari pengertian, jenis, hingga cara membuat dan menyusun angket penelitian yang efektif.

Apa Itu Angket Penelitian

Angket penelitian merupakan suatu instrumen penelitian yang terdiri dari rangkaian pernyataan atau jenis konfirmasi lain untuk mengumpulkan informasi dari responden. Instrumen penelitian ini juga biasa disebut dengan kuesioner berisi serangkaian pertanyaan untuk mendapatkan data dari responden.

 Pengertian Angket Penelitian Menurut Ahli

  • Suroyo Anwar (2009) berpendapat bahwa angket atau kuesioner merupakan sejumlah pertanyaan atau pertanyaan tertulis tentang data faktual atau juga opini yang memiliki kaitan erat dengan diri responden. Angkat ini merupakan data yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan perlu responden jawab.
  • Gantina Komalasari dkk (2011) berpendapat bahwa angket merupakan suatu alat pengumpulan data dalam penilaian non tes yang berupa serangkaian ditujukan kepada responden (yaitu peserta didik orang tua atau masyarakat). 
  • Komalasari (2011) Angket merupakan suatu kuesioner yang terdiri dari tiga bagian yaitu judul angket, perangkat yang berisi tujuan atau petunjuk pengisian, dan juga pertanyaan-pertanyaan yang umumnya berisi opini atau pendapat serta fakta. 
  • L. Djumhur (1985) berpendapat bahwa angket merupakan teknik pengumpulan data yang terlaksana dengan mengadakan komunikasi dengan narasumber.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Angket Penelitian

Berikut ini adalah beberapa jenis angket penelitian yang umum digunakan:

1. Angket Terbuka

Angket terbuka berisi pertanyaan yang memberi kebebasan bagi responden untuk menjawab dengan kalimat mereka sendiri. Jenis ini cocok digunakan jika Anda ingin mendapatkan jawaban yang mendalam dan beragam.

Misalnya, pertanyaan seperti “Apa pendapat Anda tentang layanan sekolah selama pandemi?” akan memberi ruang luas untuk berbagai opini. Namun, angket jenis ini membutuhkan waktu lebih lama dalam proses analisis karena jawabannya cenderung variatif dan kualitatif.

2. Angket Tertutup

Angket tertutup memberikan pilihan jawaban yang telah ditentukan, seperti skala likert, pilihan ganda, atau benar-salah. Jenis ini memudahkan dalam pengolahan data karena semua jawaban terstandar.

Misalnya, “Apakah Anda setuju dengan kebijakan baru sekolah?” dengan pilihan Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Angket ini sangat ideal untuk penelitian kuantitatif dengan jumlah responden besar.

3. Angket Campuran

Angket campuran menggabungkan pertanyaan terbuka dan tertutup dalam satu instrumen penelitian. Tujuannya adalah mendapatkan data kuantitatif sekaligus mendalam dari responden.

Contoh: Anda bisa menanyakan “Seberapa puas Anda dengan layanan perpustakaan kampus?” (tertutup), lalu lanjutkan dengan “Apa alasan Anda memberikan jawaban tersebut?” (terbuka). 

4. Angket Langsung

Jenis angket ini disampaikan langsung oleh peneliti kepada responden secara tatap muka. Cara ini memungkinkan Anda memberikan penjelasan atau klarifikasi bila dibutuhkan.

Angket langsung berguna untuk meningkatkan tingkat pengembalian angket dan menghindari kesalahan interpretasi pertanyaan. Namun, Anda perlu mempertimbangkan waktu dan biaya dalam pelaksanaannya.

5. Angket Tidak Langsung

Angket tidak langsung dikirim melalui media seperti email, Google Form, atau pos. Praktis dan efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah besar atau lokasi yang tersebar.

Namun, tantangan utama dari angket tidak langsung adalah tingkat respons yang rendah serta kemungkinan jawaban yang tidak dipahami secara akurat oleh responden. Maka, penting untuk menyusun pertanyaan dengan jelas dan mudah dipahami.

Tujuan Angket Penelitian

Pembuatan angket dalam proses penelitian memiliki beberapa tujuan penting. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai tujuan pembuatan angket dalam penelitian.

1. Mengumpulkan Informasi

Tujuan dari pembuatan angket penelitian yaitu untuk membantu proses pengumpulan informasi pada responden atau narasumber. Angket penelitian akan membantu proses pengumpulan informasi agar lebih efisien dan efektif sehingga membantu proses penelitian.

2. Menjamin Validitas Data

Penggunaan angket penelitian akan membantu menjamin validitas data sehingga informasi yang dianalisis terbukti adanya. Adanya angket penelitian akan membantu memberikan data yang akurat sehingga terjamin hasil penelitiannya.

3. Mendapatkan Respon

Tujuan dari angket yang selanjutnya yaitu mendapatkan respon. Pembuatan angket akan membantu mendapatkan respon dari para narasumber sehingga mampu mengambil data informasi yang dibutuhkan pada proses penelitian.

Manfaat Angket Penelitian

Angkat penelitian akan memberikan banyak manfaat untuk proses riset yang melibatkan berbagai narasumber. Berikut ini adalah beberapa manfaat penting yang didapat ketika menggunakan angket dalam kegiatan penelitian.

1. Mengetahui Sikap Responden

Manfaat dari angket yang pertama yaitu mengetahui sikap responden. Kuesioner yang diberikan pada responden pada proses penelitian akan membantu mengetahui sikap responden ketika diminta mengisi angket. 

Angket ini dapat diberikan oleh para peneliti melalui komunikasi secara langsung maupun menggunakan perangkat elektronik. Pengisian angket ini akan mengetahui sikap responden terhadap proses penelitian serta topik penelitian yang menjadi fokus utama. 

2. Mengurangi Duplikasi Data Penelitian

Manfaat yang selanjutnya yaitu mengurangi duplikasi penelitian. Walaupun topik penelitian sama dengan penelitian yang terdahulu, adanya angket penelitian ini bisa mengurangi Adanya kemungkinan duplikasi. Ini karena peneliti bisa menyusun atau membuat sendiri daftar pertanyaan dalam angka tersebut untuk dapat dianalisis pada laporan penelitian. Ini bisa mencegah duplikasi yang dapat menjadi hambatan dalam penelitian.

3. Menghemat Waktu dan Tenaga

Penggunaan angket juga mampu menghemat waktu serta tenaga para peneliti serta narasumber. Angket penelitian hanya perlu diisi sesuai dengan pertanyaan yang ada dan umumnya tidak ada penambahan pertanyaan lain. 

Ini akan mampu menghemat waktu dan tenaga pada proses penelitian agar mendapatkan informasi secara efektif dan efisien. Proses pemberian angket juga bisa dilakukan secara online sehingga lebih mempermudah proses pengambilan data.

4. Menjaga Kerahasiaan Data

Penggunaan angket pada penelitian juga bisa menjaga kerahasiaan data dari narasumber atau responden. Kerahasiaan data ini penting untuk narasumber atau untuk responden sehingga mampu memberikan informasi sesuai dengan keadaan yang faktual tanpa takut adanya kebocoran data atau penyebaran data tanpa izin.

Format Angket Penelitian

Format angket penelitian sebaiknya disusun secara sistematis dan menarik. Berikut adalah komponen utama dalam format angket penelitian yang perlu Anda perhatikan:

1. Identitas Responden

Bagian ini biasanya terletak di awal angket dan berisi informasi umum tentang responden, seperti nama, usia, jenis kelamin, pendidikan, atau pekerjaan. Anda bisa menyesuaikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan dan relevansi terhadap tujuan penelitian.

Namun, tidak semua penelitian membutuhkan identitas lengkap. Jika penelitian Anda bersifat anonim, cukup gunakan data demografis dasar untuk analisis. Penting juga untuk mencantumkan catatan privasi agar responden merasa aman saat mengisi angket.

2. Petunjuk Pengisian

Petunjuk harus ditulis secara ringkas, jelas, dan langsung pada inti. Jelaskan bagaimana cara mengisi angket, seperti cara memberi tanda pada pilihan atau menjawab pertanyaan terbuka.

Petunjuk yang jelas akan menghindari kesalahan pengisian dan meningkatkan kualitas data. Hindari penggunaan istilah teknis yang membingungkan, terutama jika angket ditujukan untuk responden umum.

3. Daftar Pertanyaan

Inilah bagian inti dari angket yang terdiri dari item-item pertanyaan sesuai indikator penelitian Anda. Pertanyaan bisa berupa pilihan ganda, skala likert, isian bebas, atau kombinasi.

Susunlah pertanyaan mulai dari yang paling mudah atau umum hingga yang lebih kompleks, sehingga membantu responden merasa nyaman dan tidak langsung terbebani saat mulai menjawab.

4. Struktur yang Konsisten dan Rapi

Pastikan format visual angket konsisten dari awal hingga akhir. Gunakan ukuran huruf yang mudah dibaca dan tata letak yang rapi agar responden tidak bingung. Jika Anda menggunakan media digital seperti Google Form, manfaatkan fitur pengelompokan bagian untuk membuat alur lebih jelas. 

5. Penutup dan Ucapan Terima Kasih

Pada bagian akhir angket, berikan ucapan terima kasih kepada responden atas partisipasi mereka. Anda juga bisa menyampaikan bahwa jawaban mereka akan digunakan untuk kepentingan akademik atau pengembangan tertentu.

Jika memungkinkan, tambahkan kolom saran atau komentar tambahan sebagai ruang bagi responden menyampaikan hal-hal di luar pertanyaan yang mungkin penting untuk dianalisis.

Prinsip-Prinsip Pembuatan Angket

Pembuatan angket umumnya akan mengikuti beberapa prinsip penting sehingga mampu membantu dalam proses penelitian. Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsip dalam pembuatan angket yang harus menjadi perhatian.

1. Jelas

Prinsip yang pertama pada pembuatan angket yaitu adalah prinsip kejelasan. Seringkali masalah akan timbul ketika menggunakan kata-kata yang tidak tepat sehingga menyulitkan responden dalam memahami pertanyaan yang diajukan. 

Pastikan bahwa penggunaan kata-kata sudah jelas dan tidak mengandung unsur ambigu sehingga dapat menghasilkan informasi yang berguna. Selain itu pastikan bahwa dalam satu pertanyaan tidak terlalu luas batasannya.

2. Membantu Ingatan Narasumber

Prinsip dari pembuatan angket yang selanjutnya yaitu membantu ingatan narasumber. Pertanyaan pada angket harus tersusun sehingga memudahkan responden untuk mengingat kembali hal-hal yang diperlukan pada penelitian. 

Ini akan membantu agar informasi dalam angka tersebut sudah jelas dan sesuai dengan fakta dan data yang ada sehingga mampu membantu proses penelitian.

3. Membantu Mendapatkan Jawaban Responden

Prinsip yang selanjutnya yaitu bahwa angket tersebut harus bisa membantu peneliti mendapatkan jawaban dari responden ada. Adanya angket penelitian akan berguna untuk proses riset ketika mendapatkan jawaban yang dibutuhkan. 

Para peneliti harus dapat menyusun pertanyaan dengan kata-kata yang tepat sehingga mampu membantu mendapatkan jawaban dari responden. Pastikan untuk tidak menanyakan hal yang sulit atau masalah bersifat pribadi pada saat pembuatan angket. 

4. Menghindari Bias

Prinsip yang selanjutnya yaitu angket harus dapat menghindari adanya kemungkinan bias. Pada beberapa kasus, para responden mungkin telah mengetahui jawaban yang sebenarnya dari suatu pertanyaan namun lebih memilih menolak memberikan jawaban atau justru memberikan jawaban yang lain. 

Untuk dapat menghindari hal ini maka gunakan pilihan kata-kata yang tepat sehingga dapat menghindari adanya bias.

Penerbit Buku Deepublish memiliki layanan Konversi KTI yang membantu dosen mengubah naskah hasil penelitian menjadi buku ajar, monograf maupun referensi yang memiliki standar Perpusnas

Contoh Angket Penelitian

Contoh Angket Penelitian Kuantitatif

Angket Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala 

Desa terhadap Kinerja Perangkat Desa

A.IDENTITAS RESPONDEN

Nama :

Jenis Kelamin : 

Usia :

Pendidikan Terakhir :

Jabatan : 

B. PETUNJUK PENGISIAN

Isilah tanda [ … ] dengan SS, S, N, TS, atau STS pada kuesioner jawaban di setiap pertanyaan yang 

sesuai dengan bapak ibu.

SS : Sangat Setuju

S : Setuju

N : Netral

TS : Tidak Setuju

STS : Sangat Tidak Setuju

1. Pimpinan mampu memberikan pengawasan yang ketat pada bawahan [ … ]

2. Pimpinan tidak  mengikutsertakan bawahan di proses pengambilan keputusan [ … ]

3. Pimpinan selalu bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil untuk desa [ … ]

4. Pimpinan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik terhadap semua bawahan [ … ]

5. Pimpinan memberikan motivasi yang baik pada tiap bawahan [ … ]

6. Pimpinan memberi kebebasan kepada tiap bawahan untuk menentukan sendiri cara menyelesaikan tugas [ … ]

7. Pimpinan memberikan kepercayaan tentang tugas pekerjaan kepada bawahan [ … ]

8. Pimpinan memberi kebebasan kepada bawahan untuk menyampaikan ide gagasan [ … ]

 Contoh Angket Penelitian Kualitatif

Angket penelitian tentang pengaruh waduk terhadap lingkungan persawahan Wonogiri 

  • Sudah berapa lama mengurus sawah di area ini? 
  • Berapa hektar sawah yang selama ini sudah diurus? 
  • Apa sumber air utama sawah? 
  • Apakah waduk baru di lingkungan tersebut memberikan pengaruh pada keberlangsungan sawah? 
  • Apa yang ingin dirubah dari waduk tersebut yang berhubungan dengan persawahan? 
  • Apa yang diharapkan dari waduk tersebut?

Jangan lupa, kualitas angket penelitian Anda sangat menentukan keberhasilan penelitian secara keseluruhan. Selamat mencoba dan semoga penelitian Anda berjalan lancar!

Dapatkan lebih banyak informasi seputar penulisan dan penyusunan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Penerbit Deepublish Jakarta!

Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 11 Oktober 2026.

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar