Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning merupakan dua jenis model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran. Berikut ini adalah informasi mengenai pengertian hingga contoh pelaksanaannya di dalam pembelajaran.
Daftar Isi
TogglePengertian Discovery Learning
Metode belajar discovery learning adalah metode pembelajaran yang berbasis inquiry sehingga mendorong para peserta didik untuk menemukan konsep atau prinsip suatu materi pembelajaran. Peserta didik nantinya akan membangun pemahaman berdasarkan pengalaman dan juga eksplorasi mereka sendiri.Â
Pengertian Discovery Learning Menurut Ahli
- Jerome Bruner, berpendapat bahwa discovery learning merupakan model pembelajaran yang meminta para peserta didik agar dapat mengorganisasi permasalahan secara mandiri.Â
- Arends, berpendapat bahwa discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang aktif. Di dalam proses pembelajaran ini, peserta didik akan lebih aktif dalam menemukan serta mengemukakan gagasannya berkaitan dengan topik yang mereka pelajari.Â
- M. Hosnan, mengemukakan bahwa discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan cara menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri, sehingga hasilnya dapat bertahan lebih lama.Â
Pengertian Problem Based Learning
Pembelajaran problem based learning merupakan suatu metode belajar yang fokus pada penyelesaian masalah nyata sebagai pokok pembahasan. Model pembelajaran ini akan menekankan pada kemampuan peserta didik dalam melakukan analisis dan penyelesaian suatu permasalahan menggunakan berbagai sumber pengetahuan.Â
Pengertian Problem Based Learning Menurut Ahli
- Arends, berpendapat bahwa pembelajaran berbasis masalah ini akan menyajikan berbagai situasi masalah yang autentik sesama memiliki makna pada peserta didik. Pembelajaran ini dapat berfungsi sebagai batu pijakan dalam melakukan kegiatan investigasi serta penyelidikan. Problem face learning ini akan dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta penyelesaian masalah.Â
- Barrett, berpendapat bahwa pembelajaran ini merupakan suatu kegiatan belajar yang dihasilkan dari suatu proses pemecahan masalah yang disajikan pada awal proses pembelajaran. Peserta didik akan belajar dari masalah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, mengorganisasi, merencana serta memutuskan apa yang mereka pelajari pada kelompok-kelompok kecil.Â
- Boud, menjelaskan bahwa problem based learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengarah pada pelibatan para peserta didik dalam mengatasi masalah belajar dengan praktek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.Â
- Tan, menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis masalah ini merupakan suatu kegiatan belajar di mana penerapannya bukan sekedar memasukkan masalah dalam kelas, namun juga memberi kesempatan pada peserta didik untuk tetap aktif membentuk pengetahuan lewat kegiatan interaksi serta penyelidikan dengan kegiatan kolaborasi.
Baca Juga:
- Cara Menulis Buku Ajar untuk Dosen [Free E-Book Panduan]
- 20+ Contoh Buku Ajar untuk Dosen [Download Template Gratis]
- Langkah-Langkah Menyusun Buku Ajar Sesuai Kurikulum OBE
Perbedaan Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning
Meskipun sama-sama berorientasi pada eksplorasi dan penemuan, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara Discovery Learning dan Problem Based Learning.
1. Fokus Pembelajaran
Discovery Learning lebih menekankan pada proses eksplorasi mandiri siswa dalam menemukan konsep atau prinsip pembelajaran. Siswa belajar dari pengalaman mereka sendiri dan menarik kesimpulan dari eksplorasi yang mereka lakukan.
Sebaliknya, Problem Based Learning berpusat pada penyelesaian masalah nyata sebagai sarana pembelajaran. Siswa belajar dengan mencari solusi atas permasalahan yang diberikan.
Dalam Discovery Learning, siswa lebih banyak menggali informasi dan mencoba memahami konsep dengan berbagai cara. Sedangkan dalam Problem Based Learning, siswa lebih fokus pada cara menyelesaikan suatu permasalahan dengan menerapkan konsep yang telah dipelajari.
2. Peran Guru
Dalam model pembelajaran Discovery Learning, guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan stimulus kepada siswa untuk mengeksplorasi dan menemukan konsep secara mandiri. Guru tidak memberikan informasi secara langsung, melainkan memberikan bimbingan agar siswa dapat mencapai pemahaman mereka sendiri.
Sebaliknya, dalam Problem Based Learning, guru berperan sebagai mentor yang membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Guru tetap membimbing siswa, tetapi lebih aktif dalam memberikan arahan agar mereka dapat menemukan solusi dengan baik.
3. Sumber Belajar
Perbedaan selanjutnya terletak pada sumber belajar. Pada Discovery Learning, sumber belajar berasal dari pengalaman siswa sendiri, eksperimen, serta observasi yang mereka lakukan. Siswa didorong untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang relevan.
Sementara itu, dalam Problem Based Learning, sumber belajar lebih banyak berasal dari kasus atau permasalahan nyata yang diberikan oleh guru. Siswa akan menggunakan berbagai referensi yang mendukung dalam menyelesaikan masalah tersebut.
4. Proses Pembelajaran
Proses dalam Discovery Learning dimulai dari pemberian stimulus, kemudian siswa melakukan eksplorasi, mengumpulkan data, menganalisis, dan akhirnya menarik kesimpulan dari hasil eksplorasi mereka.
Sebaliknya, dalam Problem Based Learning, siswa diberikan masalah yang harus mereka selesaikan melalui analisis, diskusi, dan presentasi solusi. Pembelajaran berlangsung dalam kelompok sehingga kolaborasi menjadi aspek utama.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning lebih menitikberatkan pada pemahaman individu, sedangkan Problem Based Learning lebih menekankan pada kerja sama tim.
5. Hasil Pembelajaran
Hasil dari Discovery Learning adalah peningkatan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep yang dipelajari. Siswa juga menjadi lebih mandiri dalam belajar.
Sementara dalam Problem Based Learning, hasil pembelajaran lebih fokus pada keterampilan pemecahan masalah, kerja sama tim, serta kemampuan komunikasi yang baik. Siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.
Meningkatkan sisi pengajaran di sebuah perguruan tinggi merupakan salah satu cara untuk mencetak lulusan akademisi unggulan di bidang tertentu, di Workshop Penerbit Deepublish Jakarta terdapat cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bisa diterapkan ke berbagai perguruan tinggi secara efisien
Contoh Model Pembelajaran Discovery Learning
Berikan contoh model pembelajaran discovery learning yang dapat menjadi inspirasi dalam kegiatan pembelajaran:
Topik: Faktor pengaruh matahari terhadap pertumbuhan tanaman
- Stimulus dan Identifikasi masalah: pada tahap ini guru akan memberi kesempatan pada para peserta didik untuk memberikan pendapat atau jawaban sementara terkait dengan topik pengaruh matahari terhadap pertumbuhan tanaman.Â
- Pengumpulan data: peserta didik akan mulai mengumpulkan data yang relevan untuk membuktikan apakah jawaban sementara tersebut sudah tepat atau belum. Mereka akan mencari sumber referensi yang tepat mengenai topik tersebut serta melakukan eksperimen yang sejalan dengan proses belajar mengajar. Peserta didik akan mengolah data yang ada sehingga dapat membuktikan hipotesis.Â
- Presentasi: peserta didik akan mempresentasikan hasil eksperimen dan analisis yang mereka laksanakan. Peserta didik lain akan dapat memiliki kesempatan untuk bertanya mengenai topik tersebut dan hasil eksperimen.Â
Topik: Pengaruh teknologi terhadap kemampuan komunikasi
- Stimulus dan Identifikasi masalah: peserta didik akan diberikan pemahaman mengenai permasalahan pengaruh teknologi terhadap kemampuan komunikasi serta diarahkan untuk membentuk hipotesis mengenai jawaban rumusan masalah tersebut.Â
- Pengumpulan data: peserta didik akan melakukan proses pengumpulan data untuk mengetahui pengaruh teknologi terhadap kemampuan komunikasi dengan berbagai eksperimen maupun analisa. Mereka akan melaksanakan pengolahan data untuk mendapatkan hasil akhir.Â
- Presentasi: hasil akhir dari proses analisis dan pengumpulan data tersebut dipresentasikan di depan kelas. Guru akan membimbing peserta didik lain untuk melakukan diskusi dan tanya jawab.Â
Contoh Problem Based Learning
Berikut ini merupakan contoh pelaksanaan problem based learning yang bisa menjadi referensi dalam pembelajaran:
Topik: Mengatasi Pencemaran Air
- Penyajian masalah: Pada tahap ini para guru akan membagi kelas menjadi beberapa kelompok lalu membagikan artikel mengenai topik pencemaran air yang diakibatkan oleh permasalahan lingkungan. Guru nantinya akan bertanya pada peserta didik mengenai cara menanggulangi dampak dari pencemaran air tersebut.Â
- Pengorganisasian: pada tahap ini peserta didik akan belajar menggunakan bantuan lembar kerja dengan bimbingan pesan para guru dalam perumusan masalah dan menyusun hipotesis. Guru akan membimbing peserta didik agar dapat memulai investigasi sesuai petunjuk pada lembar kerja untuk membuktikan hipotesis. Peserta didik akan berdiskusi untuk menjawab rumusan masalah.Â
- Penyajian hasil: peserta didik akan menyusun laporan mengenai hasil pemecahan masalah lalu melakukan presentasi untuk mengungkapkan hasil investigasi.Â
Topik: Mengatasi banjir di daerah tambang
- Penyajian masalah: pada bagian ini para peserta didik akan mendapatkan gambaran mengenai banjir yang ada pada lingkungan dekat tambang. Peserta didik akan terbagi menjadi beberapa kelompok yang akan berusaha memberikan solusi pada permasalahan tersebut.Â
- Pengorganisasian: peserta didik akan merumuskan masalah dan menyusun hipotesis. Para guru akan membimbing agar peserta didik dapat melakukan investigasi dan mencari solusi permasalahan tersebut. Peserta didik akan mulai berdiskusi serta melakukan analisis untuk menjawab rumusan masalah.Â
- Penyajian hasil: peserta didik akan menyusun laporan mengenai hasil pemecahan masalah yang akan dipresentasikan di depan kelas. Guru akan membimbing proses diskusi dan tanya jawab.
Semoga artikel ini dapat membantu dalam memahami konsep serta penerapan kedua model pembelajaran ini dalam dunia pendidikan. Dapatkan berbagai informasi menarik lainnya seputar penulisan buku dan pendidikan dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Penerbit Deepublish Jakarta!
Artikel pertama kali ditulis oleh Dhea Salsabila, kemudian diperbarui oleh Wahyu Adji Nugraha pada 11 September 2026.







