Cara Membuat Kuesioner Penelitian Mahasiswa yang Tepat 

Cara Membuat Kuesioner Penelitian

Kamu mahasiswa yang sedang mengerjakan penelitian dan membutuhkan data dari responden? Salah satu caranya adalah menggunakan kuesioner, tetapi pertanyaan yang disusun tentu tidak boleh asal-asalan. Supaya data yang kamu peroleh sesuai dengan kebutuhan penelitian, yuk, simak cara membuat kuesioner penelitian yang tepat, mulai dari menentukan tujuan hingga menguji kelayakan pertanyaannya.

Apa Itu Kuesioner Penelitian?

Kuesioner penelitian adalah instrumen pengumpulan data yang berisi serangkaian pertanyaan atau pernyataan untuk dijawab oleh responden. Jawaban tersebut digunakan peneliti untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian, misalnya kebiasaan, pendapat, pengalaman, sikap, atau karakteristik kelompok tertentu.

Penggunaan kuesioner cukup fleksibel karena dapat disesuaikan dengan pendekatan dan kebutuhan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, kuesioner umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang bisa dikelompokkan atau diukur secara sistematis, sedangkan dalam penelitian kualitatif, pertanyaan terbuka dapat membantu menggali pengalaman dan pandangan responden secara lebih mendalam.

Format Kuesioner Penelitian

Sebelum menyusun pertanyaan, kamu perlu mengetahui bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam kuesioner penelitian.

1. Identitas Responden

Bagian identitas responden memuat informasi dasar yang dibutuhkan untuk memahami karakteristik orang yang mengisi kuesioner. Informasinya bisa berupa usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, semester, atau karakteristik lain yang berkaitan dengan topik penelitian.

Tidak semua informasi pribadi perlu dicantumkan dalam bagian ini. Pilih identitas yang memang dibutuhkan untuk analisis dan hindari meminta data sensitif jika tidak relevan, seperti nomor identitas resmi atau alamat lengkap. Jika penelitian tidak memerlukan identitas personal, kamu juga bisa membuat kuesioner anonim agar responden lebih nyaman memberikan jawaban.

2. Petunjuk Pengisian Kuesioner

Petunjuk pengisian berfungsi menjelaskan cara responden menjawab setiap pertanyaan. Kamu bisa mencantumkan apakah responden perlu memilih satu jawaban, memilih beberapa opsi, mengisi kolom kosong, atau memberikan penilaian berdasarkan skala tertentu.

3. Pertanyaan dan Jawaban Kuesioner

Bagian ini merupakan inti kuesioner karena berisi pertanyaan atau pernyataan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan penelitian. Pertanyaan dapat berbentuk pilihan ganda, skala penilaian, jawaban singkat, maupun pertanyaan terbuka yang memungkinkan responden menjelaskan pendapatnya sendiri.

Bentuk jawaban sebaiknya disesuaikan dengan jenis informasi yang ingin kamu peroleh. Jika ingin menghitung frekuensi penggunaan media sosial, misalnya, kamu bisa menyediakan rentang waktu penggunaan dalam sehari. Namun, jika ingin mengetahui alasan seseorang memilih media sosial tertentu, pertanyaan terbuka mungkin memberikan informasi yang lebih jelas.

4. Penutup Kuesioner

Bagian penutup biasanya berisi ucapan terima kasih kepada responden yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi. Kamu juga dapat mencantumkan informasi kontak peneliti apabila responden ingin bertanya mengenai penelitian tersebut. Jika diperlukan, tambahkan keterangan singkat tentang kerahasiaan data dan penggunaannya untuk kepentingan penelitian.

Baca Juga:

Cara Membuat Kuesioner Penelitian

Ada beberapa tahapan yang sebaiknya kamu lalui supaya setiap pertanyaan memiliki tujuan yang jelas dan data yang terkumpul bisa digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian.

1. Memilih Topik yang Sesuai Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan topik yang ingin kamu teliti. Pilih topik yang sesuai dengan masalah penelitian, memiliki batasan yang jelas, dan memungkinkan kamu memperoleh data dari responden yang relevan.

Sebagai contoh, kamu ingin meneliti kebiasaan mahasiswa menggunakan media sosial untuk mencari informasi akademik. Topik tersebut lebih mudah dikembangkan menjadi kuesioner dibandingkan tema yang terlalu luas, seperti pengaruh teknologi terhadap kehidupan manusia.

2. Tentukan Tujuan Kuesioner

Setelah memilih topik, rumuskan tujuan pengumpulan data secara jelas. Coba tanyakan kepada diri sendiri: informasi apa yang ingin diperoleh dari responden, dan bagaimana informasi itu akan membantu menjawab rumusan masalah penelitian?

Misalnya, penelitianmu bertujuan mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kebiasaan belajar mahasiswa. Kuesioner perlu memuat pertanyaan tentang kedua hal tersebut, bukan justru didominasi pertanyaan mengenai hiburan atau aktivitas lain yang tidak berkaitan langsung.

3. Menentukan Jenis Data

Jenis data yang dibutuhkan akan memengaruhi bentuk pertanyaan dan pilihan jawaban dalam kuesioner. Jika kamu menggunakan penelitian kuantitatif, data biasanya disusun agar dapat dikategorikan, dihitung, atau dianalisis secara statistik, misalnya melalui frekuensi, tingkat persetujuan, atau skor penilaian.

Sementara itu, penelitian kualitatif dapat menggunakan pertanyaan terbuka untuk menggali pengalaman, alasan, dan pandangan responden. Kamu juga perlu mempertimbangkan apakah data yang dikumpulkan bersifat nominal, ordinal, interval, atau rasio karena karakteristik data tersebut berkaitan dengan teknik analisis yang dapat digunakan.

4. Mengidentifikasi Variabel dan Indikator

Jika penelitianmu menggunakan variabel, identifikasi terlebih dahulu setiap variabel penelitian yang diteliti. Setelah itu, uraikan variabel menjadi indikator yang lebih spesifik agar konsep yang awalnya abstrak dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang bisa diamati atau diukur.

Contohnya, variabel kebiasaan belajar dapat dijabarkan menjadi indikator durasi belajar, keteraturan jadwal, dan konsistensi mengerjakan tugas. Setiap indikator kemudian dikembangkan menjadi satu atau beberapa pertanyaan yang relevan.

5. Memilih Media Kuesioner

Kamu bisa menggunakan kuesioner digital maupun cetak sesuai kondisi penelitian. Formulir daring seperti Google Forms dapat memudahkan distribusi, menjangkau responden di lokasi berbeda, serta membantu merekap jawaban secara otomatis, sedangkan kuesioner cetak bisa menjadi pilihan jika responden memiliki keterbatasan akses internet atau membutuhkan pendampingan saat mengisi.

Sebelum menentukan media, pertimbangkan karakteristik responden, aksesibilitas, biaya, dan cara pengumpulan data. Pastikan pula tampilan kuesioner mudah dibaca melalui perangkat yang umum digunakan oleh responden.

6. Menyusun Pertanyaan Kuesioner

Mulailah menyusun pertanyaan berdasarkan indikator yang sudah ditetapkan. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, satu fokus dalam setiap pertanyaan, dan pilihan jawaban yang sesuai dengan informasi yang ingin kamu kumpulkan.

7. Uji Coba Kuesioner

Sebelum menyebarkan kuesioner kepada seluruh responden, lakukan uji coba kepada sejumlah orang yang memiliki karakteristik serupa dengan target penelitian. Minta mereka mengisi kuesioner dan mencatat pertanyaan yang sulit dipahami, pilihan jawaban yang kurang sesuai, atau bagian yang membutuhkan penjelasan tambahan.

Baca Juga: Struktur Essay: Jenis, Ciri, Contoh dan Tips Membuat yang Baik

Tips Membuat Kuesioner Penelitian

Tips berikut dapat membantu kamu menghindari kesalahan yang sering muncul ketika menyusun instrumen penelitian.

1. Konsultasikan dengan Dosen

Jika kuesioner digunakan untuk skripsi atau tugas akhir, diskusikan rancangan instrumen dengan dosen pembimbing sebelum disebarkan. Kamu bisa meminta masukan tentang kesesuaian pertanyaan dengan rumusan masalah, ketepatan indikator, dan pilihan metode pengumpulan data.

Masukan dosen dapat membantumu melihat kekurangan yang mungkin terlewat saat menyusun kuesioner sendiri. Siapkan alasan mengapa setiap pertanyaan dicantumkan agar diskusi lebih terarah, bukan sekadar meminta persetujuan atas daftar pertanyaan yang sudah dibuat.

2. Pastikan Pertanyaan Tidak Ambigu

Misalnya, pertanyaan “Apakah kamu sering membaca buku?” bisa menghasilkan jawaban yang berbeda karena setiap orang memiliki ukuran tersendiri untuk kata sering. Kamu dapat memperjelasnya menjadi “Dalam tujuh hari terakhir, berapa hari kamu membaca buku di luar materi perkuliahan?” Pertanyaan yang lebih spesifik membantu responden menjawab berdasarkan acuan yang sama.

3. Buat Pertanyaan yang Relevan

Setiap pertanyaan sebaiknya memiliki hubungan yang jelas dengan tujuan penelitian. Jika suatu pertanyaan tidak membantu mengukur variabel, menggali informasi yang dibutuhkan, atau menjawab rumusan masalah, pertimbangkan untuk menghapusnya.

4. Sesuaikan dengan Variabel Penelitian

Bagi penelitian yang menggunakan variabel dan indikator, pastikan setiap pertanyaan memiliki keterkaitan yang jelas dengan keduanya. Kamu bisa membuat tabel kisi-kisi berisi nama variabel, indikator, nomor pertanyaan, dan bentuk jawaban untuk memeriksa cakupan instrumen sebelum kuesioner disebarkan.

5. Lakukan Revisi

Kuesioner yang sudah selesai disusun belum tentu langsung siap digunakan. Setelah mendapat masukan dari dosen atau hasil uji coba, periksa kembali kejelasan kalimat, kelengkapan pilihan jawaban, urutan pertanyaan, serta kemudahan responden dalam menyelesaikan pengisian.

Lakukan revisi berdasarkan masalah yang benar-benar ditemukan, bukan hanya mengganti kata agar terdengar lebih menarik. Jika perubahan menyentuh isi pertanyaan atau indikator, periksa kembali kesesuaiannya dengan tujuan penelitian dan lakukan pengujian tambahan apabila diperlukan.

Contoh Pertanyaan Kuesioner

Sebagai gambaran, berikut contoh kuesioner untuk penelitian kuantitatif. Contoh ini menggunakan pertanyaan tertutup agar jawabannya mudah dikelompokkan, tetapi pilihan jawaban dan susunannya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan penelitianmu.

Topik penelitian: Kebiasaan mahasiswa menggunakan media sosial untuk mencari informasi akademik.

Petunjuk pengisian: Pilih satu jawaban yang paling sesuai dengan kebiasaan kamu.

1. Media sosial apa yang paling sering kamu gunakan untuk mencari informasi akademik?

  • A. Instagram
  • B. TikTok
  • C. YouTube
  • D. X
  • E. Lainnya

2. Seberapa sering kamu mencari informasi akademik melalui media sosial?

  • A. Tidak pernah
  • B. Jarang
  • C. Kadang-kadang
  • D. Sering
  • E. Sangat sering

3. Berapa lama waktu yang biasanya kamu gunakan untuk mencari informasi akademik melalui media sosial dalam sehari?

  • A. Kurang dari 15 menit
  • B. 15–30 menit
  • C. 31–60 menit
  • D. Lebih dari 60 menit
  • E. Tidak pernah menggunakannya untuk keperluan tersebut

4. Jenis informasi akademik apa yang paling sering kamu cari melalui media sosial?

  • A. Materi perkuliahan
  • B. Informasi beasiswa
  • C. Seminar atau kegiatan akademik
  • D. Referensi untuk tugas
  • E. Informasi lainnya

5. Seberapa sering kamu memeriksa kebenaran informasi akademik yang ditemukan di media sosial sebelum menggunakannya?

  • A. Tidak pernah
  • B. Jarang
  • C. Kadang-kadang
  • D. Sering
  • E. Selalu

6. Seberapa besar media sosial membantu kamu menemukan informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan akademik?

  • A. Sangat tidak membantu
  • B. Tidak membantu
  • C. Cukup membantu
  • D. Membantu
  • E. Sangat membantu

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa satu topik dapat dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan dengan fokus berbeda, mulai dari platform yang digunakan hingga cara memeriksa informasi. Jika ingin mengukur tingkat kebiasaan atau hubungan antar variabel, kamu perlu menetapkan indikator dan sistem penilaian yang konsisten serta memastikan instrumennya sesuai dengan metode penelitian.

Penerbit Buku Deepublish memiliki layanan Konversi KTI yang membantu dosen mengubah naskah hasil penelitian menjadi buku ajar, monograf maupun referensi yang memiliki standar Perpusnas

Demikian cara membuat kuesioner penelitian yang bisa kamu jadikan panduan saat menyusun instrumen untuk skripsi maupun tugas kuliah dari Penerbit Buku Deepublish Branch Jakarta. Mulailah dari tujuan yang jelas, susun pertanyaan berdasarkan kebutuhan data, lalu uji dan revisi sebelum kuesioner dibagikan kepada responden. 

Sumber: 

“Cara Membuat Kuesioner Penelitian dengan Tepat dan Mudah.” Penerbit Deepublish, 21 Agu. 2024, https://penerbitdeepublish.com/penelitian-ilmiah/cara-membuat-kuesioner/. 

“Cara Membuat Kuesioner Penelitian Mahasiswa yang Efektif, Valid, dan Mudah Digunakan.” Ma’soem University, 28 Mar. 2026, https://masoemuniversity.ac.id/artikel/cara-membuat-kuesioner-penelitian-mahasiswa-yang-efektif-valid-dan-mudah-digunakan/.

“Create a Questionnaire: Guide, Tips & Examples.” Empirio.ai, 17 Agu. 2026, https://www-empirio-ai.translate.goog/learn/create-questionnaire?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc.

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar