Terdapat beberapa hal yang penting dan harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan penelitian ataupun menyusun proposal penelitian. Sebelum melakukan kedua kegiatan tersebut peneliti harus dapat menyusun outline penelitian atau kerangka penelitian.
Kerangka penelitian ini akan membantu para peneliti sehingga dapat menentukan topik yang mereka jadikan tujuan, arah penelitian dan juga cara pelaksanaan kegiatan penelitian. Berikut ini adalah informasi mengenai bagaimana cara membuat outline dalam penelitian yang bisa menjadi referensi untuk para peneliti.
Baca Juga: Cara Membuat Rumusan Masalah dan Contohnya di Berbagai Bidang
Daftar Isi
TogglePengertian Outline Penelitian
Sebelum membuat kegiatan penelitian yang tepat, perhatikan dulu apa itu yang dinamakan kerangka atau outline penelitian. Outline Penelitian adalah suatu gambaran umum atau kerangka mengenai rencana penelitian yang akan dilakukan.
Outline dalam kegiatan penelitian akan membantu para peneliti dalam menentukan topik penelitian sehingga mampu menyusun perencanaan kegiatan penelitian yang tepat. Di dalamnya termasuk juga beberapa informasi mengenai penentuan populasi dan sampel, metodologi penelitian, tujuan, rumusan masalah dan beberapa informasi lainnya.
Online penelitian berbeda dengan proposal penelitian. Outline penelitian berisi rencana penelitian yang masih memiliki beberapa perbaikan ke depannya. Ini berbeda dengan proposal penelitian yang merupakan suatu hasil pengembangan outline dan merupakan hasil akhir penulisan.
Baca Juga: 8 Contoh Metode Penelitian dan Penerapannya dalam Karya Ilmiah
Manfaat Outline Penelitian
Setelah memahami apa itu outline dalam penelitian, ketahui juga beberapa manfaatnya. Pemahaman akan manfaat outline ini akan mampu membantu dalam penyusunan laporan secara tepat sehingga bisa memetik manfaat penelitian secara maksimal.
1. Menjelaskan Ide Penelitian
Outline penelitian akan dapat membantu para peneliti dalam menjelaskan ide penelitian secara lebih ringkas. Ini akan membantu agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan lebih terarah.
2. Membantu Menyusun Proposal Penelitian
Adanya outline penelitian akan membantu peneliti dalam menyusun proposal penelitian dengan baik. Para peneliti hanya perlu mengikuti isi kerangka pendirian tersebut sehingga mampu membuat proposal yang sesuai.
3. Membantu Pelaksanaan Penelitian
Outline penelitian ini akan membantu peneliti agar pelaksanaan kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan tepat. Ini karena rincian kegiatan dan teori sudah tersusun dengan ringkas pada outline ini.
4. Memfokuskan pada Topik Penelitian
Adanya kerangka penelitian akan membantu agar peneliti bisa fokus dalam pelaksanaan kegiatan. Ini akan membantu peneliti agar dapat menghasilkan kegiatan yang bermanfaat.
5. Membantu Memetakan Tahapan dalam Penelitian
Adanya outline penelitian akan membantu dalam pemetaan tahapan penelitian sehingga bisa merencanakan lebih lanjut secara detail ke depannya. Peneliti bisa memperkirakan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan dan kapan pelaksanaan dengan outline ini.
Baca Juga: Desain Penelitian, Bagaimana Cara Menentukannya?
Penerbit Deepublish Jakarta memiliki E-Book Menaklukan Writer’s Block yang bisa bisa membantu anda dalam menangani “stuck” dalam menulis naskah ilmiah
6. Membantu Menemukan Kesalahan di Awal Penelitian
Adanya outline penelitian ini akan membantu peneliti agar dapat menemukan kesalahan pada awal penelitian. Ini akan membantu efisiensi waktu kegiatan dan penyusunan proposal sehingga kesalahan bisa dihindari sedini mungkin agar tidak menimbulkan kerugian.
7. Menghemat Waktu Revisi
Outline penelitian juga bisa membantu dalam menghemat waktu revisi. Ini akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan penyusunan proposal sehingga hasil akhir jadi lebih cepat selesai tanpa perlu banyak revisi ke depannya.
Cara Membuat Outline Penelitian
Outline penelitian memang memiliki berbagai manfaat yang penting untuk kegiatan penelitian. Pembentukan outline dengan cara yang tepat akan memberikan efisiensi dan efektifitas yang tepat untuk kegiatan penelitian. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai cara membuat outline penelitian yang bisa menjadi contoh.
1. Menentukan Topik Penelitian
Pertama-tama tentukan topik penelitian. Pastikan bahwa topik penelitian tersebut sesuai dengan bidang disiplin ilmu serta menjawab beberapa permasalahan yang ada pada bidang tersebut.
2. Merumuskan Judul Penelitian Sementara
Setelah menentukan topik penelitian, selanjutnya rumuskan judul penelitian sementara. Ini akan membantu memberikan gambaran kegiatan penelitian tersebut.
3. Buat Struktur Outline
Setelah itu buatlah struktur outline penelitian tersebut. Sesuaikan dengan metode penelitian, apakah kualitatif atau kuantitatif sehingga penyusunannya lebih tepat.
4. Mengisi Struktur Outline
Isi struktur outline tersebut dengan beberapa informasi terkait dengan kegiatan penelitian dengan lebih rinci. Sesuaikan dengan topik dan tujuan penelitian yang tepat.
5. Lakukan Revisi Ulang
Lakukan revisi jika diperlukan. Revisi ulang ini penting agar bisa menghindari kesalahan pada kegiatan penelitian atau proses penyusunan proposal di masa depan.
6. Gunakan Kalimat Singkat
Penyusunan outline sebaiknya menggunakan kalimat yang singkat sehingga tidak membingungkan. Ini bisa membantu agar kegiatan pelaksanaan penelitian bisa jadi lebih jelas dan efektif.
7. Cantumkan Referensi dan Sumber
Perhatikan juga untuk turut mencantumkan beberapa referensi dan sumber yang peneliti gunakan. Ini akan membantu dalam proses penyusunan proposal penelitian di kemudian hari.
Struktur Outline Penelitian
Menyusun outline dalam penelitian adalah sesuatu yang penting sehingga dapat sukses melaksanakan kegiatan. Selain itu, penulis juga harus tahu bagaimana struktur outline dalam penelitian yang tepat sehingga tidak salah tulis ke depannya. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai struktur kerangka outline penelitian.
- Judul Penelitian
- Latar Belakang Permasalahan
- Rumusan Permasalahan
- Tujuan dalam Penelitian
- Manfaat dalam Penelitian
- Tinjauan Pustaka
- Kerangka Pemikiran
- Hipotesis (jika berbentuk kuantitatif)
- Metode dalam Penelitian
- Jadwal Penelitian
- Daftar Pustaka Sementara
Contoh Outline Penelitian
Memahami pengertian dan cara pembuatan outline saja tidaklah cukup. Untuk bisa membentuk outline dengan tepat, perha juga beberapa contoh outline dalam penelitian yang bisa menjadi referensi.
Contoh Outline Penelitian Kualitatif
Judul Penelitian: Implementasi Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Keterampilan Kerjasama Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama”
Latar Belakang Masalah:
Pemahaman tentang pentingnya keterampilan kerjasama di abad ini.
Masalah rendahnya keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional.
Pentingnya pendekatan berbasis masalah dalam kegiatan pembelajaran aktif.
Alasan pemilihan lokasi sebagai objek penelitian.
Rumusan Masalah:
Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran berbasis masalah di dalam kelas?
Apa saja masalah yang guru hadapi dalam menerapkan strategi tersebut?
Bagaimana dampak pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan kerjasama siswa?
Tujuan Penelitian:
Mendeskripsikan proses pelaksanaan strategi pembelajaran berbasis masalah.
Mengidentifikasi masalah dalam penerapan strategi tersebut.
Menganalisis dampak pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan kerjasama peserta didik.
Manfaat Penelitian:
Manfaat secara teoritis akan menambah pemahaman tentang efektivitas metode pembelajaran berbasis masalah.
Manfaat secara praktis akan memberikan rekomendasi bagi para guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif.
Tinjauan Pustaka:
Teori pembelajaran dan strategi pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning)
Keterampilan kerjasama dalam konteks pendidikan
Penelitian-penelitian terdahulu yang relevan
Kerangka Pemikiran:
Model hubungan antara strategi pembelajaran dengan aktivitas belajar serta pengembangan keterampilan kolaborasi.
Tersaji dalam bentuk narasi dan skema diagram.
Metode Penelitian:
Jenis dan pendekatan: Kualitatif deskriptif
Subjek penelitian: Guru dan peserta didik kelas 8 di SMP Negeri 6
Lokasi penelitian: SMP Negeri 6, Kota Yogyakarta
Teknik pengumpulan data:
Observasi kegiatan dalam kelas
Wawancara dengan para guru dan peserta didik
Dokumentasi
Teknik analisis data:
Penyajian data
Reduksi data
Penarikan kesimpulan
Jadwal Penelitian:
Penyusunan proposal pada Juni 2026
Pengumpulan data lapangan pada Juli – Agustus 2026
Analisis data & penulisan pada Oktober 2026
Revisi dan finalisasi pada November 2026
Daftar Pustaka Sementara:
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach (Belajar untuk Mengajar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Hmelo-Silver, C. E. 2004. “Problem-Based Learning: What and How Do Students Learn?”. Educational Psychology Review.Sani, Ridwan Abdullah. 2019. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning).Tan, O. S. 2003. Problem-Based Learning Innovation: Using Problems to Power Learning in the 21st Century. Singapura: Cengage Learning.
Contoh Outline Penelitian Kuantitatif
Judul Penelitian: “Pengaruh Model Pembelajaran Student Centered terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII SMP 5”
Latar Belakang Masalah:
Rendahnya hasil belajar matematika pada peserta didik di SMP.
Metode ceramah pada pembelajaran dominan sehingga kurang interaktif.
Pentingnya penerapan model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif berpikir dan berdiskusi.
Metode belajar student centered sebagai salah satu model yang mampu membantu peningkatan pemahaman.
Rumusan Masalah:
Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran student centered terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII?
Tujuan Penelitian:
Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pada hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP 5.
Manfaat Penelitian:
Secara teoritis akan dapat menambah referensi mengenai efektivitas model student centered dalam pembelajaran matematika.
Secara praktis dapat menjadi masukan bagi guru untuk bisa menggunakan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Tinjauan Pustaka:
Teori belajar dan model pembelajaran student centered
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Penelitian terdahulu yang relevan
Kerangka Teoritis:
Penjelasan tentang hubungan antara strategi belajar student centered dan hasil belajar.
Disajikan dengan model diagram panah
Hipotesis Penelitian:
H₀ (nol): Tidak terdapat adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan model student centered terhadap hasil belajar matematika siswa SMP.
H₁ (alternatif): Terdapat beberapa pengaruh yang signifikan antara penggunaan model student centered terhadap hasil belajar matematika siswa SMP.
Metode Penelitian
Pendekatan: Kuantitatif
Jenis penelitian: Eksperimen semu
Populasi: Seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5
Sampel: Dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) yang sudah dipilih secara purposive
Teknik pengumpulan data:
Tes hasil belajar yaitu pretest dan juga post-test.
Teknik analisis data: Uji normalitas, uji homogenitas
Jadwal Penelitian:
Penyusunan proposal pada Juli 2026
Pengumpulan data (eksperimen) pada Agustus 2026
Analisis data & penulisan pada September 2026
Revisi dan finalisasi laporan pada Oktober 2026
Daftar Pustaka:
Biggs, J. B. (1987a). Student approaches to learning and studying. Camberwell,
Vic.: Australian Council for Educational Research.
Biggs, J. B. (1987b). The study process questionnaire (SPQ): Manual. Hawthorn,
Vic.: Australian Council for Educational Research.
Biggs, J. B. (1993). From theory to practice: A cognitive systems approach.
Higher Education Research and Development, 8, 7-25.
Ingleton, C., Cannon, R., Kiley, M., & Rogers, T. (2000). Leap into student
centered learning. Adelaide: CLPD, The University of Adelaide.
Itulah dia informasi mengenai outline penelitian yang wajib diketahui jika ingin sukses melaks serta melaporkan kegiatan penelitian dengan benar. Dengan begitu, hasil akhir bisa maksimal dan bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.






