Terdapat beberapa perbedaan karya ilmiah dan karya ilmiah populer yang harus menjadi perhatian. Keduanya memang berdasarkan hasil penelitian namun tetap terdapat berbagai perbedaan mencolok antara kedua jenis karya ilmiah tersebut.
Berikut ini adalah informasi mengenai perbedaan antara kedua karya ilmiah tersebut serta berbagai tips berguna lainnya. Semoga informasi ini bisa membantu dalam membentuk karya ilmiah yang relevan dan tepat sasaran.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Karya Ilmiah Formal
Karya ilmiah murni atau formal merupakan suatu karya ilmiah yang tersaji secara sistematis, bersifat ilmiah dan teoritis. Hasil kajian yang tertulis di dalamnya meliputi hasil suatu penelitian.
Di dalam penulisan karya ilmiah jenis ini perlu adanya beberapa variabel sehingga bisa mendapatkan suatu kesimpulan akhir yang tepat. Jenis karya ilmiah ini memiliki berbagai ciri-ciri penting yang membedakannya dengan karya ilmiah populer.
Salah satu cirinya yaitu ide atau tulisan yang ada merupakan suatu permasalahan kehidupan yang proses pemecahannya menggunakan metode ilmiah kuantitatif maupun metode ilmiah kualitatif. Isi dari karya ilmiah murni ini juga bersifat spesifik, koheren, berkesinambungan dan juga jujur.
Ciri-ciri lainnya yaitu penggunaan bahasa yang lebih baku serta cara penulisannya menggunakan sistem penulisan karya ilmiah sesuai kaidah yang berlaku.
Baca Juga: Apa Itu Teknik Pengumpulan Data? Macam dan Contohnya
Apa Itu Karya Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang tertulis menggunakan bahasa populer sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Isi dari karya ilmiah ini juga lebih luas dalam segi bahasa maupun isi kontennya.
Karya ilmiah populer umumnya menggunakan kaidah keilmuan. Berbeda dengan karya ilmiah murni, karya ilmiah populer memiliki beberapa ciri yang mencolok.
Beberapa contoh ciri dari karya ilmiah populer yaitu tema tulisan yang berupa suatu fakta objektif mengenai permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitar. Karya ilmiah ini juga menggunakan bahasa yang lebih santai dan tidak baku sehingga lebih mudah dipahami oleh pembaca yang awam.
Karya ilmiah populer memiliki cara penulisan yang sistematis namun tidak berdasarkan kaidah-kaidah penulisan yang menggunakan bahasan per bab. Ini yang membedakannya dengan karya ilmiah formal.
Baca Juga: 20 Contoh Karya Ilmiah Populer Berbagai Tema (Free Download PDF)
Perbedaan Karya Ilmiah dan Karya Ilmiah Populer
Berikut ini yang tidak beberapa perbedaan antara karya ilmiah dan karya ilmiah populer yang harus menjadi perhatian sebelum proses penulisan berlangsung:
1. Sasaran Pembaca
Perbedaan karya ilmiah dan karya ilmiah populer yang pertama yaitu sasaran pembaca. Penulisan karya ilmiah formal umumnya ditujukan untuk membaca yang memiliki profesi sebagai akademisi, ilmuwan ataupun ahli pada suatu bidang tertentu.
Ini berbeda dengan karya ilmiah populer yang menargetkan masyarakat umum sebagai pembaca sasaran. Perbedaan ini memberikan pengaruh pada penggunaan bahasa dan juga isi konten.
2. Tujuan
Perbedaan karya ilmiah dengan karya ilmiah populer yang selanjutnya yaitu ada pada tujuan. Penulisan karya ilmiah formal bertujuan untuk menjelaskan soal temuan hasil penelitian pada komunitas yang ada di bidangnya.
Tujuan dari karya ilmiah populer sendiri yaitu menyampaikan suatu informasi kepada masyarakat umum tanpa adanya pengecualian. Tujuan yang berbeda inilah yang menyebabkan isi dari karya ilmiah tersebut berbeda.
3. Gaya Penulisan
Perbedaan selanjutnya dari kedua bentuk karya ilmiah tersebut yaitu ada pada gaya penulisan. Kayak penulisan pada karya ilmiah umumnya menggunakan bahasa dan kosakata yang ilmiah serta cenderung lebih spesifik.
Selain itu karya ilmiah juga menggunakan gaya penulisan yang formal serta obyektif. Karya ilmiah populer sendiri menggunakan gaya bahasa yang lebih luwes, informal tetapi tetap baku. Selain itu gaya bahasa dari karya ilmiah populer umumnya dapat menarik minat baca masyarakat secara umum.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Artikel dan Makalah dalam Dunia Akademik
4. Struktur Kalimat
Struktur kalimat dalam karya ilmiah umumnya berbentuk sistematis, baku serta terstruktur. Penulis juga menggunakan berbagai istilah khusus sesuai dengan disiplin ilmu.
Struktur kalimat pun umumnya cenderung pasif. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah populer yang lebih fleksibel.
5. Gaya Bahasa
Perbedaan selanjutnya yaitu ada pada gaya bahasa. Gaya bahasa pada karya ilmiah formal menggunakan bahasa yang baku dan formal. Ini berbeda dengan karya ilmiah populer yang menggunakan berbagai bentuk anekdot atau pencerita sehingga memudahkan pembaca dalam memahami pembahasan.
6. Pemilihan Diksi
Perbedaan karya ilmiah yang selanjutnya yaitu ada pada pemilihan kata atau diksi. Penggunaan diksi dalam karya ilmiah formal umumnya memiliki muatan teknis dan menggunakan kosakata khusus pada lingkungan akademisi.
Penggunaan kata-kata pada karya ilmiah populer sendiri umumnya lebih umum menggunakan bahasa percakapan sehingga terasa lebih luwes ketika membacanya.
7. Isi Pembahasan
Perbedaan antara karya ilmiah dan juga karya ilmiah populer yang selanjutnya yaitu ada pada isi konten pembahasan. Karya ilmiah formal secara umum akan mendeskripsikan secara rinci suatu metode penelitian, hasil penelitian hingga kesimpulan dari penelitian tersebut.
Hari ini berbeda dengan karya ilmiah populer yang lebih fokus pada penggambaran besar sehingga membuat pembahasannya tidak terlalu detail seperti karya ilmiah.
Tips Menulis Karya Ilmiah Populer
Menulis karya ilmiah maupun karya ilmiah populer merupakan suatu hal yang tidak mudah. Terdapat berbagai cara agar proses penulisan menjadi lebih lancar. Gunakan berbagai tips berikut ini sehingga mampu menulis karya ilmiah populer yang tepat.
- Proses penulisan karya ilmiah populer dapat dimulai dengan membuat pendahuluan yang kreatif. Cobalah membuat pendahuluan yang dapat merangkul serta mencuri perhatian para pembaca sehingga dapat meningkatkan minat baca agar menyelesaikan karya ilmiah hingga akhir.
- Penulisan karya ilmiah populer sebaiknya menghindari penggunaan istilah-istilah teknis yang tidak umum. Istilah teknis ini akan membuat para pembaca kesulitan dalam memahami isi konten. Apalagi jika pembaca bukanlah dari suatu komunitas dengan pemahaman teknis tertentu.
- Penulisan karya ilmiah bisa menggunakan bahasa percakapan sehingga mampu mengembangkan hubungan yang dekat antara penulis dan pembaca. Proses penulisan bisa menggunakan sistem dialog agar seperti ada percakapan antara penulis dan pembaca.
- Pastikan bahwa tiap paragraf memiliki struktur penulisan yang sama. Setiap paragraf harus dapat dimulai dengan adanya kalimat topik lalu diikuti dengan informasi yang berhubungan dengan tabel tersebut.
- Setelah itu tutuplah tulisan dengan rangkuman yang bisa menjadi kesimpulan penjelasan. Ini bisa membentuk adanya impresi pembaca terhadap penjelasan di dalam karya ilmiah.
Itulah dia informasi mengenai perbedaan karya ilmiah dan karya ilmiah populer yang bisa menjadi referensi dalam penulisan selanjutnya. Dengan informasi ini pembuatan karya ilmiah akan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan jenis-jenis yang ada sehingga mampu menciptakan karya ilmiah yang berkualitas.
Bagi anda yang berprofesi sebagai dosen, karya tulis ilmiah menjadi salah satu hal sudah biasa untuk dilakukan publikasi. Penerbit Deepublish Jakarta saat ini telah menghadirkan layanan konversi KTI untuk penunjang kebutuhan dosen di jakarta maupun Indonesia.







