Mengenal Perbedaan Sitasi dan Kutipan dalam Karya Ilmiah

Perbedaan sitasi dan kutipan

Berbicara tentang penulisan karya ilmiah, biasanya sering membuat penulis kebingungan karena harus berurusan dengan segudang referensi yang menumpuk. Dalam referensi ada yang namanya sitasi dan kutipan, keduanya berbeda. Yuk, pahami apa sih perbedaan sitasi dan kutipan.

Karena ini penting untuk  bagaimana anda menghargai ide orang lain sekaligus menjaga kredibilitas tulisanmu agar tidak dicap plagiat dan bisa menimbulkan permasalahan terkait HKI.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Penulisan

Apa Itu Sitasi?

Sitasi adalah cara kamu “menyapa” atau memberi apresiasi kepada penulis asli yang idenya kamu pinjam ke dalam naskah. Secara sederhana, ini adalah keterangan singkat mengenai sumber informasi yang kamu cantumkan langsung di dalam teks, biasanya berisi nama penulis dan tahun terbit.

Kehadiran sitasi ini sangat penting karena berfungsi sebagai bukti bahwa argumen yang penulis bangun memiliki landasan yang kuat. Dengan menyertakan sitasi yang tepat, kamu menunjukkan kepada pembaca bahwa tulisanmu didasarkan pada riset yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.

Apa Itu Kutipan?

Sementara itu, kutipan adalah isi atau kalimat yang kamu ambil dari sumber lain untuk memperkuat poin-poin yang sedang penulis bahas. Kamu bisa mengambilnya secara utuh (kutipan langsung) atau merangkainya kembali dengan bahasamu sendiri tanpa mengubah maknanya (kutipan tidak langsung).

Fungsi utama dari kutipan ini adalah untuk memberikan ilustrasi atau dukungan nyata bagi pernyataan-pernyataan yang penulis buat. Tanpa adanya kutipan, tulisanmu mungkin akan terasa seperti opini pribadi yang kurang berbobot di mata para akademisi atau pembaca profesional.

Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka Harvard Style dari Berbagai Sumber

Perbedaan Sitasi dan Kutipan

Banyak yang sering menganggap keduanya adalah hal yang sama, padahal ada batas yang cukup jelas dalam perbedaan sitasi dan kutipan. Berikut beberapa aspek perbedaan keduanya:

1. Posisi Penulisan

Bicara soal letaknya, sitasi biasanya tampil sangat minimalis dan “terselip” di awal, tengah, atau akhir kalimat dalam tanda kurung. Posisinya memang didesain agar tidak mengganggu alur baca namun tetap memberikan identitas yang jelas mengenai sumber aslinya.

Di sisi lain, kutipan justru menjadi bagian dari narasi atau isi paragraf yang kamu susun. Jika sitasi adalah labelnya, maka kutipan adalah barangnya, ia berdiri sebagai materi utama yang kamu diskusikan untuk mendukung argumen dalam tulisanmu.

2. Fungsi

Dari segi kegunaan, sitasi berfungsi sebagai jaminan legalitas bahwa kamu tidak sedang mencuri ide orang lain.

Kutipan punya peran yang sedikit berbeda, yaitu untuk memberikan “nyawa” dan bukti konkret pada naskah yang kamu buat. Melalui kutipan, kamu menghadirkan suara para ahli untuk memperkuat alasan mengapa pernyataanmu benar dan layak untuk dipercaya oleh audiens.

3. Aturan Penulisan

Perbedaan sitasi dan kutipan juga terletak pada aturan penulisannya. Sitasi sangat patuh pada format atau style tertentu, seperti APA, MLA, atau Harvard yang sering kamu temui di kampus. Kamu harus teliti mengikuti tata letak koma, titik, hingga urutan tahun agar sesuai dengan standar jurnal atau penerbit yang kamu tuju.

Nah, kalau kutipan, aturannya lebih fokus pada bagaimana cara kamu menampilkan teks tersebut agar terlihat beda dari kalimatmu sendiri. Misalnya, penggunaan tanda petik dua untuk kalimat pendek atau membuat blok teks tersendiri jika kalimat yang kamu kutip cukup panjang.

4. Kelengkapan Informasi

Informasi yang ada pada sitasi memang sengaja dibuat sangat ringkas, seringkali hanya berupa nama belakang dan tahun terbit saja. Tujuannya sederhana, yaitu agar pembaca tetap fokus pada alur tulisanmu tanpa terdistraksi oleh detail publikasi yang terlalu panjang di tengah paragraf.

Sebaliknya, kutipan menuntut penyampaian gagasan yang utuh dan tidak setengah-setengah agar tidak menimbulkan salah paham. Kamu harus memastikan kutipan tersebut mencerminkan maksud asli si penulis tanpa memotong informasi penting yang bisa mengubah konteks pembicaraan.

5. Contoh Penulisan Sitasi dan Kutipan

Agar kamu punya gambaran yang lebih konkret, mari kita lihat contoh dari masing-masing:

  • Perhatikan bagian seperti “(Fauziah, 2026)” atau “Menurut Fauziah (2026)”. Inilah yang disebut sitasi, di mana fokus utamanya adalah memberikan label identitas singkat mengenai sumber referensi agar pembaca tahu kapan dan siapa yang mencetuskan ide tersebut.
  • Bagian yang berbunyi “Literasi digital adalah fondasi ekonomi masa depan.” merupakan kutipan langsung karena diambil identik dari sumbernya. Jika kamu mengubahnya menjadi “Kemampuan digital menjadi kunci utama perkembangan ekonomi”, maka itu disebut kutipan tidak langsung atau parafrasa.

Baca Juga: Format dan Gaya Bahasa Penulisan Buku Ilmiah yang Diakui Dikti

Itulah perbedaan sitasi dan kutipan yang perlu kamu pahami agar naskahmu terlihat lebih profesional dan tetap pada pedoman yang ada.Agar proses menulismu semakin lancar dan kamu bisa menyelesaikan naskah buku dalam waktu singkat, yuk pelajari triknya dengan membaca e-book Panduan Cepat Menulis Buku, terbitan dari Deepublish Jakarta. Panduan ini akan membantumu mengubah ide-ide brilian menjadi karya nyata dengan cara yang lebih praktis dan efisien.

Bagikan artikel ini melalui

Picture of Wahyu Adji
Wahyu Adji
Saya merupakan SEO Specialist dan Conten Writer Profesional di bidang pendidikan seputar kampus, mahasiswa dan kedosenan di penerbit buku Deepublish

Tinggalkan Komentar